VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERKARAKTER, BERPRESTASI, DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN

Minggu

PERJUSAMI 2016

Mengukuhkan Jiwa Dasa Dharma
di Bumi Perkemahan Antogan Rogojampi

PRAMUKA SMP Negeri 2 Banyuwangi
     PERJUSAMI atau kegiatan perkemahan jumat sabtu minggu yang diadakan gugus depan SMP Negeri 2 Banyuwangi terlaksana dengan lancar, kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat sampai dengan Minggu, 5 - 7 Februari diikuti sekitar lima ratus anggota PRAMUKA Penggalang mulai dari kelas 7 - 8 termasuk juga siswa kelas 9 yang tergabung dalam sangga kerja PRAMUKA 2014/2015 perkemahan tiga hari ini merupakan kegiatan dengan mengusung semangat Bhakti Masyaarakat dan Pelantikan Dewan Penggalang Pramuka Pangkalan SMP Negeri 2 Banyuwngi. Kegiatan yang dikhawatirkan tidak maksimal karena melihat musim hujan yang ekstrim ini ternyata jauh dari apa yang dikhawatirkan oleh orang tua wali murid.
     Semangat tetap terlihat dari anggota PRAMUKA SMP Negeri 2 Banyuwangi ini, beberapa kegiatan dilakukan termasuk semua anggota PRAMUKA harus memasak sendiri dengan mempergunakan berbagai alat yang dipergunakan untuk memasak. Kegiatan perkemahan ini kebetulan juga terletak berdekatan dengan air terjun Bunder, air terjun yang tidak terlalu tinggi ini memiliki daya tarik tersendiri di tahun delapan puluhan sempat menjadi primadona wisata di Kabupaten Banyuwangi, hanya saja saat ini destinasi wisata air terjun ini sudah teidak terawat dengan baik.
     Selain kesempatan bermain dan berwisata di air terjun Bunder, anggota PRAMUKA juga melakukan kegiatan PRAMUKA seperti biasanya seperti puncak kegiatan di malam terakhir ada api unggun yang merupakan puncak acara kegiatan dengan memunculkan ide kreatif yang dapat ditunjukkan untuk semua anggota yang mengikuti kegiatan Api Unggun, yang istimewa di malam api unggun ada sumbangan dari grup musik akuistik dari AIL Rogojampi, sebelumnya pada kegiatan api unggun juga dilakukan pelantikan sangga kerja baru periode tahun 2016/2017. Sebagai salah satu bentuk pengamalan Dasa Dharma PRAMUKA, tidak lupa memberikan sumbangsih untuk warga sekitar bumi perkemahan yang dirasa tidak mampu dengan membagikan sembako. 
Menunggu Kekompakan

Sampai Malampun Harus Matang
AIR TERJUN
Kak Gunawan, serius?
Santai Sejenak
Bakti Sosial
Semangat....
Api Unggun
 
