VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERKARAKTER, BERPRESTASI, DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN

Kamis

HARJABA

SMP Negeri 2 Banyuwangi
dalam Pameran Harjaba

Panitia: Hermin Susilowati, M.Si memberikan penjelasan.
Turut memeriahkan Hari jadi Banyuwangi ke 241, SMP Negeri 2 Banyuwangi diberi kesempatan mengikuti kegiatan pameran Hari Jadi Banyuwangi yang dilaksanakan di Taman Blambangan Banyuwangi pada tanggal 6 Desember 2012. Pada kesempatan pameran ini SMP Negeri 2 Banyuwangi melakukan unjuk kemampuan dengan menampilkan beberapa karya/kegiatan yang pernah dilakukan/dipraktekan di dalam laboratorium IPA.

Dalam kesempatan ini siswa menampilkan kemampuan berpraktiknya berupa menghidupkan lalat yang telah mati, menyalakan lampu dengan memanfaatkan jeruk lemon, dan membuat hujan buatan. Disamping itu dalam menunjang kegiatan belajar sehari-hari siswa juga memanfaatkan kemampuan memfasilitasi internet dengan membuat aplikasi web blog, dan memanfaatkan website geschool sebagai sumber belajar kelas IX. Tidak hanya kegiatan ini saja, siswa sekolah dasar (SD) juga diberi kesempatan untuk berperan aktif dengan mengikuti kuis yang disediakan oleh panitia.


Sabtu

MENGHIJAUKAN SEKOLAH

AMBIL MANFAAT RTH 30%

Pemanasan global mengakibatkan berubahnya siklus iklim yang begitu ekstrem, memandang itu semua sekolah sebagai lingkungan intelektual setidaknya memberikan nuansa keilmuan dan kemanfaatan secara langsung yang berhubungan dengan penghijauan. Bukan jadi satu tindakan yang harus ditunda lagi manakala dunia ini sudah menunjukkan ketidakramahan pada iklimnya, barangkali suasana saat ini tidak sama dengan suasana udara pada duapuluhan tahun lalu. Rusaknya alam berangkat dari kemajuan ilmu dan teknologi untuk itu sepantasnyalah kita yang berada di lingkungan pengemban ilmu pengetahuan untuk mengkampanyekan penghijauan.

Dalam peraturan tentang Ruang Tata Hijau (RTH) diisyaratkan bahwa kota harus memiliki 30% wilayahnya merupakan ruang hijau yang artinya kota harus menyisakan 30% luas keseluruhan wilayahnya untuk penghijauan. Tidak hanya berbentuk taman kota, instansi pemerintah/swasta hingga sekolah sekalipun harus mulai menghijaukan lahannya dengan tanaman-tanaman rindang dan menahun serta jenis bunga yang bertahan dalam cuaca panas.

Setidaknya dengan melakukan penghijauan di sekolah kita melakukan sebuah misi menyelamatkan bumi, mengapa? Karena kita menyumbang peran yang berupa:

  1. ikut menambah fungsi penghijauan sebagai paru-paru sekolah yang menciptakan suasana sejuk dan rindang.
  2. ikut melancarkan sirkulasi udara/siklus pernapasan.
  3. ikut serta melestarikan dan menciptakan suasana indah.
  4. ikut serta melestarikan dan memelihara sumber air tanah.
  5. ikut serta menyumbang laboratorium mini.
  6. ikut serta mengembangkan kurikulum sekolah berbasis lingkungan.
Setidaknya tulisan ini merupakan refleksi dari sekolah yang mengikuti lomba adi wiyata dan adipura yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 yang lalu. Semoga SMP Negeri 2 Banyuwangi menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan.

