VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERKARAKTER, BERPRESTASI, DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN

Jumat

Serah Terima OSIS

Momentum Sumpah Pemuda Dan
Serah Terima OSIS

GOOGLE: Hari Sumpah Pemuda
     Momentum Hari Sumpah Pemuda ke 88 jatuh pada hari Jumat, 28 Oktober 2016 dengan di landasi rasa persatuan kesatuan OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi juga melakukan kegiatan serah terima OSIS 2015/2016 ke OSIS 2016/2017 bertempat di halaman SMP Negeri 2 Banyuwangi. Kegiatan yang di hadiri oleh seluruh warga sekolah ini merupakan kegiatan setiap tahun.
     Dalam kesempatan menjadi pembina upacara Bapak Subiyantoro, M.Pd memberikan makna Hari Sumpah Pemuda sebagai langkah awal untuk mewujudkan pemuda Indonesia yang maju dan diperhitungkan oleh dunia, perjuangan pergerakan bangsa yang dapat di capai merupakan upaya dari pemuda, dengan menghayati isi Sumpah Pemuda diharapkan para pemuda mampu menghayati dan terinspirasi atas perjuangan pemuda-pemuda pada delapan puluh delapan tahun yang lalu.
     Acara serah terima OSIS berlangsung khitmat, kegiatan serah terima di tandai dengan menyerahkan dokumen secara simbolis. Susunan pengurus OSIS 2016/2017 yang di dapat dari hasil pemilihan ini telah tersusun sebagai berikut:
Ketua OSIS     : Ahmad Ulul Azmi 8B
Wakil               : Shovia Berliana Oktaviani 8F
Sekretaris 1     : Wahyu Johnata Irawan 8D
Sekretaris 2     : Della Aprilia Artantri 8F
Bendahara 1    : Elmira Kurnia Agesti 8F
Bendahara 2    : Yulia Julaika 8A
pembina OSIS mengharapkan susunan OSIS 2016/2017 diharapkan mampu melanjutkan program OSIS terdahulu yang masih belum terlaksana dan juga terlaksana namun masih terdapat kekurangan untuk dapat ditingkatkan.
     Pembina OSIS menginginkan OSIS 2016/2017 memiliki program kerja yang dapat menyentuh dan dirasakan oleh seluruh siswa seperti kegiatan yang dapat merubah prilaku siswa dalam kebersihan sekolah dan kelas, OSIS mampu menjadi pelopor Eco School yang selama ini masih kurang perhatian, OSIS diharapkan juga mampu mengawal sekolah Adiwiyata yang terpenting juga OSIS mampu menjadi satu tim solid dalam kegiatan-kegiatannya.

Pengibaran Bendera Merah Putih SMP Negeri 2 Banyuwangi

Teks Sumpah Pemuda di SMP Negeri 2 Banyuwangi
Pembina Upacara, Subiyantoro, M.Pd (Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Banyuwangi)
OSIS 2015/2016 SMP Negeri 2 Banyuwangi
Serah Terima OSIS 2015/2016 ke OSIS 2016/2017 SMP Negeri 2 Banyuwangi

Senin

Pendidikan Demokrasi

Demokrasi dan Reformasi
OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi

SMP Negeri 2 Banyuwangi
     OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi melaksanakan reformasi OSIS untuk periode 2016/2017, acara demokrasi yang dilaksanakan pada hari senin, 24 Oktober 2016 ini diawali dengan acara kampanye kadindat calon Ketua/Wakil Ketua OSIS di hadapan seluruh siswa SMP Negeri 2 Banyuwangi. Sebelumnya acara kampanye yang di jadwalkan dilaksanakan dua hari yaitu pada tanggal 21-22 Oktober 2016.
     Panitia Pemilihan mengungkapkan bahwa dalam pemilihan Ketua/Wakil Ketua OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi untuk periode 2016/2017 ini dicalonkan dua kadindat. Pasangan nomor 1 yaitu Wahyu Johnata 8D dengan Della Aprilia Artantri 8F sedangkan pasangan ke 2 Achmad Ulul Azmi 8B dengan Shovia Berliana Oktaviyani 8F.
     Masing-masing kadindat memiliki Visi Misi untuk OSIS, pasangan kadindat nomor 1 memiliki visi misi, Menjadikan SMP Negeri 2 Banyuwangi menjadi SMP yang berkualitas, berprestasi, aktif, tanggungjawab, serta mengembalikan kembali kesadaran terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Untuk pasangan kadindat nomor 2 memiliki visi misi Menjadi organisai yang cerdas, unggul, berkompeten dan menjadikan OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi menjadi organisasi yang bermutu dan berkualitas tinggi sekaligus mengharumkan nama SMP Negeri 2 Banyuwangi di dalam atau di luar sekolah.
     Dari total pemilih yang terdaftar sebanyak 875 siswa yang mengikuti pemilihan total sebanyak 759 surat suara yang sah, denganot hasil untuk kadindat nomor 1 total mendapatkan suara 210 dan kadindat 2 memiliki total suara 549, untuk suara tidak sah sebanyak 37 suara sedangkan yang tidak berpartisipasi memilih atau golput sebanyak 79 suara. Total dari suara yang masuk ditetapkan untuk Ketua/Wakil Ketua OSIS 2016/2017 adalah kadindat nomor 2 yaitu Achmad Ulul Azmi berpasangan dengan Shovia Berliana Oktaviyani.
Perkenalan Calon Ketua/Wakil Ketua OSIS 2016/2017




