VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERKARAKTER, BERPRESTASI, DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN

Rabu

HARDIKNAS 2018

Hari Pendidikan SMP Negeri 2 Banyuwangi
2 Mei 2018

HARDIKNAS 2018
   Upacara Bendera dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 berlangsung khidmat di halaman SMP Negeri 2 Banyuwangi dengan pembina bapak Ahmad Zainul Arifin. Dalam hari pendidikan nasional ini sekolah juga mengirimkan delegasi sebagai peserta upacara di Taman Blambangan sekaligus juga menjadi peerta pengisi stand pameran dengan menampilkan potensi keunggulan sekolah yaitu kantin kejujuran.
   Dalam pidato menteri pendidikan yang di bacakan pembina upoacara terungkap, bahwa dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini kita mengambil tema "Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan". Sesuai dengan tema tersebut, marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.
    Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan. Pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan.
   Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB I, Pasal 1 ayat 2, disebutkan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. Di sinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan nasional kita menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulalah bangunan pendidikan nasional Indonesia. Di samping itu, disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional kita. Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang.
    Demikianlah sepenggal sambutan menteri pendidikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, untuk delegasi stand pameran SMP Negeri 2 Banyuwangi menampilkan potensi sekolah dalam mengelolah kantin baik itu kantin sehat maupun kantin kejujuran. Stand SMP Negeri 2 Banyuwangi juga menjadi jujugan bupati Banyuwangi seusai menjadi inspektur upacara di Taman Blambangan.
Kunjungan Bupati Banyuwangi di Stand Pameran SMP Negeri 2 Banyuwangi
Malam Persiapan Stand Pameran Pendidikan SMP Negeri 2 Banyuwangi
Upacara Hari Pendidikan Nasional SMP Negeri 2 Banyuwangi
Suasana Ceria Usai Upacara HARDIKNAS SMP Negeri 2 Banyuwangi
Foto Bareng Petugas Upacara SMP Negeri 2 Banyuwangi
Dewan Galang SMP Negeri 2 Banyuwangi di depan Stand Pameran