Senin

Halal Bihalal

MENDIDIK KARAKTER UNTUK
CINTA SILATURAHIM

Masa libur hari raya Idul Fitri telah usai, dan kegiatan belajarpun mulai dilaksanakan tanggal 27 Agustus 2012. Setelah sebulan penuh berpuasa wajib di bulan Ramadhan bagi siswa beragama Islam dan libur telah usai, siswa siswi pun mulai belajar di sekolah dan diawali dengan kegiatan silaturahim kepada bapak/ibu guru serta karyawan SMP Negeri 2 Banyuwangi. Kegiatan yang diikuti oleh seluuruh siswa berlangsung dengan khidmat.

Satu persatu siswa mulai dari kelas 7 sampai dengan kelas 9 melakukan silaturahim dengan bergiliran melakukan kegiatan halal bihalal dengan ucapan saling memaafkan satu sama lain. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya setelah hari raya Idul Fitri.

Yang menarik dari kegiatan halal bihalal ternyata terungkap bahwa asal muasal istilah dari halal bihalal diyakini muncul pada waktu pemerintahan Mangkunegaran I atau biasa disebut dengan Pangeran Sambernyawa, manakala pada waktu itu sang raja merasakan perlu adanya penghematan waktu sang raja ketika melakukan silaturahim dengan abdi dalem keraton, prajurit, dan rakyat. Untuk itulah sang raja seusai shalat Idul Fitri melakukan kegiatan silaturahim (halal bihalal) langsung dengan semua lapisan masyarakat.

Ternyata aktivitas seperti ini diikuti juga oleh organisasi-organisasi yang ada pada waktu itu, hingga sampailah pada waktu sekarang dimana halal bihalal menjadi kebiasaan sebuah istilah yang dimanfaatkan untuk bersilaturahim meskipun dalam ungkapan bahasa Arab ternyata halal bihalal tidak memiliki kandungan arti.




Selasa

Reuni alumni 91/92 SMP N 2 Banyuwangi

Santunan Untuk Anak Yatim
(dari Alumni untuk Adik Tercinta)

     Apa yang dilakukan oleh alumni tahun 1991/1992 SMP Negeri 2 Banyuwangi ini patut diacungi jempol, masalahnya jarang sekali reuni yang biasanya selalu ditetapkan ketika Idul Fitri digantikan dengan menyantuni anak yatim terlebih anak yatimnya adalah adik kelas yang terpaut jauh. Bertempat di Mushollah SMP Negeri 2 Banyuwangi pada hari Sabtu, 11 Agustus 2012 sekitar 50 anak yatim SMP Negeri 2 Banyuwangi berkumpul untuk mengikuti buka bersama yang sekaligus santunan untuk anak yatim sebagai wujud cinta kasih alumni untuk adik-adiknya.
     Dalam kesempatan tersebut salah satu perwakilan alumni menyatakan, pemberian santunan ini merupakan ide teman-temannya untuk mengingat almamater sekolah, namun demikian ini merupakan langkah    awal untuk mengumpulkan semua alumni dalam satu acara, ujar Syamsul Hadi yang tercatat sebagai anggota Satpol PP tersebut. Tidak luput juga dalam kesempatan ini para alumni mengenang masa-masa ketika masih bersekolah, dimana pada tahun tahun delapanpuluh sampai era sembilanpuluhan SMP Negeri 2 Banyuwangi masih berupa kebun sehingga interaksi dengan aktivitas agraris masyarakat sangatlah dekat, disamping itu pula alumni juga mengenang sikap tegas para guru dalam menghadapi dan menangani kenakalan siswa pada waktu itu.
     Nurhayati menyampaikan kesempatan untuk berpesan kepada adik-adiknya untuk dapat saling berbagi walaupun sudah menjadi alumni SMP Negeri 2 Banyuwangi. Sementara itu, Humas SMP Negeri 2 Banyuwangi Karyono, S.Pd, M.T. menyambut baik niat para alumni bahkan sekolah siap untuk memfasilitasi pertemuan para alumni.