Kampanye Kadindat 1

Kampanye Kadindat 2
Partisipasi Pemilih
Suasana Penghitungan Suara

Sabtu

Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda 2016

     Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang bertepatan pada hari Jumat, 28 Oktober 2016 merupakan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-88. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda sekolah melakukan pelantikan penguru OSIS baru untuk periode tahun 2016/2017. Selanjutnya pada tanggal 4 hingga 5 November dadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diselenggarakan di Mira Fantasi.
     Dalam peringatan Hari SUmpah Pemuda yang ke-88 ini ditetapkan logo baru serta tema peringatan yaitu "Pemuda Indonesia Menatap Dunia". Di ari tema tersebut juga di rumuskan sub tema dari Hari Sumpah Pemuda yaitu:
  1. Melalui semangat Pemuda adalah implementasi nilai-nilai Sumpah Pemuda dan Undang-Undang Kepemudaan
  2. Pemuda juga menginspirasi semangat Sumpah Pemuda, memperkuat karakter pemuda Indonesia yang mampu menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Membangkitkan Indonesia dalam memantapkan generasi muda yang memiliki kualitas integritas yang tinggi.
  4. Dengan menatap menumbuhkembangkan pribadi berkarakter, berkapasitas, keahlian dan intelektual yang cukup memenuhi.
  5. Membangun dunia karakter kepemimpinan pemuda yang peduli dan profesional.
  6. Mendorong pemuda sebagai pelopor semangat kebangsaan dalam kebhinekaan.
  7. Memacu pemuda sebagai pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  8. Sukseskan HSP ke 88 tahun 2016 sebagai tahun kebangkitan ekonomi pemuda.
  9. Melalui sema
  10. ngat sumpah pemuda kita perkokoh persatuan bangsa untuk mensukseskan pembangunan pemuda yang berkelanjutan.
  11. Melalui sumpah pemuda kita wujudkan pemuda yang maju, mandiri dan profesional.
  12. Tingkatkan solidaritas, integritas dan profesionalisme pemuda menuju bangsa yang sejahtera dan negara yang bermartabat.

Logo Hari Sumpah Pemuda 2016
   Logo hari Sumpah Pemuda ke 88 di tahun 2016 ini memiliki arti:
  1. Keseluruhan Logo Sumpah Pemuda ke-88 merupakan logotype angka 88 memiliki bentuk simple namun menunjukkan sesuatu yang modern dan sebuah inovatif bahwa pemuda Indonesia mempunyai tantangan bangsa Indonesia saat ini dan akan datang.
  2. Angka 88 yang terlihat meliuk fleksibel dan saling mengait menunjukkan semangat kebangsaan yang terus tertanam untuk selalu bersatu dan menjadi generasi tangguh yang mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman serta memiliki daya saing.
  3. Tulisan Sumpah Pemuda 1928-2016 melambangkan tahun dimana Sumpah Pemuda dicetuskan hingga saat ini.
  4. Warna dasar merah putih 88 putih melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).





