VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERPRESTASI, BERMORAL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP

Kamis

KEJURKAB DRUMBAND BUPATI CUP XIII

Tetap Semangat Dengan Hujan

Kamis, 18 Desember merupakan awal "jenggirat tanginya drumband SMP Negeri 2 Banyuwangi" untuk menjadi nomor satu. Nomor urut satu menjadi lecutan semangat tinggi untuk drumband SMP Negeri 2 Banyuwangi, lama "tidur" tidak membuat semangat anak didik di bawah binaan Bapak Ruspandi, Ss untuk siap menjadi juara dalam Kejurkab Drumband Bupati Cup XIII yang puncaknya pada tanggal 21 Desember di GOR Tawangalun Banyuwangi.
Sudah Lama Tidur: Ayo Jenggirat Tangi


Rabu

PERSAMI PRAMUKA 2014

Kemah Bakti Lingkungan
Gudep SMP Negeri 2 Banyuwangi

Gudep SMP Negeri 2 Banyuwangi, Tatap Semangat
Bertempat di desa Licin sebanyak tigaratus siswa yang tergabung dalam Gudep Pramuka SMP Negeri 2 Banyuwangi melakukan Perkemahan Bakti Lingkungan pada hari Sabtu-Minggu yang bertemakan "Mari Kita Tingkatkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air Demi Terwujudnya Generasi Emas Indonesia Yang Beriman, Unggul dan Berprestasi". Kegiatan yang diadakan pada tanggal 13 hingga 14 Desember ini bertepatan dengan selesainya ulangan sekolah. Peserta Persami adalah anggota Pramuka kelas 7 dan 8. Acara pembukaan Persami dibuka oleh Bapak Subiyantoro, M.Pd sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Banyuwangi, beliau menekankan perlunya menanamkan sikap kepribadian unggul yang kreatif, inovatif, dan cerdas.

Seusai acara pembukaan Bapak Subiyantoro diberikan kesempatan memberikan materi tentang kepemimpinan. Dalam sesi acara ini terjadi diskusi yang hidup antara Bapak Kepala Sekolah dengan anggota Gudep Pramuka SMP Negeri 2 Banyuwangi, diantaranya terungkap semangat siswa untuk ikut memberikan sumbang saran bagi sekolah diantaranya keinginan dan dukungan siswa agar sekolah menyediakan fasilitas aula, kamar kecil siswa yang layak, kenyaman, disiplinan siswa, lapangan olah raga yang lengkap.Kegiatan persami juga menekankan kerja kelompok dan asah keterampilan anggota Pramuka dengan melakukan outbond.

Melatih Kemandirian
Musyawarah untuk Mufakat

Sabtu

SEDEKAH OKSIGEN

Satu Jiwa Satu Pohon

Sabtu, 6 Desember 2014 di halaman SMP Negeri 2 Banyuwangi begitu meriah. Meriahnya hari ini karena sekolah mengadakan acara yang dikemas dalam Sedekah Oksigen dengan menanam Satu Jiwa Satu Pohon. Pohon yang ditanam adalah pohon palm kuning atau sebagaian masyarakat menyebut dengan palm seribu, tanaman palm ini memiliki nama latin Chrysalidocarpus lutescens. Tidak hanya menanam pohon palm saja, kegiatan sedekah oksigen ini juga dimeriahkan dengan lomba yel-yel yang diikuti seluruh warga kelas tujuh sampai sembilan.

Meskipun Hari Menanam Pohon jatuh pada  tanggal 28 November, namun tidak berarti menanam pohon untuk sedekah oksigen berhenti hanya di bulan November saja, salah satunya adalah SMP negeri 2 Banyuwangi yang tidak akan berhenti untuk menanam pohon. Mengapa sekolah ini memilih jenis palm kuning? Tentunya ada alasan tersendiri mengapa harus palm kuning.

Palm Kuning, merupakan jenis pinang-pinangan yang bisa tumbuh hingga 6 meter. Mempunyai kemampuan menyerap racun paling banyak di antara beberapa jenis palm yang ada. Tanaman ini cocok untuk di tanam di dalam ruangan dan di pinggir jalan salah satu yang terpenting adalah kemampuannya menyerap gas beracun dari asap kendaraan maupun pabrik. Dengan ketinggian 1,8 meter palm kuning mampu menghasilkan uap air 1 liter/24 jam dan menghisap zat beracun paling banyak. Kemampuan menyerap Trikkoroetilen-nya 16,520 microgram, sedangkan penyerapan benzena 34,073 microgram dan Formaldehida 76,707 microgram per 24 jam. Tanaman ini tergolong lengkap, karena mampu menyerap xylene maupun amonia dalam jumlah besar.

 

Kamis

MUSYAWARAH GURU SMPN 2 BANYUWANGI

MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT

Musyawarah: SMP Negeri 2 Banyuwangi
Bertempat di Laboratorium IPA, pada hari Kamis 11 September 2014 semua guru dan karyawan bersama-sama membahas tentang segala urusan yang ada di SMP Negeri 2 Banyuwangi. Acara di buka oleh Humas bapak Anshori, S.Pd, S.ST dalam pembukaannya menyatakan berkumpulnya semua warga sekolah di harapkan memunculkan ide-ide gagasan yang mengarah pada majunya kegiatan belajar mengajar di sekolah yang pada akhirnya memberikan nuansa sejuk, nyaman untuk tempat belajar.

