VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERKARAKTER, BERPRESTASI, DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN

Jumat

RENUNGAN MENGAPA KITA HARUS SEKOLAH?

Seorang ibu berkata pada anaknya" nak kalau sudah besar kamu harus jadi pegawai negeri sipil (PNS) biar hidupmu tidak susah, jangan meniru bapak dan ibumu yang tiap hari harus jualan sayur kepasar, biar bapak dan ibu saja yang bodoh dan susah cari uang liat tetangga kita itu sekolahannya tinggi coba lihat hidupnya enak kamu harus mencontoh dia" . Sementara dilain pihak seorang ibu berkata " buat apa sekolah tinggi-tinggi ? dokter sudah ada, menteri sudah ada, guru banyak, presiden sudah ada, mendingan uang sekolahmu dibelikan sapi biar beranak-pinak lebih jelas hasilnya dari pada harus dibayarkan untuk sekolah, coba lihat si lukman itu sekolah jauh-jauh tapi setelah selesai nganggur dan akhirnya sekarang jadi sopir anggutan.." !

Sadar atau tidak, ditingkatan masyarakat opini yang terbangun mengenai dunia pendidikan (sekolah) seperti yang diilustrasikan diatas. Masyarakat menilai bahwa salah satu alat keberhasilan seseorang bersekolah adalah sejauh mana dia mampu membawa dirinya pada status social yang tinggi dimasyarakat indikasinya adalah apakah seseorang itu bekerja dengan berpenampilan elegan (berdasi, pake sepatu mengkilap, dan membawa tas kantor) atau tidak, dan apakah seseorang tersebut bisa kaya dengan pekerjaannya? Kalau seseorang yang telah menempuh jenjang pendidikan (SLTA, D1, D2, D3, S1, S2, dan S3) lulus dan setelah itu menganggur maka dia telah gagal bersekolah. Hal semacam inilah yang sering ditemui di masyarakat kita.

Mencermati hal diatas, apakah memang praktek-praktek pendidikan yang selama ini dijalani ada kesalahan proses?, mengapa dunia pendidikan belum bisa memberikan pengaruh pencerahan ditingkatan masyarakat, lantas apa yang selama ini dilakukannya oleh dunia pendidikan kita? kalaupun yang diopinikan masyarakat itu adalah kesalahan berpikir, mengapa kualitas pendidikan di Indonesia tidak lebih baik dari negara lainnya, bukankah setiap hari upaya perbaikan pendidikan terus dilakukan mulai dari seminar sampai dengan pembuatan undang-undang system pendidikan nasional? Atau inilah yang dimaksud oleh Ivan Ilich bahwa "SEKOLAH itu lebih berbahaya daripada nuklir. Ia adalah candu! Bebaskan warga dari sekolah."

Jelasnya pendidikan (sekolah) bukanlah suatu proses untuk mempersiapkan manusia-manusia penghuni pabrik, berpenampilan elegan apalagi hanya sebatas regenerasi pegawai negeri sipil (PNS), tapi lebih dari itu adalah pendidikan merupakan upaya bagaimana memanusiakan manusia. Tentunya proses tersebut bukan hal yang sederhana butuh komitmen yang kuat dari setiap komponen pendidikan khusunya pemerintah bagaimana memposisikan pendidikan sebagai inventasi jangka panjang dengan produk manusia-manusia masa depan yang hadal, kritis dan bertanggung jawab. Kalau dunia pendidikan hanya diposisikan sebagai pelengkap dunia industri maka bisa jadi manusia-manusia Indonesia kedepan adalah manusia yang kapitalistik, coba perhatikan menjelang masa-masa penerimaan siswa/mahasiswa tahun ajaran baru dipinggir jalan sering kita temukan mulai dari spanduk, baliho, liflet, brosur, pamlet dan stiker yang bertuliskan slogan yang kapitalistik seperti " lulus dijamin langsung kerja, kalau tidak uang kembali 100%, adapula yang bertuliskan "sekolah hanya untuk bekerja, disini tempatnya" apalagi banyaknya sekolah-sekolah yang bergaya industri semakin memperparah citra dunia pendidikan yang cenderung lebih berorientasi pada pengakumulasian modal daripada pemenuhan kualitas pelayanan akademik yang diberikan. Akhirnya terlihat dengan jelas bagaimana mutu SDM Indonesia yang jauh dari harapan seperti dilaporkan oleh studi UNDP tahun 2000 yang menyatakan bahwa Human Development Indeks (HDI) Indonesia menempati urutan ke 109 dari 174 negara atau data tahun 2001 menempati urutan ke 102 dari 162 negara.