Kamis

UNBK 2018

Ujian Tahun Pertama UNBK Mandiri
SMP Negeri 2 Banyuwangi

    Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 berakhir tanggal 26 April 2018, bagi SMP Negeri 2 Banyuwangi tahun 2018 merupakan tahun pertama sekolah mengikuti UNBK mandiri, sebelumnya saat UNBK tahun 2017 sekolah bergabung dengan SMK Negeri Glagah Banyuwangi. Suksesnya pelaksanaan UNBK ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat khususnya walimurid yang terkoordinasi dengan komite, memberikan sumbang pemikiran dalam swadaya menghadirkan 70 unit komputer dan 4 server. Dari total 96 unit komputer diantaranya terdapat 30 unit komputer milik laboratorium TIK dengan kondisi layak digunakan UNBK, sehingga sedikit banyak meringankan sekolah dan komite dalam menyiapkan perangkat komputer untuk ujian yang berbasis komputer.
    Sebelum pelaksanaan UNBK terlebih dahulu siswa dibekali materi kerohanian zikir dan doa dengan tujuan memberikan pemantapan spiritual siswa dengan harapan saat berada dalam posisi mengerjakan soal UNBK siswa semakin termotivasi  untuk tetap fokus dan berprestasi. Iringan zikir dan doa dilakukan pada 30 menit sebelum siswa masuk ruang dan kegiatan zikir dan doa dilakukan di mushola sekolah. Ada banyak yang tersampaikan dalam pengisian kerohanian di mushola sekolah diantaranya informasi tentang tata tertib UNBK, informasi terkait dengan kedisilinan siswa dalam ruang serta bagaimana membiasakan siswa untuk berzikir dan berdoa sebelum melaksanakan UNBK.
    Panitia UNBK juga menyiapkan 4 proktor yang terdiri dari 1 proktor utama dan 3 proktor yang mengoperatori server, serta 1 teknisi. Sama seperti sekolah lainnya kendala pelaksanaan UNBK di hari pertama adalah lambatnya respon server pusat dalam merilis TOKEN ujian, setelah ditelusur ternyata di hari pertama ujian diadakanya maintenance server pusat. Hari kedua tanggal 24 April kegiatan ujian lebih kondusif, hanya saja teknisi yang dibantu oleh 2 personil tambahan bekerja keras untuk melakukan perbaikan CPU. Sebagai salah satu langkah untuk memperlancar kegiatan UNBK, teknisi mengganti komputer yang bernasalah dengan komputer cadangan. Hari ketiga tanggal 25 April dan 26 April yang merupakan hari terakhir kegiatan UNBK lebih kondusif lagi karena pada saat ini perangkat komputer sudah stabil tanpa gangguan yang berarti.
    Berdasarkan kegiatan dan pantauan di lapangan, ada beberapa catatan penting proktor dan teknisi, yaitu:
  1. Stabilnya layanan Internet, Internet bisa dikatakan sebagai ujung tombak suksesnya UNBK dengan stabilnya signal internet berarti pintu menuju server pusat terbuka. Tidak sedikit untuk sekolah-sekolah yang berada di luar jangkauan signal internet, harus berusaha mencari cara mendapatkan signal internet bahkan harus menumpang di rumah masyarakat pun harus dilakukan
  2. Perangkat Komputer yang optimum, perangkat komputer mulai dari CPU, Monitor, Mouse dan Keyboard adalah beberapa hardware yang tidak bisa dianggap enteng. Meski pun masing-masing hardware ini memiliki fungsi sendiri-sendiri namun kejelian untuk memilih hardware yang baik harus juga diperhatikan karena berkaitan dengan layanan.
  3. Proktor dan Teknisi Tangguh, bisa dikata pelaksanaan UNBK hanya empat hari namun persiapannya harus disiapkan sematang mungkin, seorang proktor dan teknisi begitu pula harus dipersiapkan sebaik mungkin mengingat banyak dari tahapan-tahapan UNBK yang menguras tenaga dab fikiran, bahkan seorang proktor dan teknisi harus merelakan diri untuk meninggalkan kelas mengajar dan juga keluarga karena tanggungjawabnya harus sukses UNBK meskipun harus tidur di sekolah.
  4. Kerjasama dalam TIM, pelaksanaan UNBK sangat beda dengan mempergunakan kertas dalam kegiatan UNBK ini kerjasama TIM sangat dibutuhkan, jika di lihat inti dari TIM suksesnya UNBK hanyalah pada proktor dan teknisi, keberadaan ketua, sekretaris, bendahara, monitoring dan panitia sekolah lainnya lebih hanya pada tim sukses pendukung sehingga panitia UNBK setidaknya harus mampu mengimbangi kinerja proktor dan teknisi di lapangan.
Masih banyak masalah yang harus disempurnakan lagi berkaitan dengan kegiatan UNBK tahun-tahun mendatang, terutama pada saat berhentinya waktu penggunaan komputer. Bisa saja perangkat komputer tidak dimanfaatkan hingga satu tahun mengakibatkan masalah pada rusaknya hardware.
    Memikirkan tentang pasca UNBK harus difikirkan dengan serius terutama tentang apakah di tahun berikutnya komputer yang telah ada masih dapat digunakan untuk tahun tahun berikutnya?  Untuk itulah sekolah paling tidak melakukan pengelolahan jangka panjang perangkat komputer mulai dari terjaganya Hardware, Software dan Brainware yang merupakan tiga unsur tak terpisahkan dalam komputer.
Kegiatan Istighosah di SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kegiatan Isthigosah SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kegiatan zikir dan doa UNBK SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kegiatan SImulasi UNBK SMP Negeri 2 Banyuwangi

   

