VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERPRESTASI, BERMORAL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP

Selasa

KANTIN SEHAT

Menuju Kantin Sekolah
Yang Sehat dan Menyenangkan

Kantin Sehat
     Bertempat di kantin sekolah dan sekaligus dalam rangka peresmian kantin sekolah sehat segenap guru dan karyawan SMP Negeri 2 Banyuwangi melaksanakan acara tasyakuran sederhana sebagai awal membuka dan meresmikan penggunaan kantin sehat sekolah. Harapan dari adanya kantin sehat sangat besar sekali karena dengan kantin sehat diharapkan adanya gaya hidup atau pola hidup sehat dari siswa seperti mendisiplinkan diri untuk tidak terlambat makan, makan camilan yang sifatnya mengandung bahan pengawet.
     Kantin merupakan tempat berkumpulnya anak di lingkungan sekolah dengan tujuan melakukan aktivitas yang beragam terlebih di kantin sekolah menjadi satu dengan koperasi siswa yang turut menyediakan peralatan tulis menulis serta buku ajar yang diperlukan oleh siswa untuk kelancaran dalam belajar di kelas. Ada aturan harus ditaati dalam kopsis dan kantin sekolah terutama pada saat jam pelajaran seluruh siswa dilarang melakukan aktivitas beli barang-barang konsumsi.
     Dengan berdirinya kantin sekolah yang semakin luas dan presentatif ini diharapkan menjadi sarana bagi seluruh warga sekolah untuk lebih dapatnya mendapatkan perhatian dari sekolah dalam hal pola hidup sederhana serta mengajak seluruh komponen sekolah ikut serta belajar kewirausahaan dan tentunya bagi siswa mendapatkan pembelajaran berharga bagaimana pola hidup sehat itu sendiri.
Tasyakuran Peresmian Kantin Sekolah
     Sebelumnya letak kantin sekolah tidak teratur, karena memperhatikan kondisi yang demikian terbesitlah ide dari Bapak Subiyantoro sebagai kepala sekolah untuk melakukan renovasi fisik sekaligus renovasi manajemen koperasi sekolah agar biaya modal serta laba dapat dioptimalkan dan menjadi sebuah keuntungan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Untuk itulah dilakukan pembenahan bangunan fisik yang diperluas sehingga konsentrasi siswa ketika jam istirahat adalah terfokus dalam satu tempat dan dapat dipantau segala aktivitasnya siswa.
     Harapan akan majunya koperasi sekolah dengan melakukan pembenahan kantin sekolah serta mewujudkan koperasi sekolah/koperasi siswa dengan manajemen yang baik dan profesional diharapkan mampu membawa koperasi mandiri yang dapat melakukan pembiayaan sendiri serta memberikan sumbangsih kesejahteraan di seluruh warga sekolah tanpa terkecuali. Cabang usaha yang beraneka ragam memberikan nuansa kewirausahaan yang mumpuni untuk memberikan kesejahteraan. Semoga dalam acara tasyakuran peresmian kantin sekolah pada hari selasa tanggal 26 Mei 2015 menjadi momen bangkitnya kebersamaan SMP Negeri 2 Banyuwangi untuk lebih maju dan berprestasi ke depan sesuai visi misi sekolah "Bermoral dan Berprestasi...... Amiiiiin."