Kompak Pasti Oke





Selasa

ADIWIYATA 2016

Adiwiyata 2016,
Filosofi Kelapa Sawit

     Menyandang sekolah nominasi Adiwiyata tingkat kabupaten sejak tahun 2013 merupakan satu tantangan bagi SMP Negeri 2 Banyuwangi, mengapa sebuah tantangan dengan predikat sekolah Adiwiyata berarti sekolah harus menjadi pelopor lingkungan hidup yang secara terus menerus tanpa henti oleh waktu. Berbagai kegiatan yang bersinggungan dengan lingkungan hidup sering diikuti oleh sekolah yang terletak di Jalan Ranggawuni 41 Banyuwangi ini diantaranya menjadi wakil tingkat kabupaten dalam penilaian piala Adipura, menjadi juara 2 kantin sehat se kabupaten Banyuwangi.
Kelapa Sawit
     Prestasi tersebut tidak terlepas dari perjuangan untuk merubah sekolah dari bentuk fisik di tahun tahun yang lampau, di tahun 2015 sampai 2016 ini sekolah mengalami banyak perubahan dalam tata kelolah administrasi, tata kelolah lingkungan dan tata ruang bangunan. Salah satunya adalah perubahan dalam jenis pepohonan yang di tanam, salah satunya adalah kelapa sawit. Menurut bapak Subiyantoro sebagai kepala sekolah, kelapa sawit memiliki keunggulan yang luar biasa diantaranya pertama, kelapa sawit memiliki keunggulan akar yang tidak merusak struktur bangunan, kedua, daun kelapa sawit tidak mudah rontok artinya daun kelapa sawit dapat bertahan lama dan guguran daunya tidak mermbawa kotoran yang terlalu banyak, ketiga, kelapa sawit sebagai salah satu jenis tanaman yang usianya bisa puluhan tahun dan memiliki estetika yang fantastik sebagai bagian dari jenis palm-palman.
.....Disadari atau tidak untuk menuju sekolah Adiwiyata paling tidak dibutuhkan kesabaran untuk memunculkan inovasi-inovasi baru salah satunya adalah filosofi kelapa sawit. Banyak program sekolah yang dilakukan sebagai upaya menuju sekolah Adiwiyata salah satunya adalah membuat resapan air di lapangan sekolah, memperbaiki saluran air, membudayakan hidup cinta bumi yang hijau melalui seni graffiti, memberikan pengetahuan pemanfaatan barang-barang bekas dalam satu kesempatan misalkan lomba peragaan busana dari bahan bekas, melakukan penghijauan di lingkungan sekolah dan di luar sekolah melalui ekstra PRAMUKA, membiaskan tembok yang bersih, dan menuju kantin sehat. 
Mengolah Barang Bekas
     Jika hanya mengembangkan sarana fisik, mungkin setiap sekolah menganggap mudah namun menggarap pemmbiasaan sikap ini yang sangat sulit. Pembiasan tidak mengkonsumsi barang yang memiliki bahan-bahan pengawet, pewarna, berbahan kimia ini adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran tersendiri, beberapa ikhtiar yang dilakukan sekolah adalah sebelum siswa membeli makanan dan minuman haruslah menyiapkan sendiri piring dan gelas dari rumah dengan tujuan siswa tidak selalu menggunakan atau mengkonsumsi makanan/minuman dalam kemasan plastik, pembiasaan membuang sampah pada tempatnya khususnya siswa harus dapat melakukan aksi memilah sampah dan jika melanggar dalam membuang sampah pastilah terkena denda. Upaya lain yang dilakukan adalah kerjasama yang dilakukan dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan dalam hal pemanfaatan Bank Sampah serta kegiatan-kegiatan pelatihan mau pun kunjungan studi banding ke beberapa sekolah yang menyandang sekolah Adiwiyata Mandiri di Kabupaten Banyuwangi. 

DOKUMEN RPP/SILABUS ADIWIYATA UNTUK DIDOWNLOAD
Sekolahku Hijau
Berupaya Hijau
 
Kantin

Kamis

YATIMAN 2015

Membangkitkan Semangat
Beramal Untuk Sesama di Tahun Baru Hijriyah
SAMBUTAN: Bp. Subiyanto, M.Pd Membuka Kegiatan
     Sudah menjadi satu keharusan jika tahun baru Islam dirayakan dengan beramal, berdoa sebagai rasa ungkapan syukur akan keberkahan Allah dalam menjalani hidup di dunia setahun lamanya yang penuh dengan warna-warni kisah dunia. Pada hari Kamis, 22 Oktober 2015 bertempat di halaman sekolah SMP Negeri 2 Banyuwangi telah diadakan kegiatan memperingati Tahun Baru Hijriyah 1437 Hijriyah.
     Tema Tahun Baru Hijriyah 1437 H, adalah Melalui Peringatan Tahun Baru Islam 1437 H Mari Kita Tingkatkan Generasi Bangsa Yang Berakhlakul Karimah. Kegiatan tahun baru Hijriyah ini tersusun atas kegiatan yang diawali dengan Shalat Ashar berjamaah bersama siswa beserta walimurid, selanjutnya acara dilanjutkan dengan kegiatan istighosah. Setelah istighosah kegiatan dilanjutkan dengan penampilan hadrah oleh siswa siswi SMP Negeri 2 Banyuwangi dan lantunan shalawat. Puncak acara adalah dengan memberikan santunan pada anak yatim dan pengajian yang diisi oleh KH. Abdul Goffar.
Penerima Tamu, Sabar Menunggu