Jadi, tidak mengherankan kalau ditingkatan masyarakat memandang dunia pendidikan (sekolah) sampai hari ini seperti layaknya sebagai institusi penyalur pegawai negeri sipil (PNS) indikasi dari pandangangan tersebut bisa dilihat bagaimana animo masyarakat yang cukup tinggi ketika pembukaan pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) seolah-olah status/gelar akademik yang mereka capai (D1,D2,D3,S1,S2, dan S3) hanya cocok untuk kerja-kerja kantoran (PNS) hal inipun merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingkat pengangguran kaum terdidik setiap tahunnya bertambah sebab kesalahan motiv sekolah sebagai akibat dari prilaku sekolah yang kapitalistik akhirnya banyak melahirkan kaum terdidik yang bermentalitas "Gengsi gede-gedean"

Beberapa hal diatas setidaknya menjadi renungan bagi dunia pendidikan kita bahwa pendidikan bukanlah sesederhana dengan hanya mengupulkan orang lantas diceramahi setelah itu pulang kerumah mengerjakan tugas besoknya kesekolah lagi sampai kelulusan dicapainya (sekolah berbasis jalan tol), kalau aktivitas sekolah hanya monoton semacam ini maka pilihan untuk bersekolah merupakan pilihan yang sangat merugikan akan tetapi kalau proses yang dijalankannya tidak seperti sekolah jalan tol maka pilihan untuk beinvestasi di dunia pendidikan dengan jalan menyekolahkan anak-anak kita merupakan pilihan yang sangat cerdas. Oleh sebab itu sudah saatnya dunia pendidikan kita mereformasi diri secara serius khusunya bagaimana pembelajaran di sekolah itu bisa dijalankan melalui prinsip penyadaran kritis sehingga melalui kekuatan kesadaran kritis bisa menganalisis, mengaitkan bahkan menyimpulkan bahwa persoalan kemiskinan, pengangguran, dan lainnya merupakan persoalan system bukan karena persoalan jenjang sekolah. Inilah yang seharusnya menjadi muatan penting untuk diinternalisasikan disetiap diri siswa.

Selain itu, mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa sekolah itu tidak sekedar tahapan untuk bekerja kantoran menjadi salah satu agenda dunia pendidikan yang harus segera dilakukan sehingga masyarakatpun bisa memahami secara holistik untuk apa pendidikan itu dilahirkan. Agenda semacam ini akan bisa dijalankan secara baik kalau masing-masing insitusi pendidikan bertindak secara fair bagaimana proses penerimaan siswa baru tidak lagi memakai slogan yang menyesatkan. Mempertahankan sekolah yang kapitalistik sama saja menggerogoti minat dan motivasi masyarakat untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.


sebuah karya:
Nama : Muhammad Khairul Idaman
Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Tanggal: 27 Juni 2004
Judul Artikel:
Topik: Buat Apa Sekolah?