Rabu

TIK Terdampak K13

UKK  CBT Terkendala Kemampuan
Mengoperasikan Komputer

    Berlakunya Kurikulum 2013 di sekolah terdampak pada tidakdiajarkanya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah menengah tingkat pertama, sebagai gantinya matapelajaran digantikan dengan prakarya. Meskipun dalam perjalanannya TIK masih di bacup dengan Permendikbud No. 45 Tahun 2015 tentang Peran Guru TIK dan KKPI, permendikbud ini hadir sebagai refisi dari permendikbud nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK dan Guru KKPI Dalam Implementasi Kurikulum 2013 karena terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku dikarenakan tidak masuk dalam struktur K13.
    Peran Guru TIK yang semula tidak masuk dalam pelajaran di kelas hanya melakukan bimbingan terhadap guru dan di laboratorium komputer saja, dalam peraturan ini lebih menjelaskan secara rinci tugas pokok dan jumlah beban yang diberikan, sesuai yang diamanatkan dalam pasal 4 ayat 2 "Guru TIK mempunyai beban kerja membimbing paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per semester I (satu) atau lebih satuan pendidikan pada jenjang yang sama dan/atau lintas jenjang".
    Harapan hadirnya permendikbud dapat memberikan angin segar bagi guru TIK dan KKPI, namun di lapangan situasinya tidak sesuai harapan dan memunculkan multi tafsir. Tidak hanya berhenti pada salah tafsir saja, dalam perkembangan pendataan guru dalam sistem dapodik ternyata sering menjadi masalah terganjalnya guru TIK dan KKPI untuk mendapatkan SKTPP sehingga tidak sedikit setiap saat guru TIK dan KKPI harus bersiap gigit jari tidak menerima TPP.
    Dampak lain dari tidak adanya TIK di dalam struktur K13 berakibat pada tenaga pengajar yang mulai mengundurkan diri, dan pindah jalur mengajar/alih fungsi sesuai dengan ijazah sarjana yang di miliki. Bukan berarti guru TIK diam, guru TIK tetap berjuang dengan segala cara termasuk membentuk organisasi sebagai wadah perjuangan seperti IGTIKPGRI, AGTIKNAS.
    Saat ini dengan sistem ujian berbasis komputer untuk ujian nasional, tentunya guru TIK masih menjadi pusat suksesnya kegiatan ujian nasional walau pun banyak kendala terutama terbatasnya sarana serta kemampuan, karena perlu diketahui banyak dari guru TIK yang merupakan guru dari lintas mata pelajaran namun memiliki kemampuan lebih di bidang TIK sehingga guru yang memiliki spesifikasi kemampuan TIK dipercaya untuk mengajar TIK. Namun tidak sedikit pula guru TIK memang asli sarjana TIK bahkan sebagaian juga ada yang rela mengupgrade kemampuan untuk belajar lagi tentang TIK.
    Kekhawatiran ketika sekolah yang sudah melaksanakan K13 adalah guru masih harus melakukan pengenalan pada siswa yang akan mengikuti tes Computer Basic Test, karena perlu diketahui dengan diberlakukannya K13 secara automatis siswa dari sekolah dasar hingga menengah atas tidak akan mendapatkan materi TIK. Persoalan ini tidak bisa di anggap enteng begitu saja karena untuk posisi sekolah dengan kemampuan TIK dari siswa yang sama sekali belum mengenal mouse atau pun keyboard akan menjadi satu tantangan sendiri, kembali lagi TIK tetap harus diajarkan.
    Untuk itu terobosan-terobosan agar siswa K13 tidak gaptek adalah dengan melakukan pembimbingan sesuai dengan harapan tertuang di permendikbud, tentunya karena tidak masuk dalam struktur kurikulum berarti harus  jam efektif, bisa dilakukan di luar jam sekolah berupa kegiatan ekstra kurikuler atau menyisipkan di pembimbingan mata pelajaran tertentu yang membutuhkan kegiatan belajar di laboratorium TIK, misalkan siswa perlu browsing tentang negara-negara maju.
    Siswa kelas 7 dan 8 SMP Negeri 2 Banyuwangi di tahun pelajaran 2017/2018 ini merupakan dua kelas dengan kurikulum 2013 berbeda dengan kelas 9 yang masih mempergunakan KTSP. Dengan demikian perhatian spesial tertuju pada pemberian materi TIK  untuk kelas 7 dan 8. Semoga saja seusai UNBK tanggal 23 - 26 April nanti, guru pembimbing TIK dapat melaksanakan amanat permendiknas nomor 45 tahun 2015 dengan baik.