Hadrah Al Kautsar
 
Santunan Anak Yatim

Rabu

LDKS BERKARAKTER 2015

LDKS Berkarakter
Menuju Kemandirian Berorganisasi

Selamat Pagi Anakku
     Dengan bertemakan LDKS Menggali Potensi Pendidikan Berkarakter Menuju Citra Diri Berprestasi dan Bermoral, SMP Negeri 2 Banyuwangi melakukan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa yang dimulai tanggal 21 sampai 25 Oktober 2015. Sebelumnya tahapan LDKS didahului dengan seleksi calon anggota OSIS yang dilakukan dengan berbagai tahap kegiatan seleksi yaitu tahap pertama, berupa seleksi dari hasil wawancara. Tahap kedua, diambil dari keaktifan calon anggota dalam kegiatan ekstra serta prilaku di dalam lingkungan sekolah yang ketiga, seleksi melalui kegiatan PRAMUKA dan kegiatan latihan baris-berbaris.
Sidang Komisi: Membahas Program Kerja
     Dari deretan kegiatan ini telah lolos sebanyak 41 peserta calon anggota OSIS, selanjutnya dari ke 41 calon tersebut diambil kadindat yang diperbolehkan atau pun mencalonkan diri sebagai ketua/wakil ketua OSIS periode selanjutnya, ketika tahapan tersebut terbentuk barulah kegiatan LDKS dilakukan, di tahun 2015 ini kegiatan LDKS berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kegiatan LDKS dilakukan di satu lokasi seperti balai latihan diklat yang dipergunakan selama tiga hari kegiatan.
     Untuk tahun 2015 LDKS dilakukan selama lima hari, hari pertama hingga ke empat para calon anggota OSIS diberikan pembimbingan materi penyusunan program kerja, pembuatan proposal, pembuatan surat dan latihan berorganisasi. Puncak kegiatan dilakukan di aula hotel Ikhtiar Surya dengan agenda sosialisasi program kerja OSIS, visi misi sekolah dan etika berorganisasi.
     Harapan dari kegiatan LDKS ini adalah terwujudnya organisasi sekolah yang memiliki kepercayaan diri pada anggota OSIS dalam menjalankan program yang telah dibuat, dengan memiliki rasa percaya diri tentunya roda perjalanan organisasi akan berputar dengan baik, selain itu pula harapan dari pembina OSIS seluruh anggota OSIS dapat menjadi contoh teladan karena OSIS sebagai miniatur sekolah, OSIS sebagai iklan berjalan di sekolah yang harapanya kelak dapat menularkan dan mewujudkan visi misi sekolah.

Minggu

PRAMUKA 2015

Pelantikan Tamu Penggalang
SMP Negeri 2 Banyuwangi
Penggalang Selalu Siap
     Bertempat di halaman SMP Negeri 2 Banyuwangi pada hari sabtu - minggu, 9 - 10 Oktober 2015 beda dengan hari biasanya dikarenakan pada hari ini PRAMUKA Penggalang SMP Negeri 2 Banyuwangi melangsungkan kegiatan persami dalam rangka penerimaan dan pelantikan tamu penggalang.
Api Unggun Siap Menyala
     Diikuti oleh 288 calon penggalang ramu sebagai calon anggota Pramuka periode tahun 2015/2016 semangat kebersamaan, kerjasama dan kekompakan terlihat mulai hari pertama pendirian tenda pukul 14.00 WIB, sebanyak 30 buah tenda telah didirikan dan dapat berdiri semua pada pukul 15.00 yang selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan upacara pembukaan.
     Materi yang mencakup kepramukaan, dan pengetahuan tentang Syarat Kecakapan Umum dan Syarat Kecakapan Khusus terlaksana di dalam kelas dan juga dalam bentuk penjelajahan/lintas alam. Kegiatan yang dibina oleh Kak Drs. T. Gunawan dan Kak Dwi Kus Indrarini ini juga didukung oleh Kak Winarno, S.Pd (Kesiswaan), Kak Ahmad Amin Udin, S.Pd, S.ST (Pembina OSIS) serta kakak-kakak pembina dari guru, karyawan serta kakak-kakak dari jajaran pelatih.
     Kegiatan Pelantikan Tamu Penggalang ini diharapkan mampu mewujudkan suatu tujuan, yaitu:
1. Meningkatkan kemandirian dalam individu mau pun kelompok
2. Menambah wawasan dalam mengenal lingkungan luar sekolah
3. Menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat dari bangku sekolah
4. Mempererat persahabatan sesama anggota Pramuka
5. Memantapkan fisik dan mental generasi muda
6. Menanamkan kepedulian sesama
Rangkaian acara dalam kegiatan ini didahului dengan Upacara Pembukaan, Api Unggun, Materi SKU/SKK, Penjelajahan dan Pelantikan Anggota Penggalang.