Senin

Mengenai E-Learning

Tantangan Dan Harapan 
Teknologi Informasi
oleh: Ahmad Amin Udin

     Perkembangan teknologi informasi yang cepat membawa perubahan dan sistem belajar siswa, halangan letak geografis bukan berarti suatu halangan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi disambut cukup beragam bagi pelaku pendidikan di Indonesia, teknologi informasi sudah menjadi satu kebutuhan sebagai media belajar, namun bukan berarti perkembangan teknologi informasi selalu mendapat tantangan baik internal mau pun eksternal dari sekolah. Pemanfaatan teknologi informaasi pada dunia pendidikan sering di sebut sebagai e-learning.
     E-learning tidak asing bagi seorang guru bahkan siswa sekalipun. E-learning diartikan suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Banyak sekali website pribadi, perusahaan mau pun e-learning yang dikembangkan oleh PUSTEKKOM seperti belajar.kemdikbud.go.id. Fitur yang disediakan oleh PUSTEKKOM dalam website belajar.kemdikbud.go.id mengusung sebuah e-learning yang lengkap dimana dalam harapannya e-learning dapat menjadi kelas maya bagi peserta didik.
     Sumber lain untuk pengertian e-learning diungkapkan sebagai proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi. Kondisi geografis negara yang terdiri dari kurang lebih 18.500 pulau besar kecil ini merupakan tantangan tersendiri dalam mewujudkan kenyataan serta memberikan secercah harapan dengan hadirnya e-learning. Bukan tidak mungkin antusias e-learning lebih maju di daerah pinggiran dari pada yang berada di kota, alasannya di kota benar banyak mempergunakan teknologi informasi yang canggih namun hanya sebatas dalam media sosial saja dan menganggap kebutuhan e-learning sebagai media belajar sampingan saja, sebaliknya rasa penasaran akan informasi tentang sumber belajar dan belajar jarak jauh membuat daerah pinggiran semangat untuk mencari informasi pendidikan online walau banyak tantangan yang menyertainya.

Tantangan Dunia Maya
     Media e-learning dapat membantu seorang guru dan juga peserta didik untuk senantiasa belajar tanpa mengenal waktu, tempat serta buku. Kemajuan teknologi mau tidak mau harus update dan jelas penggunaannya untuk peserta didik, tantangan dunia pendidikan saat ini khususnya e-learning harus mampu menjadi sumber belajar yang tidak pernah mati dan familier bagi siswanya. Peserta didik untuk saat ini lebih akrab dengan media sosial seperti facebook, twitter, blog, dan instagram.
     Bila kita bandingkan dengan e-learning yang berkembang saat ini sangat jauh berbeda dengan kegemaran siswa dalam mengeksplorasi sebuah media sosial seperti halnya sebuah perbandingan antara antara e-learning dengan media sosial seperti facebook, twitter, ketertarikan siswa lebih suka pada media sosial daripada e-learning. Sebetulnya e-learning seperti yang dikembangkan PUSTEKKOM memiliki pesaing sebuah media sosial yang berarti munculah sebuah tantangan yang harus dapat dijadikan sebagai dasar bagaimana sebuah e-learning dapat menjadi media belajar yang di sukai oleh peserta didik. Kita perhatikan siswa tertarik pada media sosial karena lebih simpel, bisa chatting, termasuk dapat berkirim sebuah dokumen yang berarti harus diakui bahwa e-learning masih jauh dalam kategori di gandrungi oleh siswa.
     Penggunaan media sosial bagi seorang pendidik sering juga alih fungsikan sebagai media belajar dan sarana penghubung dengan siswa di kelasnya. Guru mengirim menerima tugas dan mengamati prilaku sosial melalui media sosial juga. Bagi media belajar online e-learning setidaknya harus mampu mengakumudir kemampuanya seperti media sosial juga. Mengapa demikian? Kita harus paham akan keinginan siswa dan khusus juga keinginan guru, pada dasarnya ketika e-learning ditawarkan ke sekolah sebetulnya tidak ada penolakan, namun ketika melihat dan merasakan susahnya mempergunakan fasilitas yang ada tentunya muncul keganjilan bagi masing-masing guru yang beranggapan website e-learning hanya menyita waktu saja.
     Seorang siswa menjadi merasa enjoy tatkala di depan sebuah gadget, mereka merasa tidak enjoy ketika harus belajar mempergunakan e-learning misalkan siswa melihat materi tertentu, maka yang dilakukan siswa adalah hanya melihat-lihat tanpa melakukan aktivitas membaca atau menulis jika ada perintah siswa baru melakukan. Kenyataan ini harus di akui bagaimana pun pembelajaran online masih juga harus selalu mendapatkan perhatian.
     Tantangan kedepan tidak hanya pada kemanfaatan e-learning saja, masalah meratanya penerimaan signal internet juga menjadi sebuah tantangan. Hambatan sering di keluhkan karena signal internet yang tidak mendukung. Bisa di katakan buruknya jaringan internet merupakan tantangan eksternal yang juga perlu di fikirkan.