Minggu

Aktivitas Sekolah

Sepekan Aktivitas Kreativitas SMP Negeri 2 Banyuwangi

SMP Negeri 2 Banyuwangi
    Sepekan sibuk dalam aktivitas kreativitas patut di sematkan bagi sekolah yang beralamat di Jalan Ranggawuni 41 Banyuwangi ini, dalam waktu sepekan ini sekolah mengikuti berbagai kegiatan seperti gladih bersih simulasi UNBK tanggal 19 - 21 Maret 2018. Setelah gladih bersih simulasi UNBK pada hari Kamis, 22 Maret sekolah mengikuti FLS2N dan PSP, selanjutnya Sabtu, 25 Maret kegiatan OSN di SMP 1 Cluring dan kegiatan Fashion "Green and Recycle Fashion Week" di Pantai Cacalan, masih belum cukup agenda kegiatan dalam pekan ke tiga bulan Maret ini ditutup dengan ikut berperan sertanya siswi SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam kegiatan Pemilihan Jebeng Thulik.
    Khusus ajang "Green and Recycle Fashion Week" kali ini bertemakan "Beautiful Trash", seperti namanya kegiatan fashion ini menampilkan karya-karya terbaik peserta yang berasal dari bahan-bahan daur ulang seperti plastik atau pun kertas yang di sulap menjadi barang seni, berguna dan bernilai tinggi. Dalam pembuatan desain dan produksinya, semuanya di rancang dan di buat sendiri oleh siswa.
    Ajang kreativitas siswa perlu mendapatkan support luar biasa yang asalnya tidak hanya dari sekolah saja namun juga berasal dari orang tua siswa. Setiap sekolah memiliki strategi masing-masing dalam pembinaan. Ajang kompetisi sekolah terbagi atas kegiatan akademis dan non akademis, bagi sekolah dengan input tidak terlalu baik mungkin hanya mengandalkan prestasi dalam kompetisi non akademis saja, namun sekolah tidak harus serta merta mengamini dengan input yang tidak baik, maka kompetisi yang harus di tingkatkan hanyalah non akademis saja.
    Banyak cara untuk meningkatkan prestasi akademis siswa, salah satunya dengan  membuat kelas "unggul". Kelas "unggul" merupakan kelas yang dipersiapkan untuk menjadi contoh bagi kelas lainnya dan bisa juga membantu kelas lain dengan berperan sebagai kelas tutor sebaya. Bisa saja regulasi yang seperti ini tidak diakui bahkan di nilai "ilegal" karena tidak sesuai dengan keadilan siswa dalam mendapatkan pemerataan pengetahuan. Alasan bisa saja tepat, namun sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi akademis sekolah serta sebagai bagaian strategi pemerataan kompetisi perlu dilakukan pembentukan kelas yang siap untuk mengangkat potensi sekolah dalam kompetisi akademis yang biasa di sebut dengan olimpiade.
    Pembuktian keberhasilan kompetisi akademis sekolah, bisa dilihat dari berapa peringkat sekolah dalam tiap kompetisi OSN (Olimpiade Sains Nasional) tingkat kabupaten, adakah peningkatan dari prestasi tahun-tahun terdahulu? Melihat prestasi yang bisa saja naik bisa saja turun tergantung pada pembinaan sekolah masing-masing, apakah berlangsung secara berkelanjutan, rutin ataukah sekedar mematahkan kewajiban saja karena bagaimanapun sekolah tidak mungkin dapat bersaing dengan sekolah dengan input yang baik.
    SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam ajang OSN, seharusnya lebih siap dalam menghadapi agenda kegiatan rutin tiap tahun. Karena di sekolah ini terdapat kelas unggulan, penciptaan kelas unggulan sendiri untuk saat ini masih mengacu pada sistem kelas akselerasi dan bukan diciptakan sebagai kelas olimpiade. Dengan dasar kelas akselerasi yang tidak tepat, maka sudah selayaknya kelas "unggul" dirubah sistem pembelajarannya menjadi kelas olimpiade.
    Berbeda dengan kompetisi akademis, bagi SMP Negeri 2 Banyuwangi kompetisi non akademis merupakan kompetisi andalan yang sudah menjadi trade mark sekolah. Tidak sedikit prestasi yang telah dihasilkan, sekolah ini sudah pernah meluncurkan atlit nasional seperti Nurohman pelari Nasional Indonesia, dan juga Adinda atlit silat PON Jatim, serta prestasi lain seperti juara propinsi Hocky, serta mewakili kabupaten Banyuwangi dalam perhelatan FLS2N tingkat Jawa Timur, dan mengirimkan duta seni tari tradisional Banyuwangi ke Istana Negara dalam malam resepsi HUT RI.
Pembimbing OSN SMP Negeri 2 Banyuwangi Kab. Banyuwangi tahun 2018
Pembina dan peserta OSN SMP Negeri 2 Banyuwangi Tahun 2018
Pembina dan Peserta Green and Recycle Fashion Week SMP Negeri 2 Banyuwangi
Jebeng Thulik SMP Negeri 2 Banyuwangi

   