Perlu diketahui, musyawarah seperti ini sebelumnya juga dilakukan pada hari Jumat 5 September beertempat di ruang serbaguna dengan menghadirkan orang tua siswa. Adapun pembahasannya adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan akademis dan non akademis, selanjutnya dalam kegiatan tersebut dilanjutkan dengan dibentuknya paguyuban kelas dengan tujuan mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa.

Pada musyawarah, telah terungkap beberapa usulan dan pemikiran-pemikiran, diantaranya:
  •  SMP Negeri 2 Banyuwangi bertekat untuk menjadi lebih baik dengan Kurikulum 2013 dan program Lesson Studi (LS).
  • Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan kondisi Kurikulum 2013, sekolah memprogramkan LCD Proyektor.
  • Dengan di berikanya kepercayaan SMP Negeri 2 Banyuwangi sebagai sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, sekolah berusaha meningkatkan kemampuan dalam hal tata kelola RTH, kantin sehat dan juga mengusahakan hemat air dengan melakukan pengeboran.
  • Merintis buletin sekolah sebagai upaya penyambungan tali silaturahim dengan orang tua siswa.
  • Mengelolah website dengan cara profesional dan menganjurkan guru untuk dapat menulis tidak hanya di jejaring sosial tapi juga di media surat kabar yang berisi tentang sekolah dengan tujuan memperkenalkan sekolah ke masyarakat dengan seluas-luasnya.
  • Sekolah siap mensuport kegiatan 16 kegiatan ekstra sekolah.
  • Sekolah berusaha meningkatkan kemampuan peserta didik dari tingkat kabupaten ke tingkat propinsi, selama ini sekolah dapat mengantarkan siswanya sampai ke tingkat nasional dengan atas nama Sae sebagai juara III Nasional Karya Cipta Cerpen.
  • Perlunya urusan intern keuangan dalam satu pintu dengan tujuan segala urusan keuangan dapat terkonsentrasi dalam satu titik.
  • Kesiswaan bertekad melakukan home visit tidak hanya karena siswa bermasalah saja tetapi juga untuk siswa berprestasi.
  • Pembiasaan sholat dhuha, salam, tegur, sapa merupakan program kesiswaan yang harus ditingkatkan kualitas layanannya.
  • Sekolah menjalin komunikasi dengan orang tua melalui SMS Center serta pemanfaatan website sebagai media pembelajaran dan tes online.

Selasa

SADAR LINGKUNGAN BERSIH

Sadar Bersih dan Sehat 
di Kantin Yuk ...

Buang sampah pada tempatnya yuk
Kesadaran hidup bersih tidak hanya dalam lingkungan rumah tangga saja, namun juga harus tertanam di lingkungan sekolah. Sangatlah mengecewakan bila putra/putri kita sepulang sekolah merasakan sakit, tentunya kita bertanya-tanya anakku makan apa di sekolah tadi? Kesadaran pentingnya berpola hidup sehat tentu bukan dominasi sekolah saja, keluarga pun berperan
penting juga, manakala putra/putri kita sakit sepulang sekolah juga bukan satu hal yang bijak jika kita menyalakan sekolah.

Hidup sehat di sekolah adalah satu perjuangan. Mengapa dikatakan satu perjuangan? Manakalah SMP Negeri 2 Banyuwangi mengikuti program sekolah adiwiyata dengan berbagai macam kriteria, ternyata ada satu kelemahan kita dan mungkin semua sekolah sama seperti yang dialami oleh sekolah SMP Negeri 2 Banyuwangi. Yang utama adalah KANTIN, seperti yang kita ketahui, kantin merupakan tempat yang menjadi rujukan bagi siswa untuk istirahat selama 10 - 15 menit dan sebagai tempat untuk mengisi energi dengan berbagai macam makanan dan minuman.

Sadar atau tidak di kantin sekolah kita tentunya masih banyak melayani siswa dengan bahan makanan dan minuman yang mengandung bahan-bahan kimia seperti pemanis buatan, pewarna buatan, perasa buatan dan juga kantin melayani bahan-bahan pembungkus yang sukar di daur ulang.

Kantin harus bersih dan sehat
Beberapa terobosan SMP Negeri 2 Banyuwangi yang digunakan untuk menuju pada kesadaran hidup bersih disekolah khususnya kantin adalah:
  1. Pemberlakuan buang sampah sesuai jenis sampahnya yaitu non-organik harus tidak bercampur dengan sampah organik, hal ini bertujuan untuk memberikan keleluasan petugas dalam memilah jenis sampah.
  2. Pemberlakuan jam larangan mengunjungi kantin saat jam belajar berlangsung, kecuali hanya untuk keperluan belanja alat tulis atau pun foto kopi.
  3. Pemberlakuan membawa peralatan makan/minum sendiri dengan tujuan mengurangi sampan non-organik.
  4. Pemberlakuan denda bagi siswa yang melakukan makan/minum tanpa mempergunakan gelas dan denda untuk siswa/siswi yang makan di dalam kelas.
  5. Berusaha mengurangi sampah non-organik seperti botol minuman dengan memberikan tugas pada siswa berupa pembuatan pot yang saat ini mulai dirintis, meskipun tidak semua guru melakukan tetapi sudah ada usaha untuk melakukan pemanfaatan kembali sampah non-organik.
Usaha-usaha tersebut tentunya bertujuan untuk menciptakan kesadaran untuk hidup bersih dan sehat serta memiliki misi mengurangi sampah dan memberikan pelajaran berharga bagi siswa-siswai tentang pentingnya memelihara lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman. Semoga usaha ini di sambut dengan baik oleh seluruh kalangan keluarga besar SMP Negeri 2 Banyuwangi.