Literasi Online
     Literasi memiliki arti dasar sebagai aktivitas membaca, menulis yang dengan aktivitas tersebut menghasilkan sebuah karya. Literasi di dunia pendidikan tidaklah terlalu asing di dengar, aktivitas literasi di sekolah di sambut dengan berbagai program seperti membuat sudut baca, membiasakan membaca buku non pelajaran selama lima sampai sepuluh menit. Apa yang terjadi di sekolah sebagai salah satu contoh proses mengarah pada literasi yang dapat menciptakan karya, menciptakan sebuah karya yang belum tercapai ketika gerakan literasi di Indonesia mulai diperdengarkan.
     Berkembangnya teknologi informasi dan internet membawa perubahan besar dengan prilaku literasi masyarakat Indonesia, literasi yang tadinya hanya sebagai aktivitas membaca dan menulis berubah wujud seiring perkembangan dunia teknologi informasi. Era digitalisasi membawa cara pandang literasi konvensional menjadi literasi elektronik, e-learning sebagai salah satu media belajar jarak jauh dituntut dapat menjadi bagaian dari majunya gerakan literasi di Indonesia. Bagi perkembangan dunia e-learning PUSTEKOM melalui website belajar.kemdikbud.go.id atau pun m-edukasi.kemdikbud.go.id merupakan salah satu produk e-learning plat merah yang dapat di jadikan sebagai sarana melatih diri dalam literasi online.
     Kelihatan ganjil tatkala membicarakan tentang literasi online, berkembang luasnya teknologi mengakibatkan bergesernya pola literasi dari konvensional menjadi literasi digital. Perkembangan literasi di Indonesia ternyata di pandang tidak begitu menggembirakan dengan ditandai sedikitnya dokumen literasi. Perpustakaan masih menjadi tempat untuk sekedar mengkoleksi buku, perpustakaan sekolah menjadi kunci memasyarakatkan literasi dengan pembiasaan mengunjungi, belajar dan membaca di perpustakaan.
     Kemampuan literasi masyarakat Indonesia patut diakui masih ketinggalan jauh dengan negara tetangga, artinya Indonesia masih harus berjuang membiasakan terjadinya literasi di kalangan pelajar hingga guru. Sangat setuju jika e-learning semacam belajar.kemdikbud.go.id atau m-edukasi.kemdikbud.go.id secara khusus memfasilitasi kemampuan siswa hingga guru untuk dapat memberikan sumbangan literasi di media online. Sumbangan literasi dapat berupa pemberian ruang informasi seperti pada m-edukasi.kemdikbud.go.id atau sumbangan tulisan materi untuk diunduh siswa.
 
Jurnalis Online
     Perkembangan dunia menulis di tingkat sekolah dasar menengah dan atas masih tidak terlalu bagus untuk dirasakan, aktivitas anak menulis masih jauh dari harapan. Gerakan literasi masih sekedar membiasakan diri membaca belum sampai pada tingkatan bagaimana dengan membaca menulis dapat tercipta suatu karya. Patut diakui meski pun belajar membaca dan menulis sudah diberikan sejak di bangku sekolah dasar pada kenyataannya masih saja seorang siswa begitu sulit untuk mengarang. Menulis bagi kita masih dirasa sulit karena yang terbayang adalah bagaimana ejaan saya apakah sudah benar, bagaimana jika karya saya dikritik oleh orang lain, perasaan-perasaan seperti inilah yang membunuh ide kita untuk berkarya.
     Kesulitan menulis dapat diatasi dengan mengajak siswa menulis sederhana sebuah berita, mengapa mempergunakan gaya penulisan berita atau jurnalistik? Karena nantinya pemberitaan jurnalistik akan di tuangkan dalam sebuah media sosial blog. Medsos blog sangat penting artinya bagi siswa sebagai pemicu siswa untuk suka menulis. Gaya menulis jurnalistik bagi siswa tidak begitu asing karena bagi siswa yang membiasakan diri menulis di buku harian tidaklah asing untuk menulis berita atau pun siswa yang akrab dengan surat kabar pasti mengetahui bentuk kalimat berita dalam surat kabar.
     Peranan dunia menulis sangat dibutuhkan bagi perkembangan literasi di Indonesia, gaya menulis jurnalistik yang sering di sebut sebagai karya sastra yang terburu-buru sangat menarik untuk disampaikan ke siswa karena dengan sistem penulisan jurnalistik siswa dapat mengembangkan kreasinya dalam menuangkan ide-ide tentang masalah umum sampai pada pengungkapan ide-ide ilmiah.