PRAMUKA dan PMR
     
PRAMUKA Kerja Kompak

Sabtu

GANDRUNG SEWU 2015

Gandrung Sewu
Ekspresi Perjuangan Rakyat Banyuwangi
Tim Gandrung Sewu SMP Negeri 2 Banyuwangi
     Gandrung dapat diartikan dengan terpesona, saat ini tari gandrung melambangkan perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen (wikipedia). Sudah menjadi agenda tahunan, masyarakat Banyuwangi mempersembahkan Festival Gandrung Sewu yang tahun ini tepat dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 September 2015 di panta BOOM Banyuwangi. Acara yang didukung oleh seniman-seniman Banyuwangi dan juga dari unsur penari penabuh pelajar mulai dari SD, SMP, SMA dipastikan merupakan sajian seni kolosal yang penuh makna.
Penari Gandrung Siap Action
     Penampilan gandrung sewu merupakan bentuk ekspresi sejarah Bumi Blambangan mulai dari gambaran kemakmuran dan totalitas perjuangan rakyat Bumi Blambangan melawan kezaliman bangsa asing. Seperti diketahui lahirnya tari gandrung dimanfaatkan sebagai alat perjuangan dan alat komunikasi rakyat Banyuwangi yang tercerai berai karena perang. Gandrung juga sebagai alat untuk menyelamatkan sisa-sisa rakyat yang telah dibantai habis oleh kompeni dan menjadi salah satu alat mempersatukan lagi seluruh rakyat untuk kembali membangun Blambangan yang telah hancur porak poranda oleh serbuan kompeni.
     Secuil kisah di atas telah tersaji dalam kegiatan Festival Gandrung Sewu dengan detail jalan cerita yang nyaman untuk dinikmati mulai pukul 13.00 hingga pukul 17.00, penonton akan merasakan pertunjukkan kolosal ini sebagai salah satu bentuk/ekspresi rasa ungkapan bahwa perjuangan bangsa ini khususnya rakyat Banyuwangi tidak bisa dianggap sebelah mata.
 

Kamis

IDUL ADHA 2015

Membina Rasa Berbagi
Dengan Berqurban

OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi
     Bertempat di halaman musholla sekolah pada hari Kamis, 24 September 2015 dilaksanakan kegiatan qurban, kali ini hewan qurban yang disumbangkan dari hasil shodaqoh siswa adalah dua ekor sapi, tidak hanya dua ekor sapi saja, ada juga hewan qurban yang di percayakan sekolah untuk disalurkan pada masyarkat yang membutuhkan yaitu tiga ekor kambing dari salah satu guru.
     Idul Adha merupakan hari raya umat muslim yang di rayakan pada 10 Zulhijjah di Indonesia hari raa ini disebut juga dengan Hari Raya Haji. Pada hari ini diperingati karena perestiwa dari Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya Ismail yang kemudian digantikan oleh Allah dengan domba.
     Kegiatan yang dilaksanakan usai shalat Idul Adha 1436 H ini dimulai pada pukul 08.00 WIB tidak hanya guru yang terlibat di dalamnya tapi juga siswa yang tergabung dalam OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) juga turut membantu panitia qurban. Terwujudlah kebersamaan dalam pelaksanaan qurban pada hari ini, tanpa ada komando para guru, karyawan dan dua puluh anggota OSIS turut membantu berlangsungnya kegiatan penyembelihan.
Idul Qurban: Pembina dan Kesiswaan
     