Outdoor Learning SMP Negeri 2 Banyuwangi
 
Outdoor Learning SMP Negeri 2 Banyuwangi

Rabu

TPS DAN TRIK

TIPS MEMILIH SEKOLAH


Sekolah itu penting, tapi bukan yang terpenting. Ilmu kehidupan jauh lebih penting. Karena banyak orang sukses (mungkin secara materi) bukan karena mereka “pintar” di sekolah, bahkan bisa dikatakan “bodoh” di sekolah seperti Thomas Alfa Edisson.
Berdasarkan fakta yang ada, banyak orangtua lebih cenderung memilih sekolah “favorit” untuk anaknya, orangtua kerap tak lagi memperhitungkan apakah anaknya bisa belajar dengan nyaman di sekolah tersebut, atau apakah benar sekolah tersebut sesuai dengan kematangan kepribadian dan kemampuan anak. Yang ada hanyalah perasaan aman orangtua karena merasa telah memberikan yang terbaik untuk anaknya atau sekedar jaga “gengsi” saja.
Untuk itu sedikit tips di bawah ini barangkali dapat menjadi jalan keluar bagi orangtua yang berkeinginan menyekolahkan anaknya di sekolah yang “baik”:
1.      Membuat daftar nama-nama sekolah untuk mempermudah observasi.
2.      Pilih sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah.
3.      Memastikan tenaga pengajarnya berkualitas baik dan memiliki perhatian besar terhadap kebutuhan murid.
4.      Sekolah memiliki program, visi dan misi yang baik.
5.      Sekolah memiliki fasilitas yang dapat menunjang dengan baik kegiatan belajar.
6.      Perhatikan banyaknya siswa yang diterima dengan banyaknya kelas, semakin kecil siswa di dalam kelas  maka akan semakin besar perhatian seorang guru.
7.      Pilih sekolah yang sesuai dengan kondisi keuangan.
8.      Carilah perbandingan/referensi tentang sekolah dari orang tua lain, yang pernah menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
9.      Bicarakan sekolah yang dimaksud dengan anak, agar sesuai dengan karakter anak.
Sekolah yang baik adalah sekolah yang menempatkan proses pendidikannya sungguh menjadi alat pembebasan, media pencerahan dan pemberdayaan diri. Pendidikan sungguh dimaknai sebagai upaya untuk membantu manusia (peserta didik) menemukan hakikat kemanusiaannya. Ini penting, di tengah perubahan zaman dengan segala dampaknya saat ini, membelajarkan anak agar menjadi pribadi-pribadi yang tahan uji (bermoral-berintegritas) dan berkarakter adalah kemutlakan. Semoga tips ini bermanfaat.
TIPS DAN TRIK YANG LAIN:

Selasa

PROFIL SMP NEGERI 2 BANYUWANGI

SMP NEGERI 2 BANYUWANGI
DARI MASA KE MASA

     SMP Negeri 2 Banyuwangi merupakan sekolah yang didirikan pada tahun 1954 yang awal mulanya berkonsentrasi pada program ekonomi dengan nama SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) yang beralamat di jalan Jaksa Agung Suprapto nomor 68 depan Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Saat bernama SMEP, sekolah ini dipimpin oleh Bapak R. Slamet. Perubahan status SMEP menjadi SMP Negeri 2 Banyuwangi didasarkan atas Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 30/U/1979 tanggal 17 Februari 1979. Sejak tahun 1986 SMP Negeri 2 Banyuwangi kemudian pindah di jalan Trunojoyo (sekarang jalan Ranggawuni) nomor 41 yang notabene berdekatan dengan Kantor Dinas Pendidikan Banyuwangi. 
     Setelah menjadi SMP Negeri 2 Banyuwangi, kepemimpinan di sekolah ini mengalami beberapa kali pergantian, yaitu: (1) Rakidjan (1976-1989), (2) Kardjono (1989-1995), (3) R. Tri Anggadjali Haknya Negara (1995-1998) dengan status sekolah berubah menjadi SLTP Negeri 2 Banyuwangi pada tahun 1997, (4) D. Ari Subroto (1998-2001), (5) Drs. Triyono Sulogo, M.M. (2001-2002), (6) Drs. Maslur, S.H. M.M. (2002-2006) dengan status sekolah berubah kembali menjadi SMP Negeri 2 Banyuwangi, (7) Drs. Heri Rahmat (PLT Kepala Sekolah tahun 2006, (8) Dra. Susi probowati, M.Pd. (2006-2009), (9) Drs. Subiyanto, M.Pd. (2009-2012), (10) Drs. Supriyadi, M.Pd (2012 - 2014), (11) Subiyantoro, M.Pd (2014 - 2019), (11) Dewi Astuti, M.Pd (2020 - sekarang)
Kelapa Sawit Untuk Penghijauan
     Jumlah personalia yang “mengawaki” SMP Negeri 2 Banyuwangi mencapai 42 orang dengan rincian: 31 orang merupakan guru PNS,   11 orang guru tidak tetap, 1 orang karyawan TU PNS, dan 12 orang pegawai tidak tetap.
     Dengan jumlah siswa mencapai 780 siswa, SMP yang berhasil mengantarkan salah seorang muridnya (Dinda Mulidya Wulandari) meraih medali emas ke kejuaraan pencak silat Kartini Cup di Jakarta pada tahun 2006 ini, mempunyai visi sebagai berikut: Berprestasi dan Bermoral dengan indikator: (1) berprestasi di bidang akademik, (2) berprestasi di bidang olah raga, (3) berprestasi di bidang kesenian, (4) disiplin dalam semua kegiatan, (5) sopan dan santun dalam berbahasa dan berperilaku, dan (6) aktif dalam kegiatan keagamaan. Di tahun 2015 juga prestasi olah raga bela diri sempat terwakilkan oleh nanda Bima Arya menjadi juara III nasional kelas Kata di Jombang serta ditahun 2016 pencak silat berhasil menelurkan dua Juara I, Juara II dan satu Juara III kelas tanding tingkat kabupaten.
Selamat Pagi Anakku
     Sementara misi yang tengah dijalankan oleh sekolah yang berhasil mengorbitkan muridnya (Nurrohman) meraih juara 1 pada cabang lari 400 meter putra tingkat Nasional tahun 2006 ini adalah: (1) melaksanakan pembelajaran dan bimbingan yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan tanpa mengabaikan segala potensi yang dimiliki siswa, (2) melaksanakan pembinaan yang intensif di bidang olah raga sesuai dengan bakat dan minat siswa, (3) meningkatkan daya kreasi di bidang seni sesuai dengan bakat dan minat siswa, (4) meningkatkan disiplin sehingga terbentuk sebuah budaya untuk patuh pada norma dan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat, (5) membiasakan diri berbahasa dan berperilaku yang sopan dan santun, dan (6) berperan secara aktif dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh sekolah dan masyarakat.
     Dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut, tentu tidak lepas dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi, tantangan itu berupa kesenjangan antara realitas dengan keadaan ideal yang diharapkan, yaitu: (1) Terjadinya penurunan pelanggaran tata tertib sampai dengan angka 10%. Hingga saat ini, tingkat pelanggaran tata tertib di SMP Negeri 2 Banyuwangi masih di posisi 20%; sedangkan keadaan yang diharapkan: pelanggaran tata tertib di kis`ran (minimal) 10%. Bahkan jika memungkinkan pelanggaran tata tertib bisa mencapai 0%. (2)
Siswa berprestasi dalam cabor Karate
Peningkatan daya serap siswa minimal mencapai 0,30. Kondisi saat ini rerata daya serap siswa pada setiap mata pelajaran mencapai 6,80; sedangkan peningkatan yang diharapkan adalah 7,10. Dengan demikian, terdapat selisih 0,30. Target selisih ini harus bisa dicapai dalam tempo 2 sampai 3 tahun. (3) Tim kesenian Drum Band mampu merebut juara II tingkat Kabupaten Banyuwangi. Grup Drum Band SMP Negeri 2 Banyuwangi pernah meraih juara III tingkat kabupaten. Kondisi yang diharapkan adalah juara II Kabupaten Banyuwangi. Dengan demikian, tantangan nyata yang dihadapi adalah satu tingkat. (4) Meningkatkan prestasi olah raga cabang basket minimal juara I di tingkat Kabupaten Banyuwangi. Tim basket SMP Negeri 2 Banyuwangi pernah meraih juara II tingkat kabupaten Banyuwangi. Sasaran selanjutnya adalah meraih juara I tingkat kabupaten. Tantangan nyata yang dihadapi SMP Negeri 2 Banyuwangi adalah satu tingkat.
     Program unggulan yang tengah dicanangkan SMP Negeri 2 Banyuwangi adalah (1) proses pembelajaran yang berbasis internet/multimedia, (2) pemberian tambahan pembelajaran bagi siswa unggul, dan (3) pelaksanaan program pembiasaan sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar. Pada tahun pelajaran 2020/2021 ini dalam bidang akademik mulai mengalami perbaikan dalam rangking OSN untuk mata pelajaran IPA yang naik peringkat ke 22 dalam seleksi tingkat propinsi. Dalam bidang non akademis di tahun pelajaran yang sama dari cabor Karate meraih Juara 2 KOSN seleksi tingkat kabupaten. 
     Berikut ini prestasi sekolah :
 