Sebuah Harapan
     Penting kiranya perancang website berbasis e-learning dapat mengerti keinginan konsumen, secara tidak langsung pengguna e-learning di kalangan guru menginginkan e-learning yang tidak terlalu ribet dengan kata lain e-learning sudah siap pakai untuk disampaikan ke semua siswa. Ketertarikan siswa terhadap media sosial harus ditanggapi positif, jika perlu media sosial tersebut dapat digunakan sebagai sarana belajar jarak jauh.
     Bangsa ini sangat luas  seringkali antara harapan dan kenyataan tidak seimbang, dalam arti kata ketika e-learning menjadi salah satu sarana pemecah kebuntuhan pendidikan di pelosok ternyata tidak diimbangi dengan lancarnya sinyal komunikasi internet di daerah. Masih banyak sekali wilayah di Indonesia yang termasuk dalam wilayah blank spot.
     Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan sudah pasti sangat dibutuhkan, secara politis pemenggalan harapan meratanya teknologi informasi menjadi satu permasalahan yang bisa dikata serius, munculnya kurikulum 2013 menggantikan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) menjadi permasalahan serius bagi guru yang mengembangkan atau merintis teknologi informasi di sekolah.
     Menumbuh kembangkan siswa melek teknologi informasi merupakan kebutuhan wajib dan menu nutrisi untuk di bumikan ke seluruh pelosok negeri, dengan harapan Indonesia semakin maju dalam literasi dan menjadi pengguna terbanyak media belajar online seperti juga media sosialnya. Untuk itu perlu kiranya menciptakan media edukasi yang mudah diakses, familier, mudah dieksplor, keberadaan e-learning cukup membantu untuk wilayah yang membutuhkan informasi online belajar.kemdikbud.go.id atau pun m-edukasi.kemdikbud harus mampu mewujudkan impian sebagai e-learning yang terbuka dan memiliki akses seperti media sosial pada umumnya.

Banyuwangi Festival

Banyuwangi Batik  Festival 2016

Banyuwangi Batik Festival 2016
     Banyuwangi Batik Festival 2016 yang dilaksanakan pada minggu, 9 Oktober 2016 bertempat di Gelora Seni (GESIBU) Blambangan berlangsung meriah. Acara yang diikuti juga oleh wakil dari SMP Negeri 2 Banyuwangi ini menampilkan 48 batik berbagai karya asli lare osing Banyuwangi. Tema BBF 2016 ini adalah "Sekar Jagad Blambangan".
     Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Hari Cahyo, diungkapkan "Jadi Sekar itu berarti harum, itu bunga. Dan jagad itu dunia. Di mana Banyuwangi sudah mengharumkan dunia". SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam kegiatan BBF 2016 ini merupakan partisipasi sekolah yang ke dua kalinya, pada tahun 2016 ini. Sebelumnya dalam kegiatan 2015 SMP Negeri 2 Banyuwangi juga mengirimkan wakilnya yang bertemakan "paras Gempal".
          Sebelumnya SMP Negeri 2 Banyuwangi juga mengirimkan siswanya pada kegiatan tari masal yang bertajuk "Gandrung Sewu di pantai Boom Banyuwangi. Sementa dalam kegiatan yang memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke 71 yang di laksanakan di Gesibu Blambangan sekolah juga mengirimkan tim tari terbaiknya, bedanya acara yang diselenggaarakan pada tanggal 5 Oktober ini menampilkan cerita kolosal yang menceritakan perjuangan rakyat Banyuwangi dalam mengusir penjajah di Indonesia.
 

    

HARI RAYA IDUL ADHA SEKOLAHKU

OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi
Belajar Berqurban

Logo SMP Negeeri 2 Banyuwangi
     OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi melakukan kegiatan berqurban 2 ekor sapi untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1437 H yang bertepatan pada hari Senin, 12 September 2016. Kegiatan Hari Raya Idul Adha ini merupakan kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahun, hewan qurban merupakan hasil dari sodaqoh qurban dari seluruh siswa dan di tambah dari guru, serta karyawan SMP Negeri 2 Banyuwangi. Kegiatan pemotongan hewan qurban dilakukan setelah pelaksanaan sholat Id, tepat pukul 08.30 WIB suara takbir menggema mengiringi kegiatan pemotongan hewan qurban. Dalam sambutannya pembina OSIS mengharapkan kegiatan Idul Qurban dapat memberikan rasa kegotong royongan sesama teman dan memupuk rasa persaudaraan.
     Diungkapkan untuk shodaqoh dari siswa beserta guru dan karyawan TU terkumpul dana sebesar Rp. 27.000.000,- untuk tahun ini sekolah melakukan penyembelihan 2 ekor sapi dengan sasaran pembagian daging sapi pertama di prioritaskan untuk siswa yang tidak mampu dan warga sekitar sekolah yang kondisi perekonomiannya tidak terbilang baik atau layak untuk mendapatkan pembagian daging qurban, ungkap bapak Ahmad Zainul Arifin selaku koordinator kegiatan Hari Raya Idul Qurban.
  