PERPISAHAN SEKOLAH

Perpisahan Siswa 
SMP Negeri 2 Banyuwangi

Acara Pembukaan
     Bertempat di Hall dan Restaurant Pondok Wina Banyuwangi acara perpisahan siswa kelas sembilan diadakan dengan acara yang sederhana dengan mengundang hadirkan seluruh orang tua siswa kelas sembilan. Acara dimulai pukul 06.30 diawali dengan kirab wisudawan kelas sembilan di halaman Giant Banyuwangi dengan kawalan Drumband SMP Negeri 2 Banyuwangi yang pada tahun 2014 menjadi Juara Umum Kejurkab Drumband Se Kabupaten Banyuwangi .
     Wajah ceria di pagi hari Selasa 19 Mei 2015 menyiratkan harapan masa depan ceria yang terlihat di wajah-wajah peserta wisudawan, turut serta dalam kirab para wali kelas yang telah turut andil dalam mengawal, mengarahkan dan membimbing siswa untuk menjadi berprestasi, bermoral dan berwawasan lingkungan sesuai dengan visi misi sekolah.
    Acara perpisahan ini di hadiri oleh 286 siswa kelas sembilan dan juga para tamu undangan dari Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Komite serta perwakilan dari orang tua. Prosesi acara perpisahan diawali dengan tampilnya seni hadrah sekolah yang membawakan dua sholawat. Selanjutnya discovery SMP Negeri 2 Banyuwangi dan berturut-turut Lagu Indonesia Raya, Mars Spendaba disela-sela acara disertai pula penyerahan dan pemberian setangkai bunga oleh siswa sebagai tanda tali asih dan bhakti pada guru selanjutnya acara seni lainya seperti Tari, gamelan serta parade puisi turut menjadi agenda meriahnya acara perpisahan ini.
Siswa Berprestasi: Selamat dan Sukses
     Khusus dalam rangkaian acara perpisahan ini ada satu momen memperkenalkan tari baru yang bernama Tari Kwalat, tari ini merupakan tari kreasi baru klasik modern dengan cerita seorang anak yang berprilaku mendekat-dekati kedurhakaan yang selanjutnya menuju pada titik nadir sehingga merasakan penyesalan dan melakukan pertobatan. Tari ini diciptakan secara khusus dan diperkenalkan pertama di publik sekolah karena tari ini mewakili Kabupaten Banyuwangi ke tingkat Propinsi dalam rangka FLS2N Tingkat Propinsi, selama ini SMP Negeri 2 Banyuwangi mewakili tiga kali berturut-turut menuju ke tingkat propinsi, bahkan siswa berbakat menulis juga lolos di tingkat Nasional dalam penulisan cerpen tahun 2014 atas nama Sae Rizqiana yang tahun ini termasuk siswa yang lulus di tahun 2015. 
     Dalam perpisahan ini juga memberikan penghargaan dari sekolah untuk tiga siswa berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik yaitu untuk siswa yang dari kelas tujuh sampai kelas sembilan selalu dalam posisi rangking satu yaitu nanda Zulfa, berprestasi dalam olah raga nanda Rizqi, dan berprestasi dalam penulisan nanda Sae. Puncak penutupan acara adalah serangkaian kegiatan ramah tamah dengan melakukan salam salaman dengan guru dan karyawan sekolah, serta sesi foto bersama.

PPDB 2015

Mandiri Masih 20%

Proposi bagi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur mandiri tahun 2015 rupanya masih tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Di Banyuwangi jatah bagi siswa yang mendaftar dengan pertimbangan di luar nilai akademis adalah 20% dari pagu yang disediakan sekolah.

Kasi SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sutikno mengatakan, sementara ini belum ada perubahan dan Peraturan Bupati No. 12 Th. 2014 tentang PPDB yang berbeda hanya porsi penilaian bagi PPDB reguler. Tahun lalu menggunakan 70:30 untuk nilai UNAS dan rapot, tahun ini yang digunakan 60:40. Karena nilai UNAS tidaklagi menentukan kelulusan. Jadi porsinya dikurangi sepuluh persen dari tahun sebelumnya dan nilai rapor ditambah 10 persen.