Saling Berbagi Untuk Sesama



Selasa

HUT RI

Sukses Karnaval Pelajar
SMP Negeri 2 Banyuwangi


TEATER: Ngopi Sewu

     Salah satu momen bergengsi dalam Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke 70 di kota Banyuwangi adalah karnaval pelajar. Event yang digelar tahunan ini merupakan ajang kreativitas sekolah serta sebagai sarana menunjukkan eksistensi sekolah dalam mengukir prestasi. Karnaval yang di lepas oleh Bapak Bupati pada tanggal 25 Agustus 2015 ini mengambil sub tema karnaval budaya sehingga untuk SMP Negeri 2 Banyuwangi mengambil momen budaya ngopi masyarakat Osing sebagai salah satu produk wisata unggulan kota Banyuwangi dimana banyak sebutan untuk kopi-kopi khusus masyarakat Banyuwangi seperti kopi lanang atau pun kopi luwak.
     Karnaval pelajar yang melibatkan 150 siswa dan disertai dengan guru/karyawan ini mulai start pukul 02.00 dengan nomor urut 7. Awal keberangkatan siswa/siswi SMP Negeri 2 Banyuwangi melakukan teaterikal yang mengambil tema Ngopi Sewu, meskipun hanya diwakili oleh beberapa siswa, teaterikal Ngopi Sewu mengundang simpati penonton terlebih kelompok karnaval pelajar SMP Negeri 2 Banyuwangi juga mengusung kelompok Bhineka Tunggal Ika, Jebeng Tole, BEC (Banyuwangi Etno Carnival), Pasukan Bendera serta Drum Band Sekolah yang di tahun 2014 sukses meraih juara umum Kejurkab Drum Band Kabupaten Banyuwangi. Kelompok seni gamelan sekolah juga turut mensukseskan karnaval pelajar dengan diiring delapan penabuh gamelan, pelantun lagu yang dibawakan oleh Nanda Afifah mampu memukau penonton yang berdiri rapi dan turut memberikan semangat.
Banyuwangi Etno Carnival
     Kehadiran kelompok BEC (Banyuwangi Etno Carnival) dengan tema yang berbeda menjadikan tampilan siswa yang berkostum BEC membuat masyarakat merasa seperti menonton BEC yang sudah mulai audisi hingga bulan Oktober, saat ini sekolah diwakili oleh nanda Mohammad Rafi. Nanda Rafi merupakan siswa yang aktiv dalam event-event modeling meskipun prestasi lainya ada seperti pernah mengantarkan sekolah menjadi juara futsal namun nanda Rafi lebih fokus pada kegiatan modeling sebagai sarana kreatifitasnya.

Kamis

70 TAHUN INDONESIA

Peringatan Hari Besar Nasional 
Di Sekolah


HUT RI: Cerianya HUT RI Ke 70

     Kemeriahan sekolah tidak seperti hari biasanya, karena pada tanggal 12 Agustus 2015 OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi beserta Panitia HUT Kemerdekaan RI Ke 70 mengadakan kegiatan di sekolah, dalam kegiatan memperingati hari kemerdekaan ini sekolah mengagendakan beberapa kegiatan yang berupa kegiatan dalam sekolah yang dilaksanakan pada hari rabu, 12 Agustus 2015 sampai dengan hari Sabtu, 15 Agustus 2015. Selanjutnya kegiatan di luar sekolah terdiri dari Karnaval Pelajar tanggal 25 Agustus, dan Gerak Jalan Tradisional tanggal 29 Agustus 2015, selain itu juga sekolah mengirimkan tim Bola Basket untuk berlaga dalam kegiatan HUT RI Ke 70.
     Kegiatan dalam sekolah di hari pertama dimeriahkan dengan kegiatan lomba baca puisi, baca UUD 1945, Lomba Catur, dan lomba mengenakan dasi. Selanjutnya di hari ke dua dimeriahkan dengan lomba paduan suara dengan lagu wajib Indonesia Raya serta lagu pilihan berupa lagu-lagu perjuangan serta di lombakan juga kreatifitas siswa dalam lomba karaoke. Untuk hari ke tiga dimeriahkan lomba yang diikuti seluruh guru dan lomba kebersihan antar kelas, untuk hari terakhir kegiatan diisi dengan jalan sehat.
     Semangat kompetisi peserta lomba terlihat ketat pada lomba paduan suara dan karaoke, lomba yang dilaksanakan bersamaan dan dalam tempo singkat secara bergantian antar kelas dan perorangan mengakibatkan panasnya persaingan. Masing-masing kelompok paduansuara memiliki kemampuan beraneka warna gaya serta persaingan individu pada karaoke menambah suasana siang hari di depan ruang guru menjadi semakin seru. Tidak jarang kreasi siswa dalam paduan suara muncul ide kreatif yang tidak disangka-sangka oleh tim juri misalkan menampilkan kekuatan suara dengan suara satu dan dua.
     Sementara itu untuk tim tari sekolah mendapatkan kesempatan tampil di dalam puncak upacara Detik-detik Proklamasi  di Taman Blambangan yaitu sebuah sajian yang mengkisahkan perjuangan rakyat Banyuwangi dalam menentang penjajahan, tarian ini merupakan tarian kolosal yang diperkuat oleh ratusan siswa siswi mulai dari SMP hingga SMA. SMP Negeri 2 Banyuwangi sendiri menampilkan sepuluh penari pilihan dalam kegiatan tari kolosal tersebut.