Kamis

FLS2N dan PSP 2018

FLS2N Dan PSP 2018 SMP Negeri 2 Banyuwangi

Lukis Batik SMP Negeri 2 Banyuwangi
    Berbekal surat mandat yang di tandatangani kepala sekolah Nomor: 421.3/089/429.245.200990/2018 delegasi SMP Negeri 2 Banyuwangi mantab mengikuti agenda FLS2N dan PSP 2018 pada hari Kamis, 22 Maret 2018. Menghadirkan 12 peserta yang terbagi atas kegiatan FLS2N tiga mata lomba, PSP 5 mata lomba, berikut data peserta yang mengikuti kegiatan FLS2N dan PSP 2018 SMP Negeri 2 Banyuwangi. 
  1.  Prabowo Gunawan 8A, FLS2N Gitar Solo
  2.  Maharani Novita Rahmadani 8E, FLS2N Nyanyi Tunggal
  3. Anshora Sena Baehaky 8A, FLS2N Poster
  4. Silvia Mulyani 8A, PSP Lukis
  5. Sayidatul Sakina Faradila 8A, PSP Lukis
  6. Maharani Indriyana, 8A, PSP Lukis
  7. Ayu Kuscahyaningtyas, 8A, PSP Seni Karya
  8. Adinda Thulifia Salasabila, 8A PSP Seni Karya
  9. Amanda Putri Pramita, 8A PSP Desain Batik
  10. Ainur Fadia, 8A PSP Lukis
  11. Ais Nazwa Az Zahra, 7A PSP Samroh
  12. Tasya Zazilla Tia Salsabila, 7A PSP Samroh
Perwakilan delegasi FLS2N dan PSP SMP Negeri 2 Banyuwangi diketuai oleh urusan kesiswaan bapak Winarno dan dibantu oleh pembina OSIS serta bapak/ibu guru pendamping, seperti ibu Dwi Kus Indrarini, Eva Kartika, Tabita, Titik Suci Rahayu, Mulyastuti, Sri Adyastuti, Aulia dan bapak Muhalli. Tempat kegiatan terbagi atas beberapa tempat seperti di aula Dinas Pendidikan, Taman Blambangan, dan RTH Sayu Wiwit serta beberapa tempat lainnya yang ada di kota Banyuwangi.
    Hasil akhir dari kegiatan FLS2N dan PSP 2018, untuk delegasi SMP Negeri 2 Banyuwangi dapat meraih beberapa gelar juara, yaitu:
  1. Juara 1 Samroh (merupakan gabungan dari seleksi antar sekolah-sekolah di kecamatan Banyuwangi, Giri dan Kalipuro), atas nama Ais Nazwa dan Tasya Zazilla
  2. Juara 3 Gitar Solo, atas nama Prabowo Gunawan
  3. Juara Harapan 3 Poster
  4. Juara Harapan 1 Nyanyi Tunggal, atas nama Maharani Novita
Harapan dari capaian tahun 2018 ini menjadi titik awal untuk memacu prista.si siswa yang lebih baik lagi dalam kegiatan di bidang non akademis. Sementara itu, bersamaan kegiatan FLS2N dan PSP tahun 2018 tim bola voly SMP Negeri 2 Banyuwangi berlaga dalam Lomba Bola Volly "Piala Wabup" 2018. Untuk kegiatan lainnya seperti sepak bola yang lolos menjadi Juara 1 Gala Siswa harus menjadi tim inti dalam lanjutan Gala Siswa tingkat Kabupaten.
    Secara kebetulan kegiatan FLS2N dan PSP ini bertepatan dengan baru rampungnya sekolah mengikuti kegiatan Simulasi Gladih Bersih UNBK 2018. Untuk kegiatan akademis tahun 2018 ini SMP Negeri 2 Banyuwangi memantapkan diri mengikuti kegiatan UNBK Mandiri. Harapan kedepan nantinya semoga kegiatan-kegiatan siswa mampu juga merembet ke dalam semangat berkompetisi pada bidang akademis.
Juara SMP Negeri 2 Banyuwangi
Samroh Korwil Banyuwangi, Giri dan Kalipuro
Samroh SMP Negeri 2 Banyuwangi
Ibu Guru SMP Negeri 2 Banyuwangi Pendamping FLS2N
Peserta Lukis SMP Negeri 2 Banyuwangi
Nyanyi Solo SMP Negeri 2 Banyuwangi
Desain Batik SMP Negeri 2 Banyuwangi
Seni Kriya SMP Negeri 2 Banyuwangi
Guru Pendamping dan Peserta SMP Negeri 2 Banyuwangi