Selanjutnya terkait jadwal PPDB online dan jalur mandiri rencananya diselenggarakan bersamaan hal ini dilakukan agaar setiap pagu yang disediakan bisa terpenuhi. Sebab tahun sebelumnya ketika PPDB reguler dan mandiri dipisah, siswa sering melepaskan pilihannya tanpa konfirmasi. Setiap rombel jumlahnya tetap sama yaitu 36 siswa. (sumber: Radar Banyuwangi, 12 Mei 2015)
 

Senin

UJIAN NASIONAL SMP

SMP Negeri 2 Banyuwangi
Siap Ujian Nasional

UJIAN NASIONAL: Jujur Memang Keren
     Senin, 4 Mei 2015 seluruh warga SMP Negeri 2 Banyuwangi beraktivitas tidak seperti biasanya karena hari senin ini merupakan puncak dari kegiatan yang dilakukan oleh siswa kelas sembilan. Sampai hai Kamis secara Nasional semua sekolah se Indonesia melaksanakan Ujian Nasional yang digelar serempak. Sebanyak 286 siswa yang terdiri dari 130 siswa laki-laki dan 156 perempuan mengikuti kegiatan Ujian Nasional. Ujian pada hari pertama adalah Bahasa Indonesia yang dilanjutkan dengan hari kedua Matematika, Bahasa Inggris dan di hari Kamis mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
     Tidak seperti tahun lalu, Ujian Nasional tahun ini tidak menentukan siswa lulus atau tidak, Ujian Nasional tahun ini untuk kelulusan ditentukan oleh pihak sekolah dengan memperhatikan berbagai aspek kelulusan siswa yang menjadi wewenang sekolah. Harapannya tidak ada lagi istilah anak setress karena Ujian Nasional ini yang paling penting dan sesuai harapan dari sebagaian kalangan terutama orang tua.
    Sebelum pelaksanaan Ujian Nasional ini sekolah berusaha melaksanakan beberapa program untuk memberi bekal semangat dan persiapan menghadapi Ujian Nasional diantaranya melakukan kegiatan pematangan dengan memberikan pembimbingan pada siswa yang sulit dalam belajar, memberikan bimbingan rohani dengan pembiasaan Shalat Dhuha, memberikan pemantapan mental dengan Istighosah, dan mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional dengan Try Out.
     Tidak dapat dipungkiri semua program tersebut terlaksana tidak hanya sukses karena guru semata, namun peran dari orang tua siswa juga sangat menentukan diantaranya masalah fisik dan kesiapan mental peserta ujian sehingga jauh-jauh hari sekolah memberikan suport ke orang tua untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan, mental, dan pendekatan spiritual. Karena tidak jarang kegiatan Ujian Nasional terpaksa tidak di ikuti oleh p[eserta ujian karena beberapa sebab seperti sakit atau pun terjadinya musibah.
 

Selasa

HARI KARTINI

Nuansa Kebaya Kartini

Raden Ajeng Kartini atau Raden Ayu Kartini merupakan sosok wanita yang sangat antusias dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Kartini sangat gemar membaca dan menulis, karena dipingit Kartini muda tidak dapat meneruskan sekolah tapi dengan semangat dan tekad bulat untuk belajar mulailah Kartini mengembangkan kemampuan belajar menulis dan membaca bersama teman sesama perempuan dan juga belajar bahasa Belanda.
Setelah wafat, seorang Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H Abendanon mulai membukukan surat menyurat Kartini dengan teman-temannya di Erpoa dengan judul ""DOOR DUISTERNIS TOT LICHT" yang artinya "Habis Gelap Terbitlah Terang".
RA Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya untuk lepas dari diskriminasi.
Saat ini untuk mengenangnya generasi muda khususnya generasi muda di SMP Negeri 2 Banyuwangi turut serta dengan membangun kebersamaan, semangat dan kerjasama ikut serta menjiwai perjuangan RA. Kartini dengan mengekspresikan diri dalam kegiatan lomba-lomba keputrian misalkan dengan kegiatan meracik rujak, menyajikan rujak, Kartini spektakuler, Kartini berprestasi, dan kreasi Kebaya Kartini. Nuansa Kebaya menambah kemeriahan acara dengan dandanan muda mudi berkebaya dan berjas untuk lelakinya menandakan ada semangat nasionalisme dini di dalam hati masing-masing siswa.