Jumat

PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Pengenalan Lingkungan Sekolah
Bagi Siswa Baru SMP Negeri 2 Banyuwangi

     Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang dikhususkan untuk menyambut siswa baru SMP Negeri 2 Banyuwangi dilaksanakan pada tanggal 18 - 20 Juli 2016 sebelumnya pada tanggal 16 Juli 2016 diadakan kegiatan Pra-PLS yang bertujuan untuk menyamakan visi misi pada kegiatan yang sebelumnya diistilahkan dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) atau pun istilah lainnya yang ternyata dipandang tidak mendidik dan mempunyai banyak permasalahan bagi siswa baru, secara psikologis istilah "orientasi" menimbulkan pandangan yang tidak baik bagi seorang siswa bahkan orang tua sekalipun karena istilah tersebut lebih mengarah pada perpeloncoan.
     Dengan peraturan baru Permendikbud No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru mengharap tidak adanya lagi kegiatan yang menjurus pada kegiatan perpeloncoan semisal memberikan tugas yang aneh-aneh dengan menghitung semut, menghitung gula, bahkan menghitung jumlah nasi yang tersisa atau ada yang ekstrim dengan memakan makanan sisa teman. Peraturan baru ini lebih menitik beratkan pada tugas guru untuk terjun langsung dan berperan lebih di dalam kegiatan PLS dibandingkan dengan panitia PLS yang diwakili siswa-siswi yang tergabung dalam OSIS.
     Sesuai dengan istilahnya Pengenalan Lingkungan Sekolah, PLS nantinya merupakan satu perantara untuk memperkenalkan lebih jauh tentang kondisi sekolah yang saat ini merupakan tempat belajar baru dengan suasana baru pula dan memiliki beragam sifat, prilaku, bangunan fisik sampai pada wajah-wajah baru tenaga pengajarnya.
     Kegiatan-kegiatan atau pun pembiasaan yang nantinya diperkenalkan pada siswa adalah selamat pagi anakku pada kegiatan ini jam pertama masuk siswa sudah dibiasakan masuk dengan disambut bapak/ibu guru maupun anggota OSIS dengan senyum, salam dan sapa yang selanjutnya pembiasaan menyanyikan lagu Indonesia Raya, untuk memulai pelajaran dilakukan pembacaan kitab suci.
     Berikut beberapa kegiatan yang nantinya disampaikan untuk peserta PLS siswa baru SMP Negeri 2 Banyuwangi, yaitu:
  1. Pengenalan visi misi sekolah, program sekolah dan ekstrakurikuler sekolah.
  2. Mengenal cara belajar, budaya dan  tata tertib sekolah.
  3. Mengenal fasilitas saran dan prasarana sekolah.
  4. Mengenal etika berkomunikasi, termasuk tata cara menyapa/berbicara dengan bahasa santun, salam, senyum, sapa.
  5. Menanamkan dan menumbuhkan akhlak mulia dan berkarakter dengan melatih ibadah shalat dhuha, memelihara lingkungan sekolah.

Sabtu

INDAHNYA BUKA PUASA

Buka Puasa Plus Keluarga Besar
SMP Negeri 2 Banyuwangi

Kepala Sekolah bersama KH Yusuf Nuris
     Bertempat di musholla SMP Negeri 2 Banyuwangi, pada hari Jumat tanggal 1 Juli 2016 keluarga besar SMP Negeri 2 Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan buka bersama plus KH. Yusuf Nuris sebagai pengisi pengajian menjelang buka puasa, KH Yusuf Nuris merupakan wakil bupati Kabupaten Banyuwangi semasa pemerintahan Ratna Ayu Lestari. Kegiatan buka bersama ini merupakan salah satu upaya mengikat dan mempererat tali silaturahim keluarga besar sekolah sekaligus sekolah memberikan talih asih berupa bingkisan dan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk seluruh keluarga besar sekolah.
     Mengawali kegiatan buka bersama plus dengan tema "Jadikan buka bersama sebagai momentum hadirkan cinta sesama dari buah puasa" kepala sekolah SMP Negeri 2 Banyuwangi Bapak Subiyantoro mengungkapkan ibadah puasa sebagai sarana meyuburkan rasa iman dan taqwa kepada Allah SWT, kehadiran keluarga besar SMP Negeri 2 Banyuwangi diharapkan dapat meningkatkan semangat untuk berkarya bagi bangsa dan negara.
     Selanjutnya KH Yusuf Noris memberikan pencerahan bahwa Allah SWT menyembuyikan sesuatu dan memberikan ridhonya pada lima hal, yaitu Allah menyembunyikan dan memberikan ridho dalam setiap ibadah-ibadah sehingga ibadah apapun janganlah di anggap sebagai beban atau pun disepelekan, Allah menyembunyikan dan memberikan ridho dalam maksiat-maksiat sehingga kita dilarang melakukan dosa dan segera bertobatlah untuk menghindari murka Allah SWT, Menjaga sholat baik itu sholat wajib mau pun sholat sunat, Allah menyembunyikan kekasih Nya diantara umat manusia sehingga senantiasa dalam kehidupan bermasyarakat kita menghindari meremehkan, menghina, menghardik orang-orang disekitar kita, Allah menyembunyikan dan memberikan ridho Nya di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon.
     Sebelum acara buka bersama plus, siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melakukan kegiatan bhakti sosial yang dikemas dalam pembagian zakat fitrah untuk masyarakat sekitar penyaluran zakat berlangsung lancar. OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi telah membagikan 100 kantong beras zakat untuk masyarakat di sekitar sekolah dan selanjutnya untuk mengungkapkan rasa syukur karena program PPDB, Zakat berjalan lancar OSIS melakukan kegiatan buka bersama sekaligus melakukan koordinasi kegiatan MOS yang didahului dengan kegiatan pra MOS pada tanggal 16 Juli 2016.
Keluarga Besar SMP Negeri 2 Banyuwangi
Zakat Fitrah