39 Tahun Sekolahku

39 Tahun SMP Negeri 2 Banyuwangi

Selamat Datang di SMPN 2 Banyuwangi
    SMP Negeri 2 Banyuwangi merupakan sekolah yang didirikan pada tahun 1954, awal mulanya sekolah yang sejak tahun 1986 sudah berlokasi di kelurahan Kebalenan ini berkonsentrasi pada program ekonomi dengan nama SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) dengan alamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto no. 68. Saat bernama SMEP sekolah dipimpin oleh Bapak R. Slamet sebagai kepala sekolah. Sejarah panjang hingga usia 39 tahun didasari pada perubahan status sekolah dari SMEP menjadi SMP Negeri 2 Banyuwangi, dasar perubahan status tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 30/U/1979 tertanggal 17 Februari 1979. Selanjutnya pada tahun 1986 SMP Negeri 2 Banyuwangi berpindah lokasi dari Jalan Jaksa Agung Suprapto ke Jalan Trunojoyo (sekarang Jalan Ranggawuni) no. 41 Banyuwangi.
    Setelah menjadi SMP Negeri 2 Banyuwangi, kepemimpinan di sekolah mengalami beberapa kali pergantian, berikut kepala sekolah yang berjasa dalam memajukan sekolah dengan sebutan SPENDABA, beliau adalah 1. Rakidjan (1976-1989), 2. Kardjono  (1989-1995), 3. Drs. R. Tri Anggadjali Haknya Negara (1995-1998), 4. Drs. D. Ari Subroto (1998-2001), 5. Drs. Triyono Sulogo, MM (2001-2002), 6. Drs. Maslur, SH, MM (2002-20016), 7. Drs. Heri Rahmat (Plt ks th 2006), 8. Dra. Susi Probowati, M.Pd (2006-2009), 9. Drs. Subiyanto, M.Pd (2009-2012), 10. Drs. supriyadi, M.Pd (2012-2014), 11. subiyantoro, M.Pd (2014-2018).
        Untuk kegiatan hari jadi sekolah SMP Negeri 2 Banywangi mengemas acara dengan tema SPENDABA Talent Event. Agenda kegiatan berlangsung mulai hari kamis, 8 hingga sabtu, 10 Februari 2018. Kreator kegiatan yang di ketuai oleh bapak Muhalli mengungkapkan kegiatan hari jadi SMP Negeri 2 Banyuwangi kali ini bertujuan untuk menjaring bakat minat siswa yang nantinya dari mereka yang menjadi jawara akan berhak tampil dalam kegatan-kegiatan di dalam mau pun di luar sekolah.
    Selanjutnya HUMAS SMP Negeri 2 Banyuwangi menekankan banyaknya kegiatan yang sifatnya mencari bibit baru potensial ini diharapkan mampu memberikan jawaban pada tersedianya sumber daya manusia yang mumpuni dan mampu bicara dalam setiap event kompetisi. Selanjutnya bapak Anshori selaku HUMAS memberikan tantangan jujur dalam berkompetisi, mengingat event kali ini multi kegiatan mulai dari perorangan mau pun grup. Berikut berbagai event yang dapat diikuti oleh selurharuh siswa, seperti krgiatan band, hadrah, stand up comidy, tari, vocal grup, dance, karaoke dan seni bela diri.
Pelepasan Balon udara SMP Negeri 2 Banyuwangi
OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi
Yang Ikut gembira di Hari Jadi  SMP Negeri 2 Banyuwangi

Minggu

Bioethanol dan Galasiswa

Bioethanol dan Gala Siswa Indonesia
SMP Negeri 2 Banyuwangi 

Energi Alternatif
   Kegiatan belajar mengajar tidak harus dilakukan di dalam kelas saja, sangat perlu melakukan kegiatan belajar di luar kelas yang berupa kegiatan nyata melalui kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum IPA kali ini tidak dilakukan di dalam laboratorium IPA tapi di lakukan di ruang terbuka kelas, adapun materi yang dipraktikan adalah membuat bioethanol dari tumbuhan.
    Ethanol merupakan senyawa Hidrokarbon dengan gugus Hydroxyl (-OH) dengan 2 atom karbon (C). Secara umum Ethanol dikenal sebagai Etil Alkohol berupa bahan kimia yang diproduksi dari bahan baku tanaman yang mengandung karbohidrat (pati) seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, sorgum, beras, sagu serta biji-bijian yang kemudian dikenal dengan istilah Bioethanol.
    Praktikum pembuatan Bioethanol ini merupakan kegiatan yang di bimbing oleh guru IPA SMP Negeri 2 Banyuwangi, dalam kegiatan praktikum ini bahan-bahan yang dipergunakan adalah dari biji-bijian serta buah yang dibawa oleh siswa seperti biji alpukat, durian serta buah naga, dari bahan bawaan siswa semuanya berhasil dan menghasilkan bioethanol, namun bahan yang dihasilkan siswa masih perlu dilakukan difurifikasi dulu dengan tujuan melepaskan unsur air sehingga nantinya di dapat pemurnian yang benar-benar murni ethanol 100%, ungkap ibu Hermin.
    Dalam aktivitas pameran akademis, sering kali SMP Negeri 2 Banyuwangi memaparkan karya siswa berupa, optimalisasi katul dan kulit kedelai untuk snack, pembuatan kecap dengan bahan non kedelai, eksperimen reproduksi mengawinkan ulat dan cacing, energi listrik dari buah lemon.
    Sementara itu di arena sepak bola yang dikemas dalam Gala Siswa Indonesia, SMP Negeri 2 Banyuwangi berhasil menjadi juara grup C setelah menundukkan kesebelasan SMP Muhammadiyah 3 Banyuwangi. Dari hasil positif ini pembina sepak bola bapak Hadi dan bapak Fatur mengharapkan prestasi kesebelasannya dapat terus meningkat, pasalnya kompetisi sepak bola bagi sekolah yang berada di jalan Ranggawuni ini merupakan keikutsertaan yang baru pertama kalinya, sementara ini SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam prestasi puncaknya terletak pada keunggulan tim hocky serta tim bela diri.
SMP Negeri 2 Banyuwangi: Membuat Bioethanol
Eksperimen SMP Negeri 2 Banyuwangi
Tim Gala Siswa Indonesia SMP Negeri 2 Banyuwangi
Gala Siswa Indonesia Banyuwangi


Senin

Banyuwangi Culture

SMP Negeri 2 Banyuwangi Marakkan 
Malam Banyuwangi Culture Everyday

Banyuwangi Culture Everyday
    Banyuwangi Culture Everyday yang telah dilaunching oleh Bupati Banyuwangi pada tanggal 24 Februari 2018 merupakan sebagai bagaian dari upaya melestarikan budaya Banyuwangi agar terus tumbuh. Sebagai bagaian dari masyarakat peduli budaya, SMP Negeri 2 Banyuwangi turut menjadi duta dalam Banyuwangi Culture Everyday yang diselenggarakan di Taman Blambangan Banyuwangi, sesuai nama kegiatannya kegiatan ini berlangsung setiap hari.
    Selain sebagai upaya melestarikan  dan menumbuhkan budaya kegiatan malam hari ini juga bertujuan untuk menarik wisatawan serta membuat betah wisatawan manca negara karena kegiatan berkelanjutan ini tentunya menjadi agenda wisata Banyuwangi yang sangat mudah untuk di temui oleh wisatawan, seperti apa yang di ungkapkan oleh bapak Anas, "Kapan pun mereka datang, wisatawan bisa menikmati kesenian Banyuwangi tanpa harus menunggu kalender wisata tertentu.” 
    Khusus SMP Negeri 2 Banyuwangi tampil di malam Selasa, 26 Februari 2018, dalam acara yang dihadiri oleh guru, siswa serta orang tua siswa ini menampilkan karya terbaik dari siswa diantaranya adalah musikalisasi puisi, paduan suara, menyanyi, hadrah, dan tari. Untuk penampilan kali ini duta SMP Negeri 2 Banyuwangi menampilkan karya terbaik dari sekolah, mengapa disebut karya terbaik? Karena dari apa yang telah di tampilkan, adalah karya-karya serta sumber daya manusia pendulang prestasi sekolah, seperti tari sawung alas yang meraih predikat juara II FLS2N Kabupaten Banyuwangi, serta musikalisasi puisi sebagai juara I dalam lomba bulan bahasa se Kabupaten Banyuwangi, serta penampilan vokal dari Lintang serta rekan yang menjadi penyanyi andalan sekolah dan meraih berbagai puncak prestasi dalam menyanyi.
    Acara yang dimulai pukul 19.00 hingga pukul 21.30 WIB ini di pandu oleh Rani (SMP Negeri 2 Banyuwangi) dan Rudi (Radio Mandala FM) berlangsung meriah. Urutan acara satu persatu tampil dengan sempurna, tentunya juga dengan sentuhan pembina ekskul yang tetap semangat walau persiapan yang singkat namun tetap membanggakan karena dalam posisi apa pun tim pembina ekskul dan siswa selalu siap untuk tampil. Berikut pembina ekskul yang turut hadir serta memeriahkan kegiatan Banyuwangi Culture Everyday, adalah Hj. Miftahurrohmah dan Wahyu Eko Febrianto (Hadrah), Ruspandi (Musikalisasi Puisi), Titik Suci Rahayu dan Aulia (Tari dann Gamelan), Paduan Suara (Rani Pangastuti), Muhalli (Menyanyi). Tampilan demi tampilan di tutup dengan lagu Umbul-Umbul Belambangan yang dinyanyikan oleh semua peserta yangg tampil serta bapak/ibu guru yang turut hadir.
Tari Kembang Menur SMP Negeri 2 Banyuwangi
Paduan Suara SMP Negeri 2 Banyuwangi
Musikalisai Puisi SMP Negeri 2 Banyuwangi
Tari Sawung Alas SMP Negeri 2 Banyuwangi
Hadrah SMP Negeri 2 Banyuwangi
Musikalisasi Puisi SMP Negeri 2 Banyuwangi
    
      