Tahun 2023:
  1. Adinda Ayu Lestari kelas 8C yang meraih Juara 3 Cipta Cerpen Bahasa Using
  2. Faza Aulia Rahma kelas 9A meraih Juara 2 Cipta Pentigraf Bahasa Jawa.
Tahun 2022:
  1. Juara 3 Tanding Pencak Silat Kelas D (39 - 42 Kg) Kejurkab Pencak Silat Antar Pelajar 20 - 25 Desember 2022 a/n Rizky Gustian Zaman 9A
  2. Juara 3 Basket Putri dalam Dies Natalies SMA Negeri 1 Giri 20 Desember 2022
  3. Juara 3 Kejurnas Renang Piala Gubernur Jatim a/n Alfian 9H. 5 Desember 2022
  4.  Juara 1 Futsal Harjaba Cup 2022, 25 November 2022
  5. Juara 1 dan Juara 2 Kategori Seni Tunggal Tangan Kosong dan Tanding Blambangan National Championship
  6. Juara 1 Tanding Blambangan National Championship a/n Rizky Gustian Zaman
  7. Juara 2 Kategori Tanding Blambangan National Championship 2 a/n Rama Bintang Tri Maulana
  8. Juara 1 Kategori Tanding a/n Pesona Edelweis Harapan Bangsa Hariyanto
  9. Juara 1 Pencak Silat Tunggal Tangan Kosong Blambangan National Championship 2 a/n Muh. Rafi Firdaus 8E
  10. Juara 1 Pencak Silat Seni Tunggal Tangan Kosong Blambangan National Championship 2 a/n Balqis Chomsa Fitriani dari kelas 8E
  11. Juara 1 Putri Galang Scout Exploration Tahun 2022
  12. Juara Harapan 1 Putra Galang Scout Exploration Tahun 2022
  13. Juara 1 Judo Kelas -60 kg Tingkat Kab. Banyuwangi a/n Surya Wijaya
  14. Juara 2 Judo Kelas -66 kg Tingkat Kab. Banyuwangi a/n Aryo Bimo Susianto
  15. Juara 4 English Story Telling Contest SMP Se Kabupaten Banyuwangi a/n Naura Delasecha Azzahro, 31 Oktober 2022 kelas 8A
  16. Juara 3 Renang O2SN 50 meter gaya punggung putri a/n Khalisa Putri Cinta Andini
  17. Juara Harapan 1 Renang O2SN 50 meter gaya dada putra a/n Alfian Akbar Maulana
  18. Juara Harapan 1 O2SN a/n Ethiya Adzra Kahila
  19. Juara Harapan 2 Silat O2SN a/n Shofi Dwi Safitri
  20. Juara 1 Komite Kejurkab FORKI, 20 Agustus 2022 a/n Farrel Raditya kelas 8E
  21. Juara 1 Tanding Pencak Silat Bali Open Championship  a/n Pesona Eidelweis kelas 7C
  22. Juara 1 kelas 4x100 m estafet surface Kelompok Umur C Putra, Kejurda Finswimming Jatim Tahun 2022 di Surabaya tanggal 25 - 27 Maret 2022 a/n Alfian Akbar Maulana 8H.
  23. Juara 1 Seni Tunggal IPSI dan Juara 2 Tanding Kelas D Pencak Silat Banyuwangi Championship 2022, 21 - 22 Maret 2022 a/n A. Fahrur Rosyid 9D
  24. Juara 1 Seni Tunggal IPSI Pencak Silat Banyuwangi Championship 2022, 21 - 22 Maret 2022 a/n Muh. Firdaus 7E dan Balqis Choirunisa 7E
  25. Juara 2 Seni Tunggal IPSI Pencak Silat Banyuwangi Championship 2022, 21 - 22 Maret 2022 a/n Vida Dwi Syacharani 9D
  26. Juara 1 LT II Pramuka Putri, 19 Maret 2022
  27. Juara 2 LT II Pramuka Putra, 19 Maret 2022
  28. Juara 2 E-Sport Tingkat Kabupate
  29. Juara 1 Junior Basket Spendaba Banyuwangi Championship dan pemain terbaik a/n Raka, 18 - 20 Maret 2022
 Tahun 2021:
  1. Juara 2 Kata Beregu dan Juara 3 Kumite Beregu Kejurda INKAI Propinsi Jawa Timur, 18-19 Desember 2021 a/n Rangga 9G
  2. Juara 1 Basket Putra Piala Harjaba Kab. Banyuwangi, 19 Desember 2021
  3. Medali Emas Kompetisi BRAIN TEACH COMPETITION bidang IPA tingkat Nasional a/n Azzahra Amarilla Milan Iswahyudi 9H, 30-31 Oktober 2021
  4. Juara 2 Cipta Musik Tradisi FLS2N Propinsi Jawa Timur 
  5. Juara 3 Cipta Musik Tradisi FLS2N Kabupaten Banyuwangi
  6. Juara 3 Latih Tanding Universal Taekwondo Indonesia (UTI) Pro  Go To Internasional Antar Pelajar a/n M. Niko Alhar 8H
  7. Juara 1 KOSN tingkat Kabupaten cabor Pencak Silat a/n Achmad Fahrur Rosyid 8D
  8. Juara 2 Pencak Silat se Jawa Timur a/n A. Fahrur Rosyid 8D
  9. Juara 1 dan 3 dalam Festival Kembang Sulur
  10. Juara 2 Tunggal SMP Putra Pencak Silat Suaka Pasung Laksa di bulan April a/n M. Fahrur Rosyid 8D
  11. Juara 3 Menulis Artikel di MAN 1 Banyuwangi a/n Farra Azzahrani 9H
Tahun 2020:
  1. Juara 2 Pencak Silat Bali Championship a/n Tzaqifa 8C
  2. Juara 2 Kejurkab Judo 2020 kelas 66 kg a/n Leo Dwi Masdika 9C
  3. Juara 1 Kejurkab Drumband 2020 Individual Contest Kategori Drum Mayor  a/n Karina Mahsa Aline 8C
  4. Juara 2 Kejurkab Drumband 2020 Individual Contest Kategori Drum Mayor a/n Vania Chusnul Azahra. B 8E
  5. Juara 3 Kejurkab Drumband 2020 Individual Contest Kategori Drum Mayor a/n Theresia. 8C
  6. Juara 1 Kejuaraan Silat Banyuwangi International Championship kategori tanding putri a/n Tzaqifa kelas 8C
  7. Juara 1 Kejuaraan Silat Banyuwangi International Championship kategori tanding putri a/n Cintya Cici Nurma Yunita kelas 7C
  8. Juara 1  Kejuaraan Silat Banyuwangi International Championship kategori tanding putri a/n Dewi Siti Nur Aisyah kelas 9C
  9. Juara 3 Kejuaraan Silat Banyuwangi International Championship kategori tanding putri a/n Martha Indra Hapsari kelas 7A
  10. Juara 1 Kejuaraan Taekwondo Blambangan Taekwondo Bupati Banyuwangi Pro Cup VI 2020 Kategori Kyourugi a/n Muhammad Noco Alhar kelas 7E
  11. Juara 1  Kejuaraan Taekwondo Blambangan Taekwondo Bupati Banyuwangi Pro Cup VI 2020 Kategori Kyourugi a/n Reza Farevy kelas 8G
  12. Juara 3 Kejuaraan Taekwondo Blambangan Taekwondo Bupati Banyuwangi Pro Cup VI 2020 Kategori Kyourugi a/n Diva Ayu Bunga kelas 9E
  13. Juara 3 Kejuaraan Taekwondo Blambangan Taekwondo Bupati Banyuwangi Pro Cup VI 2020 Kategori Kyourugi a/n Revalina Ishma kelas 9E
  14. Runner Up Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) tahun 2020  cabor Karatea/n Rangga Dwi kelas 8G
  15. Juara 1 Kreasi Tari Daerah
  16. Runner Up Video terbaik Banyuwangi Ayo Mengajar
  17. Runner Up Video terbaik SAS Berbagi
  18. Juara 2 Puisi dan Juara 3 Bercerita dalam Bulan Bahasa tahun 2020
  19. Juara 1 Beregu Festival Seni Bela Diri Pencak Silat Tradisional
  20. Juara 3 Kategori Ganda Putri Tingkat Pra Remaja PS Virtual Tournament Open 2020 se Nusantara a/n Tzaqifa kelas 9C