Jumat

KURIKULUM 2013

Pelatihan K13: Sekolah Sasaran 
Tahun Pelajaran 2016/2017

Pelatihan K13 guru seni budaya
     Bertempat di SMP Negeri 2 Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 19 sampai dengan 24 Juni 2016 digelar kegiatan pelatihan Kurikulum 2013 untuk sekolah sasaran tahun pelajaran 2016/2017.Bagi bapak/ibu guru SMP Negeri 2 Banyuwangi kegiatan pelatihan seperti ini bukanlah hal yang baru, pasalnya dua tahun yang lalu bapak/ibu guru juga pernah mengikuti kegiatan pelatihan guru di Kurikulum 2013.
     Seperti diketahui pada jenjang SMP, Kurikulum 2013 telah direvisi dengan nama tetap Kurikulum 2013 dan harus diterapkan pada 9.000 SMP terpilih sekitar 25% nya dimana SMP Negeri 2 Banyuwangi merupakan sekolah sasaran pada tahun pelajaran 2016/2017 ini. Selanjutnya diharapkan secara berurutan semakin bertambah sekolah-sekolah sasaran yakni di tahun 2017 menjadi 50%, di tahun 2019 75%, sampai pada tahun 2020 diharapkan sudah tercapai 100% sekolah-sekolah SMP di seluruh Indonesia mempergunakan Kurikulum 2013.
     Kegiatan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1437 H ini semula dianggap sebagai beban namun disela-sela kegiatan pelatihan ternyata ibadah puasa bukan merupakan penghalang berarti untuk menyukseskan terlaksananya dan tercapainya Kurikulum 2013. Sementara ini bapak/ibu guru yang menjadi duta dalam Kurikulum 2013 edisi tahun 2016 ini adalah Caesilia Widya, M.Pd (PKn), Rani Pangastuti, M.Pd (Bahasa Indonesia), Hj. Miftahurrohmah, S.Ag (Pendidikan Agama), Khusnul Khotimah, S.Pd (Bahasa Inggris), Sudiyono, S.Pd (Matematika), Titik Suci Rahayu, S.Pd (Seni Budaya), Sri Adiastuti, S.Pd (Prakarya), dan Muisman, M.Pd sebagai tutor sekaligus guru inti mata pelajaran IPS. Kegiatan pelatihan Kurikulum 2013 untuk sekolah sasaran di Kabupaten Banyuwangi ini di bawah koordinasi LPMP.
     Dibandingkan K13 sebelumnya, menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Totok Suprayitno, secara keseluruhan ada lima poin hasil revisi Kurikulum 2013. Lima poin tersebut terdiri dari pertama, meningkatkan hubungan antara Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), kedua, penyederhanaan sistem penilaian yang dilakukan oleh guru, ketiga, proses berfikir siswa tidak dibatasi, keempat, teori 5M (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis dan menciptakan) tidak hanya sebatas teori tetapi guru dituntut untuk dapat menerapkan dalam kegiatan pembelajaran, kelima, struktur mata pelajaran dan lama belajar tidak dirubah dan dalam revisi ini K13 masih tetap mendukung proses belajar di kelas yang menyenangkan.