Minggu

BUDI PEKERTI LUHUR

Menyemai Budi Pekerti Luhur Di Sekolah

Musyawarah Mufakat Sebagai aplikasi Budi Pekerti
     Melalui Permendikbud No. 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti Luhur, Mendiknas Anis R. Baswedan menginginkan sekolah sebagai taman subur untuk tumbuhnya budi pekerti yang luhur. Mengingat saat ini sekolah masih sering menjadi bulan-bulanan tawuran antar pelajar sampai masalah pelecehan seksual meskipun tidak semua sekolah di kota, kabupaten, propinsi mesti selalu ada kasus tindak kekerasan. Melihat produk permendiknas tersebut setidaknya peraturan yang mulai degarakkan pada awal ajaran baru 2015/2016 ini bagi sekolah tidaklah begitu asing karena ada beberapa poin yang sudah jauh-jauh hari dilakukan oleh sekolah-sekolah misalnya di SMP Negeri 2 Banyuwangi setiap pukul 06.45 WIB melakukan kegiatan menyimak bacaan ayat suci Al-Quran bagi yang muslim serta bagi non muslim menyimak/membaca kitab suci masing-masing di ruangan tersendiri, tiap pagi guru serta anggota OSIS melakukan pembiasaan senyum, salam, sapa di pintu gerbang sekolah, dan pada hari jumat melakukan pembiasaan berupa jumat taqwa, jumat cerdas, dan jumat bersih.
     Ada juga pembiasaan yang baru seperti menyanyikan lagu kebangsaan pada awal pelajaran serta lagu nasional/daerah yang memiliki semangat patriotik pada akhir kegiatan, berikut ini kriteria penumbuhan budi pekerti kegiatan yang wajib dilakukan sekolah:

KEGIATAN HARIAN:
  • Membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
  • Berdoa bersama dipimpin seorang teman secara bergantian.
  • Sesudah berdoa menyanyikan lagu Indonesia Raya.
  • Pada akhir pelajaran menyanyikan lagu daerah, lagu wajib nasional, dan lagu terbaru yang bernuansa patriotik.
  • Kegiatan akhir kegiatan berdoa bersama dengan pemimpin doa secara bergantian.

KEGIATAN MINGGUAN:
  • Upacara Bendera tiap hari Senin
KEGIATAN TAHUNAN:
  • Mengadakan pertemuan di awal tahun ajaran baru untuk mensosialisasikan visi, aturan, materi dan rencana capaian belajar siswa.
  • Melaksanakan Upacara Bendera pada pembukaan MOPDB untuk jenjang SMP dan SMA/SMK.
  • Mengadakan pameran akhir tahun dengan mengundang orangtua dan masyarakat.
KEGIATAN PERIODIK:
  • Membiasakan belajar kelompok sepengetahuan guru dan orangtua.
  • Membiasakan efisien dalam penggunaan air, listrik, telepon,dsb.
  • Menyelenggarakan kantin yang memenuhi standar kesehatan.
  • Membangun budaya bersih di bangku masing-masing siswa.
TARGET PROGRAM:
  • Internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual.
  • Penenaman nilai kebangsaan  dan kebinekaan.
  • Interaksi positif dengan sesama siswa.
  • Interaksi positif dengan guru dan orang tua.
  • Penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak.
  • Pemeliharaan lingkungan sekolah.
  • Pelibatan orang tua dan masyarakat.
     Diatanya tentang alasan urusan budi pekerti sampai diwajibkan dan diatur dalam peraturan menteri, beliau mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk karakter budi luhur. Karakter budi luhur terdiri atas moral dan kinerja. Moral berwujud jujur, kesopanan, beriman dan sejenisnya. Kinerja berwujud tangguh, tuntas, pantang menyerah, rajin dan berpengetahuan. Antara budi pekerti dan ilmu pengetahuan jangan dipisahkan, ujar Anis R. Baswedan. Selanjutnya beliau melanjutkan, budi pekerti bukan urusan moral saja. Keduanya harus disatukan karena sama-sama tujuan pendidikannya. Tentu kita tidak menginginkan siswa yang jujur tetapi tidak berpengetahuan budi pekerti.