Sabtu

SUKSES UNBK

Strategi Sukses UN
SMP Negeri 2 Banyuwangi

Strategi Sukses UN 2018
    Sukses dalam ujian nasional adalah harapan bagi semua siswa tidak terkecuali siswa kelas sembilan SMP Negeri 2 Banyuwangi yang juga mengharapkan mendapatkan kesuksesan dalam ujian nasional. Saat ini berbagai strategi di lakukan oleh sekolah seperti kegiatan bimbingan belajar, try out, simulasi UNBK, serta gali bahas kisi-kisi UN 2018. Selain itu strategi sukses UN SMP Negeri 2 Banyuwangi salah satunya melalui kegiatan aksi spiritual yaitu pembiasaan baca Al Qur'an dan Sholat Dhuha dan yang juga tidak kalah penting sekolah membangkitkan dan menumbuhkan semangat belajar dari dalam diri sendiri melalui kegiatan workshoop sukses UN dengan pendekatan hypnospiritual.
    Kegiatan workshoop ini dibimbing oleh motivator muda Aris Singgih Budiarso yang merupakan motivator muda asli Banyuwangi, saat ini beliau dikenal sebagai dosen di Universitas Jember. Kegiatan workshoop berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini bertempat di Aula UNTAG Banyuwangi dan diikuti kurang lebih 280 siswa siswi SMP Negeri 2 Banyuwangi kelas 9 yang pada bulan April nanti harus menghadapi ujian nasional, dan kebetulan di tahun 2018 SMP Negeri 2 Banyuwangi menjadi sekolah mandiri dalam UNBK.
    Banyak sekali yang di dapat dalam kegiatan workshoop ini, salah satunya motivator muda asli Banyuwangi memberikan penekanan bahwa keberhasilan seorang pelajar hanya dua saja yaitu Doa dan Usaha. Singgih mencontohkan dirinya sendiri yang berangkat dari sekolah dasar di desa dengan nilai yang tidak begitu membanggakan selanjutnya karena tekun dengan doa dan usaha, maka tercapailah apa yang di cita-citakan karena pasti Allah menerima doa kita.
    Mengingat kegiatan semakin dekat dan bertepatan dengan usaha menyiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional, dosen muda UNEJ ini memberikan resep strategi sukses UN, yaitu pertama, Allah selalu di hati. Ke dua, Orang tua lebih dihormati dan di cintai. Ke tiga, Bapak/Ibu guru lebih di hormati. Ke empat, Mau belajar. Ke lima, Atur tujuan anda. Akhirnya kegiata workshoop strategi sukses UN 2018 ini berakhir pukul 11.30 WIB dan ditutup dengan doa.

SMP Negeri 2 Banyuwangi melayani yang terbaik
Urusan Kurikulum SMP Negeri 2 Banyuwangi membuka workshoop
Guru SMP Negeri 2 Banyuwangi
Sesi workshoop strategi sukses UN 2018 SMP Negeri 2 Banyuwangi
Motivator, Bapak/ibu guru SMP Negeri 2 Banyuwangi foto bersama siswa

      

Jumat

PERJUSAMI 2018

Regenerasi Dan LT I Gugusdepan
SMP Negeri 2 Banyuwangi

PRAMUKA SMP Negeri 2 Banyuwangi
    Upacara Pembukaan Pejusami dalam rangka Regenerasi dan LT I Gugusdepan SMP Negeri 2 Banyuwangi dilaksanakan di lapangan sekolah dan di buka oleh Urusan Kesiswaan SMP negeri 2 Banyuwangi, bapak Winarno. Perjusami ini diadakan pada tanggal 23 sampai dengan 25 Februari 2018. Sesuai dengan temanya kegiatan perjusami ini diperuntukkan memilih sekaligus melantik Dewan Penggalang Pramuka Gugusdepan SMP Negeri 2 Banyuwangi dari periode 2017/2018 ke periode 2018/2019. Khusus untuk Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat gugusdepan atau biasa disebut LT I merupakan ajang pemanasan serta sebagai langkah awal seleksi anggota Pramuka yang dipersiapkan untuk menghadapi LT II tingkat kecamatan.
    Kegiatan yang diikuti oleh anggota Pramuka mulai dari kelas 7 dan kelas 8 ini tidak jauh-jauh dari materi yang dipersiapkan dalam LT II seperti kegiatan pionering, halang lintang, jurnalistik, poster, pidato, puisi. Perlu diketahui dalam kompetisi LT II Pramuka Gugusdepan SMP Negeri 2 Banyuwangi masih belum dapat berkompetisi di LT yang lebih tinggi, raihan prestasi dalam kegiatan LT II di bumi perkemahan kertosari pada tanggal 23 November 2016 SMP Negeri 2 Banyuwangi hanya menempati posisi ke 2 untuk regu putri dan posisi ke 3 untuk regu putra.
    Tentunya harapan besar meraih prestasi lebih tinggi sangat di harapkan, seperti yang digambarkan oleh Kak Azizi sebagai pelatih Pramuka di Gugusdepan SMP Negeri 2 Banyuwangi ini, harapan besar pula tergambar dari pembina Pramuka yang di kawal oleh kakak pembina T. Gunawan, kak Dwi dan kak Aulia. Untuk itu meski pun kegiatan LT I ini diadakan di sekolah namun semangat untuk mengejar prestasi tidak boleh terabaikan, terbukti dewan penggalang mempersiapkan betul mulai dari pembagian lokasi hingga persiapan mata lomba LT I.

Pembina PRAMUKA SMP Negeri 2 Banyuwangi: Selfie dulu
PRAMUKA SMP Negeri 2 Banyuwangi: Lagu Kebangsaan
Pembukaan Simbolis Perjusami SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kenangan Juara 2 dan 3 LT II Pramuka SMP Negeri 2 Banyuwangi