Sabtu

PPDB SMP BANYUWANGI 2016

PPDB SMP Negeri 2 Banyuwangi

BOS PPDB
     SMP Negeri 2 Banyuwangi merupakan sekolah yang didirikan pada tahun 1954 yang awalnya berkonsentrasi pada program ekonomi dengan nama SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) yang beralamat di Jl. Jaksa Agung Suprapto 68, selanjutnya didasarkan dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 30/U/1979 tanggal 17 Februari 1979 jadilah SMEP berubah status menjadi SMP Negeri 2 Banyuwangi yang saat ini terletak di Jalan Ranggawuni 41.
     Pada usia yang ke 37 tahun ini SMP Negeri 2 Banyuwangi membuka kelas sebanyak delapan rombel dan untuk tahun 2016 ini sistem penerimaan siswa baru (PPDB) dijadwalkan dalam tiga jalur pendaftaran yaitu: JALUR MANDIRI/PRESTASI dibuka pada tanggal 15-15 Juni 2016, JALUR REGULER dibuka tanggal 27-29 Juni 2016, JALUR PENELUSURAN BAKAT DAN MINAT dibuka pada tanggal 1-2 Juli 2016.
JALUR MANDIRI:
     Jalur Mandiri, merupakan jalur seleksi calon peserta didik baru dengan mempertimbangkan jarak tempat tinggal ke sekolah, prestasi akademis/non akademis, faktor ekonomi lemah dan usia calon peserta didik baru. Pendaftaran secara online dilaksanakan tanggal 13-15 Juni 2016 dengan kegiatan uji petik pada saat pendaftaran dan pengumuman kelulusan jalur mandiri tanggal 17 Juni 2016 pada pukul 09.00 WIB sekaligus daftar ulangnya tanggal 17-18 Juni 2016. Berikut perihal tentang jalur Mandiri:
  1. Jalur Mandiri dilaksanakan secara serentak dan terpadu menggunakan sistem aplikasi online.
  2. Seleksi yang dilaksanakan mempertimbangkan jarak tempat tinggal ke sekolah, prstasi akademik/non akademik, ekonomi lemah dan usia calon peserta didik baru.
  3. Loket In Action
  4. komponen-komponen jalur mandiri adalah sbb:
  •  Prestasi Akademik/Non Akademik harus melampirkan piagam asli.
  • Jarak tempat tinggal ke sekolah, melampirkan KK (Kartu Keluarga) Asli
  • Faktor ekonomi lemah, melampirkan Bukti Kartu Pengendali Sosial (KPS), Kartu Indonesia Pintar/Program Indonesia Pintar. 
 Lebih jelasnya silahkan klik link website berkut ini.
 
JALUR REGULER:
     Jalur Reguler, merupakan jalur seleksi calon peserta didik baru yang mempergunakan nilai Ujian Nasional dan rata-rata rapot semester VII sampai XI sebagai dasar penskoran. Jalur Reguler secara online yang dilaksanakan tanggal 27-29 Juni 2016 hanya saja untuk pendaftar di luar Kabupaten Banyuwangi yang belum masuk data base diharuskan mendatakan database dulu di Dispendik Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 20 - 24 Juni 2016. Pengumuman kelulusan pukul 12.00 WIB tanggal 30 Juni 2016, sekaligus daftar ulangnya pada tanggal 1 - 2 Juli 2016.
  1. Jalur Reguler penerimaan peserta didik baru dilaksanakan secara serentak dan terpadu mempergunakan sistem aplikasi PPDB on line.
  2. Penerimaan calon peserta didik kelas VII SMP mempergunakan nilai yang terdiri atas: Nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Rata-rata rapot semester VII - XI pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Dan rata-rata mata pelajaran PKn dan IPS hasil Ujian Sekolah.
  3. Calon peserta didik dapat mendaftar paling banyak pada 2 pilihan sekolah.
Lebih jelasnya silahkan klik link website berikut ini.
Adapun untuk jalur Penelusuran Bakat Minat (PBM) pendaftaran dimulai tanggal 1-2 Juli dengan kegiatan Tes Potensi Akademik (TPA) dan wawancara. Pengumuman sekaligus daftar ulang pada tanggal 2 Juli 2016. Kegiatan setelah daftar ulang adalah Pra MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru) yang dilaksanakan tanggal 16 Juli 2016.
     Secara kebetulan Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2016 ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1437 H, praktis kegiatan PPDB full bernuansa Ramadhan. OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi yang turut serta dalam kegiatan PPDB juga turut serta dalam kegiatan sekaligus di sela-sela PPDB ada kegiatan zakat fitrah.
Petugas Loket PPDB SMP Negeri 2 Banyuwangi



OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi turut dalam sukses PPDB

Pengisian formulir PPDB

Pengepakan beras zakat fitrah


OSIS harus peduli, bantu dan kompak