Kamis

Pelepasan Siswa Kelas IX
Tahun 2012 Sangat Meriah

     Dihadiri ratusan siswa kelas 7, 8 dan 9 suasana pelepasan siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Banyuwangi pada tanggal 31 Mei 2012 di Rumah Makan Pondok Wina berlangsung meriah, acara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini didahului dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan pembacaan sari tilawa dan tari Jejer Gandrung. Dalam sambutannya ketua pelaksana Drs. T. Gunawan berpesan untuk setiap lulusan SMP Negeri 2 Banyuwangi tetap menjaga Visi sekolah Berprestasi dan Bermoral, jangan sampai alumni berprilaku yang bertentangan dengan norma agama, hukum dan masyarakat. Hal ini senada dengan apa yang diinginkan oleh komite sekolah yang diwakili oleh bapak Tanto berharap untuk kelas 9 sukses dalam menapaki hidup.
     Dalam sambutanya Kepala Sekolah bapak Supriyadi, M.Pd menyampaikan tiga sifat manusia yang bisa merusak diri diantaranya kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti dan mengagumi diri sendiri yang berlebihan. Disela-sela sambutannya Kepala Sekolah mengingatkan siswa untuk menanti pengumuman tanggal 2 Juni nanti di rumah masing-masing mulai pukul 12.00 - 14.00 WIB, dan tidak melakukan konvoi atau hura-hura lebih baik dirayakan dengan rasa syukur. Adapun siswa kelas 7 dan 8 diminta untuk senantiasa meningkatkan belajarnya dan tetap semangat, Kepala sekolah juga memberikan kabar gembira pada seluruh warga sekolah bahwasanya SMP Negeri 2 Banyuwangi menjadi pilot project pelaksanaan program Lesson Study.
     Sejumlah alumni pun hadir memberikan motivasi pada seluruh siswa yang hadir, diwakili oleh Nurhayati dan Slamet alumni tahun 1991/1992 perwakilan alumni berbagi cerita dan pesan untuk seluruh siswa agar menjadi kader bangsa berkualitas, berakhlak mulia dan mampu memberikan contoh di masyarakat. Tidak lupa pula alumni berpesan pada adik-adiknya untuk selalu berorganisasi karena dengan berorganisasi kesulitan apapun akan selalu dapat diatasi.
     Acara yang berakhir pukul 12.00 ini juga dimeriahkan dengan kebolehan siswa dalam mengapresiasi seni berupa tari, lagu, kelompok band, teater serta seni pencak silat yang kesemuanya murni ditampilkan oleh siswa SMP Negeri 2 Banyuwangi. Pada pengujung acara penutupan siswa kelas 9 dan dewan guru melakukan acara ramah tama dan foto bersama.

Sabtu

SUMPAH PEMUDA

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin


SEBUAH HARAPAN UNTUK DIRENUNGKAN:
Pemuda harus tampil kuat dengan semangat solidaritasnya, teguh integritasnya, serta profesional dalam bidang pengabdiannya. 
  1. Solidaritas pada dasarnya mengandung nilai empati sosial yakni kemampuan merasakan penderitaan sesama dan kesadaran untuk berbagi rasa dengan orang lain. 
  2. Integritas ditandai dengan adanya keteguhan akhlak, moralitas, sikap berani, dan bertanggung jawab.
  3. Profesionalitas mengandaikan adanya etos kerja, kemanapuan inovasi, produktivitas, dan kemampuan berdaya saing. 
Ketiga pilar inilah; solidaritas, integritas, dan profesionalitas, yang perlu kita kembangkan sebagai modal terbesar bagi pemuda dalana mengokohkan nasionalisme dan memperkuat pembentukan karakter bangsa (nation and character building), demi menuju masa depan bangsa yang lebih sejahtera dan bermartabat.


by: Ahmad Amin Udin, S.Pd, S.ST

Rabu

ASAL USUL ISTILAH BLOG

MENELUSURI ISTILAH BLOG
oleh: Ahmad Amin Udin, S.Pd, S.ST

Antara blog dan website sangatlah berbeda tipis, ada beberapa kalangan yang menganggap blog adalah sebuah website, dan sebagian kalangan juga ada yang menganggap blog bukanlah sebuah website. Terlepas dari itu semua, kita hanya dapat membedakan antara blog dan website adalah dilihat dari:
  1. Komersial, website merupakan sebuah situs yang komersial (berbayar) sedangkan blog merupakan website yang gratis. Untuk saat ini blog juga menawarkan yang berbayar yang pada akhirnya menjadi sebuah website.
  2. Content/isi, lebih detail dan spesifik sebuah website memiliki arti khusus bagi sebuah perusahaan/instansi atau individu  sedangkan blog dibuat sebagai sarana mengungkapkan "rasa" pendapat, opini dan ide-ide.
Dua pendapat di atas adalah pendapat pribadi yang mewakili ungkapan pribadi dalam perbedaan mengenai istilah blog. Terlepas dari itu semua istilah blog berawal dari tahun 1997 dimana Jom Barger menciptakan istilah weblog yang diambil dari kata "logging the web". hingga tahun 1999, Peter Merholz menyebutkan istilah weblog sebagai wee-blog hingga dibuat pendek menjadi blog.
Pada Juli 1999 Blogger.com merupakan web service yang memungkinkan orang yang bahkan tidak memiliki kemampuan html sekalipun mampu menciptakan dan mengelola blog, pada saat inilah semakin tenarnya istilah blog, untuk saat ini semakin banyak web service yang menyediakan pembuatan blog/website gratis, seperti: webs.com, wordpress.com, web50.com, dsb.
 
sumber: http://bloggingly.com/sejarah-asal-usul-kemunculan-blog/

Sabtu

LULUSAN TAHUN 2011

 LULUS, MAU SEKOLAH KEMANA?
disampaikan oleh: Ahmad Amin Udin, S.Pd, S.ST
Memilih sekolah hendaknya dengan mengukur kemampuan, diantaranya adalah: ekonomi orang tua dan juga kemampuan daya pikir sang anak. Setiap anak memiliki bakat dan potensi yang berbeda. Tidak semestinya orang tua memaksakan pilihan sekolah kepada anak-anaknya. Secara ekonomi barangkali orang tua mampu ‘membeli’ bangku sekolah, tapi apa jadinya jika sang anak tidak bisa mengikuti pelajaran yang diberikan. Berikan kesempatan dan kepercayaan kepada anak untuk memilih sekolah. Arahkan dan berikan alasan yang bisa diterima jika pilihan mereka tak sesuai dengan harapan kita. Tidak selamanya baik juga jika anak diberikan kebebasan memilih sekolah sesukanya saja. Harus dimusyawarkan, dipilih dan dipilah plus minusnya.

Memilih sekolah hendaknya tidak hanya melihat status negeri atau swasta, juga bukan  menjadikan kemegahan gedung dan kelengkapan fasilitas sebagai tolak ukurnya. Jauh lebih penting adalah  yang  memberikan lingkungan dan pendidikan seperti yang kita inginkan. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang taqwa, cerdas, terampil sesuai slogan pendidikan di negeri kita.

Sekolah mana yang akan dipilih? Jangan asal favorit, jangan asal berfasilitas kumplit, jangan asal terlihat elit. Pilihlah sekolah yang bisa menghasilkan siswa siswi yang taqwa, cerdas dan terampil. Taqwa itu yang utama. Kecerdasan dan ketrampilan yang dilandasi ketaqwaan akan membawa kemaslahatan. Sebaliknya, kecerdasan dan ketrampilan tanpa dilandasi ketaqwaan, akan mendatangkan kemudharatan. Ketaqwaan tanpa disertai kecerdasan akan menjadi sesat. Tak akan bernilai apabila sesuatu termasuk ibadah dilakukan tanpa ilmu. Ketaqwaan dan kecerdasan akan mandul dan sekedar menjadi teori tanpa memiliki ketrampilan untuk mengamalkannya.
  

Selasa

MEMORY WISATA USING 31 MEI 2011

BERPISAH BUKAN BERARTI
PUTUS TALI SILATURAHIM


Suasana ceria dan haru mengiringi acara perpisahan untuk 6 guru SMP Negeri 2 Banyuwangi di Lokasi Wisata Using desa Kemiren Kab. Banyuwangi. Guru tersebut adalah: 
  1.   Drs. Soewarno, tugas baru di SMP Negeri 5 Banyuwangi
  2.  Sudai, S.Pd, tugas baru di SMK Negeri 1 Glagah
  3.  Drs. Ashari, tugas baru di SMP Negeri 1 Songgon
  4.  Bowo Pranoto, S.Pd, tugas baru di SMP Negeri 1 Banyuwangi
  5.  Iroe Soekartono Mahdi, M.Pd, tugas baru di SMA Negeri 1Giri
  6.  Dra. Siti Hanifah, memasuki masa pensiun pada bulan Juni 2011

Sekilas dalam sambutannya Bapak Kepala Sekolah Drs. Soebiyanto, M.Pd, terkesan dengan guru-guru SMP Negeri 2 Banyuwangi yang dapat menjaga kekeluargaan dan kekompakan sehingga dapat diselenggarakannya kegiatan perpisahan ini.
Yang lebih istimewa lagi adalah, dalam acara perpisahan ini bertepatan dengan hari ulang tahun bapak Kepala Sekolah yang disambut juga dengan koor lagu selamat ulang tahun.

Sabtu

TEMPAT MULIA BAGI ILMU

TEMPAT MULIA BAGI ILMU


Ilmu adalah sesuatu yang mulia. Artinya, ia juga memerlukan tempat yang mulia, yakni hati para pencari ilmu yang senantiasa bersih. Jika tidak, adanya ilmu tidak malah membawa kepada keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena ia tidak memberikan manfaat kepada penuntutnya. Nah berikut ini adalah beberapa sifat yang harus dimiliki oleh pencari ilmu, hingga diri mereka menjadi “rumah” ideal bagi ilmu itu sendiri.

AKHLAK MULIA
Murid yang baik adalah mereka yang senantiasa membersihkan hati dari akhlak yang tidak baik, seperti dengki, sombong, marah, atau merasa ta’jub terhadap dirinya.

MENGUTAMAKAN ILMU DIBANDING LAINNYA
Pencari ilmu hendaknya lebih menyibukkan diri kepada ilmu dibanding aktivitas-aktivitas dunia lainnya. Hal ini sesuai dengan sebuah ungkapan  para salaf, “Ilmu tidak akan memberikan sebagian darinya kepadamu, sebelum engkau memberikan semuanya kepadanya.”

TIDAK SOMBONG TERHADAP ILMU DAN GURU
Para murid wajib menghormati guru mereka. Sikap sombong terhadap ilmu dan guru  dapat menghalangi murid mendapatkan ilmu. Sebab karena ia merasa cukup dengan apa yang ia peroleh dan gengsi jika mengambil pengetahuan dari guru dan ilmu yang ia anggap rendah.

SABAR MENJALANI TINGKATAN-TINGKATAN KEILMUAN
Ilmu amatlah luas dank arena kelemahan manusia dan keterbatasan umur, kita tidak mampu menguasai banyak ilmu dalam waktu yang singkat, sehingga pencari ilmu hendaknya bersabar dalam melalui tingkatan-tingkatan dalam penguasaan ilmu.

MENGETAHUI ILMU YANG DIPRIORITASKAN
Dalam dunia pendidikan, ada banyak disiplin ilmu yang harus dipelajari. Hal ini menuntut kepada pencari ilmu untuk mengetahui mana ilmu yang harus dipelajari terlebih dahulu, disbanding ilmu yang lainnya.

ORIENTASINYA BENAR
Bagi pencari ilmu, niat baik sebelum mencari ilmu adalah hal yang perlu diutamakan. Hendaklah mereka mencari ilmu dalam rangka untuk wasilah mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk tujuan meraih materi, dan kedudukan di mata manusia atau untuk kekuasaan.

Sumber: edisi khusus suara hidayatullah 2011