Tahun 2019:
  1. Peraih 2 medali emas, 4 perak, 6 perunggu dalam Blambangan Taekwondo Bupati Banyuwangi Pro Cup V di Graha Sport Genteng Banyuwangi.
  2. Juara 1 Mandiri Banyuwangi Half Marathon 5 K atas nama Inez Aditya.
  3. Juara 2 Yunior Woodball dan Juara 1 Senior Woodball Tingkat Propinsi Jatim
  4. Juara 1 Gombengsari Plantation Run atas nama Inez Aditya
  5. Juara 1 Cipta Puisi Olimpiade Literasi  
  6. Juara 1 dan 2 Renang Estafet atas nama Galang Rizky Akbar Ananda Iqbal 
  7. Juara 3 Tanding Putri International Open Tournament Pencak Silat Bali Internasional Championship I Tahun 2019
  8. Juara 1 Scout Lantern Carnival 2019 HUT PRAMUKA ke 58, 14 Agustus 2019
  9. Juara 1 Kejuaraan Tinju Amatir Se-Jatim atas nama Vemas Rizqi
  10. Juara 1 Kata dan Juara 1 Komite Beregu, Kejuaraan Karate Jember Open Championship 2019 Dandim 0824 Cup tanggal 18 - 20 Oktober 2019. Atas Nama: Rangga Dwi Putra Darmawan 7G.
  11. Juara 2 Lomba Baca Berita Bulan Bahasa Zona 1, atas nama Farra Azzahrani 8H
  12. Juara Harapan 1 Lomba Penyuluhan Bahasa Zona 1, atas nama: Nova Rinta 8F 
  13. Juara 1 PA Kejurkab Judo 55 kg a/n: Legar Mahesa Firmansyah
  14. Juara 1 PA Kejurkab Judo 60 kg a/n: Hendra Lesmana 
  15. Juara 3 PA Kejurkab Judo 66 kg a/n: Dwiki Darmawan
  16. Juara 1 PA Kejurkab Judo 65 kg a/n: Leo Dwi Masdika
  17. Juara 3 PA Kejurkab Judo 73 kg a/n: Panji Kusuma
  18. Juara 2 PA Kejurkab Judo 73 kg a/n: Zulfikar Mubarok
  19. Juara 1 PI Kejurkab Judo 52 kg a/n: Amalia Illa Rohawani
  20. Juara 1 PI Pencak Silat Kelas Tanding 40 kg Kejuaraan Se Jawa Bali Pencak Silat Blambangan Championship 16-17 Nopember  a/n Tsaqifa 8C
  21. Juara 2 Three on Three Basket Se Kab. Banyuwangi
  22. Juara 1 Gyeorugi Kadet U-14 Putra a/n Rizky AP 8C 
  23. Meraih 2 medali perak dalam Kejurnas UTIPro Airlangga Cup 2019 a/n Moh. Nico Alhar 7E
  24. Juara 3 Bola Basket PA Piala Wabup Cup 2019. 
  25. Juara 3 Pencak Silat Antar Pelajar SMP/MTs se Kabupaten Banyuwangi
Judo SMP Negeri 2 Banyuwangi
SMP Negeri 2 Banyuwangi
SMP Negeri 2 Banyuwangi Juara 1 Tinju Amatir Se-Jatim
 Tahun 2018:
  1. Juara 1 Samroh PSP 2019 Kabupaten Banyuwangi
  2. Juara 3 Gitar Solo PSP 2019 Kabupaten Banyuwangi
  3. Juara 3 Karnaval Sepeda Hias HUT RI ke 73
  4. Juara 3 Drumband Porkab 2018
  5. Juara 2 Panahan Porkab 2018
  6. Juara 1 Hockey Putri Porkab 2018
  7. Juara 2 Tarung Drajad Putri Porkab 2018
  8. Juara 3 Tarung Drajad Putra Porkab 2018
  9. Juara 1 Musikalisasi Puisi Bulan Bahas
Tahun 2017:
  1. Juara 2 Vokal Lagu Daerah Tingkat Propinsi Jawa Timur.
  2. Juara 1 Banyuwangi Eco School
  3. Juara 3 Hockey Pengprov Jatim
Siswa Berprestasi SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kepala Sekolah menyambut kunjungan Bupati Banyuwangi
Taekwondo SMP Negeri 2 Banyuwangi
Uji Public SMP Negeri 2 Banyuwangi

Bupati Banyuwangi mengamati suasana sekolah bersama Kepala DInas Pendidikan dan Kepala Sekolah

Sabtu

BELAJAR DENGAN BAIK


Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu
6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin