VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERPRESTASI, BERMORAL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Kamis

CLASS MEETING 2017

Usai Menjalani Penilaian Akhir Semester, 
Saatnya Berkompetisi Melalui Class Meeting

    Class Meeting merupakan salah satu kegiatan yang masuk dalam program OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017/2018. Kegiatan Class Meeting kali ini merupakan kegiatan yang pertama harus dijalankan oleh OSIS yang baru dilantik saat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 lalu. Seperti kegiatan class meeting tahun-tahun lalu beragam kompetisi siswa selalu berubah-rubah dan dengan mata lomba yang berbeda pula, ada juga mata lomba tetap tidak berubah seperti karaoke antar kelas dan paduan suara.
    Setelah berakhirnya kegiatan Penilaian Akhir Semester (PAS), OSIS SMP Negeri 2 Banyuwangi memprogramkan kegiatan Class Meeting dengan mengawali penyusunan program yang di pandu oleh bapak Winarno selaku Kesiswaan serta bapak/ibu guru pembina seni, pembina ketaqwaan serta pembina olahraga dan disepakati kegiatan dilangsungkan pada hari senin, 11 Desember hingga kamis, 14 Desember 2017.
    Kegiatan Class Meeting kali ini diarahkan untuk mencari bibit-bibit baru untuk menghadapi berbagai kompetisi yang harus diraih kemenangannya oleh sekolah. Cabang-cabang kegiatan class meeting kali ini adalah Hocky, Bola Tangan, Tenis Meja, Seni Hadrah, Seni Tari, Gamelan, Karaouke, Paduan Suara, dan Simapore.
    Ada banyak manfaat yang dapat diambil dalam kegiatan ini, bagi OSIS merupakan salah satu kesempatan untuk melatih, mengasah kemampuan berorganisasi serta bagaimana menjadi pemimpin masa depan. Secara tidak langsung bagi diri siswa merupakan sarana melatih kemampuan menumbuhkan percaya diri dan kemampuan bekerja sama. Ada pun kaitannya dengan meteri pelajaran, tentunya dari kegiatan olah raga sendiri merupakan saat tepat untuk mengaplikasikan teori di kelas menjadi satu kenyataan dan melatih diri untuk menjadi pemimpin di lapangan serta merasakan langsung atmosfer menjadi bintang di lapangan. Intinya dari kegiatan Class Meeting untuk tahun ini adalah mencari bibit-bibit baru yang siap untuk berprestasi dalam bidang seni dan olahraga.

Lomba Karaoke SMP Negeri 2 Banyuwangi

Lomba Tari SMP Negeri 2 Banyuwangi
Lomba Hadrah SMP Negeri 2 Banyuwangi
Lomba Paduan Suara SMP Negeri 2 Banyuwangi
Lomba Hockey SMP Negeri 2 Banyuwangi
Lomba Tenis Meja SMP Negeri 2 Banyuwangi
Lomba Bola Tangan SMP Negeri 2 Banyuwangi
 

Jumat

JUARA BES 2017

SMP Negeri 2 Banyuwangi Meraih Puncak
Dalam Banyuwangi Eco School

Talih Asih BES 2017
    Usaha keras meraih prestasi dalam kegiatan lingkungan hidup, ternyata dapat diraih. Kegiatan yang dikemas dalam Jambore Banyuwangi Eco School yang diselenggarakan tanggal 20 November 2017 ini membawa hasil menggembirakan bagi SMP Negeri 2 Banyuwangi, dimana dalam kegiatan Jambore BES 2017 sekolah mendapatkan penghargaan meraih Juara I Jambore Banyuwangi Eco School yang bertemakan Sumpah Bersama Menjadikan Sekolahku Hijau dan Bersih.
    Penganugerahan penghargaan Juara I Jambore BES 2017 ini bertepatan pada hari Jumat, 8 Desember 2017 dan kegiatannya sendiri diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi. Bagi SMP Negeri 2 Banyuwangi yang merupakan sekolah Adiwiyata Kabupaten Tahun 2014, BES merupakan agenda kegiatan yang memiliki makna tersendiri karena di dalamnya terdapat unsur-unsur pendidikan tentang lingkungan hidup.
    Menjadi Juara I merupakan salah satu prestasi yang luar biasa karena apa yang telah diperjuangkan untuk menjaga sekolah tetap bersih dan hijau mengalami kemajuan dan ada hasilnya. Dengan predikat juara yang telah digenggam merupakan satu tantangan tersendiri bagi sekolah, apakah tahun depan SMP Negeri 2 Banyuwangi mampu mempertahankan gelar ataukah tidak.
    Jika dilihat dari potensi luas lahan, sekolah yang memiliki luas sekitar satu hektar ini memiliki banyak lahan kosong, hingga saat ini perbaikan fasilitas serta pembuatan ruang terbuka hijau (RTH) selalu diusahakan dengan berbagai cara, salah satunya adalah lomba kelas kretif. Lomba kelas kreatif ini memberikan kebebasan kelas untuk berekspresi dengan mempergunakan atau memanfaatkan barang-barang bekas untuk dijadikan sebuah taman atau pun hiasan dalam kelas.
    Selain itu keberadaan taman di depan mushola menjadi tempat representatif untuk dijadikan lokasi selfie atau di depan kelas 7A, 8A, 9A dan juga di sepanjang kelas 7B, 8G, 8H, 9F, 9G, dan 9H juga merupakan salah satu alternatif lokasi ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup baik sebagai tempat belajar. Hadirnya RTH di depan kelas merupakan salah satu ide kreatif yang dihasilkan oleh siswa dalam rangka turut membantu tim Banyuwangi Eco School.
    Kesiswaan sebagai pembimbing dalam Banyuwangi Eco School (BES) yang terdiri dari tiga tim yaitu tim Organik, tim An Organik dan tim Jurnalistik memiliki harapan untuk dapat memanfaatkan smpah sekolah yang terdiri dari daun-daunan menjadi sebuah kompos yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai media penyubur tanaman. Sehingga dalam program selanjutnya, diprogramkan untuk dapat mengelolah sampah organik menjadi pupuk dan juga memanfaatkan lebih maksimal lagi untuk sampah An Organik dengan lebih mengedukasi siswa dalam lomba-lomba pemanfaatan barang bekas serta lebih memaksimalkan lagi kemanfaatan bank sampah. Sesuai dengan temanya , "Sumpah Bersama Menjadikan Sekolahku Hijau dan Bersih" semoga tahun depan tim Banyuwangi Eco School (BES) mampu berbicara lebih baik dan berprestasi yang luar biasa.

Dinas Lingkungan Hidup Kab. Banyuwangi
Tim BES SMP Negeri 2 Banyuwangi presentasi dengan tema Darurat Perang Sampah
SMP Negeri 2 Banyuwangi: Tim Yel Yel mempersembahkan lagu tentang lingkungan hijau dan bersih
Ruang Pamer BES SMP Negeri 2 Banyuwangi: Sederhana Tapi Padat

Minggu

FESTIVAL NDHOG NDHOGAN

Festival Ndhog Ndhogan SMP Negeri 2 Banyuwangi
(Lestarikan Tradisi Sejak Tahun 1926)

Pelopor Ndhog Ndhogan: Mbah Yai Abdullah Fakih
    Ndhog-ndhogan bagi masyarakat Banyuwangi selalu identik dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  tradisi yang muncul sekitar tahun 1926 ini dipelopori oleh Mbah Yai Abdullah Fakih dari Cemoro Songgon Banyuwangi. Endhog-ndhogan adalah produk budaya lokal Banyuwangi. Beberapa bulan setelah deklarasi jam’iyah NU tahun 1926, menjelang bulan Robiul awwal, Mbah Yai Kholil Bangkalan memanggil para alumnus Ponpes Kademangan Bangkalan yang dipimpinnya. Mereka antara lain adalah KH. Hasyim Ashari, pendiri Ponpes Tebu Ireng Jombang, Mbah Yai Abdul Karim pendiri Ponpes Lirboyo Kediri, Mbah Yai Abdul Wahab Hasbulloh pendiri Ponpes Tambak Beras Jombang, Mbah RM.Mudasir (KH.Abdullah Fakih) pendiri Ponpes Cemoro Balak Songgon Banyuwangi, KH.Asmuni pendiri Ponpes Teratai Sumenep Madura, Mbah Yai Ach.Abas Buntet Cirebon, Mbah Yai Nawawi Gersik dan lain-lain. “Mbah Yai Kholil itu ngendika, saiki kembange Islam wis lahir ning Nusantara arupa endhog. Yoiku, kulite NU isine amaliyah ke-NU-an. Kulit tanpa isi kopong, isi tanpa ono kulite ya keleleran.
    Sepulang dan reuni, Mbah Yai Abdullah Fakih yang nama aslinya Mbah Raden Mas Mudasir mengeluarkan pelanca (dipan). Seluruh pinggiran dipan dipasangi gedebog (pohon pisang) kemudian telor yang sudah disunduk dengan sujen dan dihias bunga-bunga ditancapkan pada gedebog tadi. Di tengah-tengah dipan diberi hampir seluruh perabot dapur. Kemudian dipan digotong beramai-ramai oleh para santrinya berkeliling kampung dengan melantunkan salawat dan bacaan dzikir lainnya. Setiap sampai di tikungan jalan kampung, arak-arakan berhenti, dan salah satu santrinya ada yang bertugas sebagai muadzin. Akhir arak-arakan, jodang dipan tadi di bawa masuk ke masjid. Di dalam masjid seluruh hadirin semakin bersemangan melantunkan syair-syair salawat untuk kanjeng Nabi Muhammad SAW. Mulai saat itu santri-santri lulusan Cemoro yang kebanyakan dari masyarakat berbahasa Using, selalu melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Kyainya saat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Para santri kebanyakan dari Benculuk ke utara sampai Banyuwangi,Giri dan Glagah.
     Itulah sekilas tentang asal muasal dari ndhog-ndhogan, hingga saat ini budaya tersebut masih lestari hingga kini masuk agenda Banyuwangi Festival yang berupa Festival Ndhog Ndhogan 2017. Hari Sabtu, 2 Desember 2017 merupakan puncak dari kegiatan yang dihadiri oleh pejabat pemerintahan kaupaten Banyuwangi termasuk bapak Abdullah Azwar Annas sebagai bupati yang dalam sambutannya mengungkapkan, "Kegiatan ini punya makna yang luas. Selain untuk memperingati Maulid Nabi, kita ingin agar orang-orang di luar Banyuwangi merasakan spirit dan semangat warga kita yang begitu luar biasa dalam memperingati Maulid Nabi. Sehingga ini menjadi syiar budaya Islam yang asli produk kearifan lokal Banyuwangi." 
    Sebagai bagaian dalam kegiatan festival, SMP Negeri 2 Banyuwangi juga mengikuti jalannya kegiatan festival dengan seksama. Tampil dengan mengenakan busana muslim serba putih, sekolah yang terletak di Jalan Ranggawuni ini menampilkan kekhasan peringatan maulid nabi tempo dulu yaitu mengarak jodang yang berisi telur hias, nasi ancak (nasi dan lauk pauk yang di bawa dengan batang daun pisang), dan kendi yang berisi air minum. Setelah kegiatan peringatan maulid nabi di depan Kantor Bupati Banyuwangi, masyarakat dan seluruh siswa yang berkumpul di depan kantor bupati menikmati hidangan yang sudah tersedia.
Bapak/Ibu Guru Bersama Santri SMP Negeri 2 Banyuwangi
Ndhog Ndhogan SMP Negeri 2 Banyuwangi
SMP Negeri 2 Banyuwangi Mengarak Ndhog Ndhogan, Ancak dan Kendi
SMP Negeri 2 Banyuwangi Siap Santap Ancak
Kru Dekor SMP Negeri 2 Banyuwangi
 

Kamis

STUDI WISATA

STUDI WISATA SMP NEGERI 2 BANYUWANGI 
DI MARGO UTOMO ECO RESORT DAN WADUK SIDODADI GLENMORE

Studi Wisata SMP Negeri 2 Banyuwangi
    Studi wisata merupakan salah satu alat pembelajaran yang dilakukan di luar lingkungan sekolah dan sebagai sarana untuk mengembangkan pikiran/wawasan pelajar, mengingat selama ini siswa lebih banyak belajar materi di dalam kelas. Untuk itulah dalam rnngka membuka wawasan pengetahuan siswa perlu sekali di lakukan pengenalan lingkungan pengetahuan di luar kelas. Seperti apa yang diungkapkan oleh Ketua Pengembangan Sekolah yang sekaligus sebagai Waka Kurikulum, SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam kegiatan Studi Wisata di Margo Utomo dan Waduk Sidodadi ini merupakan salah satu upaya untuk mengaplikasikan lima mata pelajaran yang di dapat yaitu mengembangkan materi IPS, IPA, Bahasa Indonesisa, Bahasa Inggris serta Matematika.
    Kegiatan Studi Wisata ini berangkat pada hari kamis tanggal 30 November 2017 di depan Kantor Bupati Banyuwangi pukul 07.00 WIB dilepas oleh orang tua wali murid sekaligus dihadiri ketua komite sekolah. Sasaran pertama adalah Margo Utomo Eco Resort dan selanjutnya menuju ke Waduk Sidodadi Glenmore. Sepanjang jalan terlihat siswa-siswi yang terdiri dari kelas 7A, 8A dan kelas 9 A semangat untuk mengikuti rangkaian acara termasuk bapak/ibu guru pendamping yang turut menjadi pembimbing dalam penyusunan laporan kegiatan siswa.
    Berbekal serangkaian program laporan siswa, sampailah rombongan Studi Wisata SMP Negeri 2 Banyuwangi tiba di Margo Utama Eco Resort yang disambut hangat oleh pihak Margo Utomo. Dalam keterangannya Margo Utomo merupakan usaha keluarga yang berdiri sejak tahun 1945 dengan luas lahan 9 Ha, usaha di dalamnya terdiri dari kegiatan perkebunan, peternakan, produksi susu dan keju serta kegiatan usaha hotel. Dengan di pandu oleh pihak Margo Utomo, peserta studi wisata diajak keliling sebagai bagaian dari kegiatan studi, di perkebunan siswa di ajak untuk mengenali berbagai macam jenis-jenis tanaman perkebunan seperti kopi, kayu manis, pala, cengkih, vanili, merica, kakao, hingga tanaman buah seperti salak, dan durian. Selanjutnya untuk peternakan, siswa dikenalkan dengan kegiatan peternakan sapi perah, termasuk hasil produksi yang dihasilkan seperti susu dan keju.
    Puas keliling di perkebunan dan peternakan sapi perah siswa di ajak keliling usaha perhotelan di Margo Utomo yang sejuk, rindang dan asri dengan aroma bunga kopi serta pala menambah suasana udara siang tetap segar. Selanjutnya di akhir kegiatan siswa menerima hadiah berupa sebotol susu sapi berbagai rasa serta dua roti asli produksi chef Margo Utomo.
    Selepas melakukan Sholat Dzuhur, rombongan studi wisata melanjutkan perjalanan ke Waduk Sidodadi Glenmore.Waduk Sidodadi terletak di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore, wilayahnya termasuk dalam PTPN XII tepatnya di Afdeling Sidodadi sehingga waduk ini dinamakan Waduk Sidodadi. Posisi waduk ini berada di bagian timur Jalan Lintas Selatan yang sekaligus sejalur dengan Pabrik Gula Glenmore dimana pabrik gula ini diproyeksikan sebagai pabrik gula terbesar dan termodern di Indonesia. Seiring waktu ketika pabrik mulai produksi dan dengan terealisasikannya Jalan Lintas Selatan dengan panjang 660 km yang melewati delapan kabupaten, mulai dari Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan akan semakin lancar pula perekonomian khususnya industri gula termasuk kegiatan wisata di Banyuwangi yang semakin baik dan berkualitas.
Pembimbing Studi Wisata SMP Negeri 2 Banyuwangi
Foto Siswa Bersama Pembimbing Studi Wisata SMP Negeri 2 Banyuwangi
Studi Wisata SMP Negeri 2 Banyuwangi di Margo Utomo
Menerima Hadiah
Outdoor Learning SMP Negeri 2 Banyuwangi
Istirahat dulu
SMP Negeri 2 Banyuwangi: Waduk Sidodadi Glenmore Banyuwangi

   
    

Senin

HGN 2017

SMP Negeri 2 Banyuwangi
Memperingati Hari Guru, HUT PGRI dan HAI

Hari Guru Nasional
    Penghujung akhir bulan November 2017 bagi sekolah yang terletak di Jalan Ranggawuni 41 Banyuwangi ini memiliki banyak kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, siswa bahkan orang tua yang tergabung dalam wadah paguyuban kelas. Tanggal 25 November yang diperingati sebagai hari guru nasional merupakan hari istimewa bagi guru. Dalam kegiatan hari guru yang bertepatan pada hari sabtu, PGRI ranting SMP Negeri 2 Banyuwangi mengadakan kegiatan bhakti sosial berupa kerja bhakti di sekolah kegiatan yang di mulai tepat pada pukul 07.00 WIB dan dibuka oleh bapak kepala sekolah serta diikuti oleh komite serta paguyuban kelas berlangsung dengan sangat kompak.
    Kerja bhakti ini meliputi kegiatan merapikan taman sekolah, memperbaiki paping sekolah, membersihkan bangunan aula yang masih baru jadi 25% , pembenahan tempat parkir serta pembersihan kebun pisang dan kompos yang rencananya dipergunakan sebagai Ruang Teduh Hijau (RTH). Kegiatan kerja bakti berakhir dengan ditandai makan pagi bersama antara guru, komite beserta paguyuban kelas yang terdiri dari wali murid mulai dari kelas tujuh sampai sembilan. Selepas kegiatan makan pagi bersama, sekolah mengajak bapak ibu paguyuban kelas melakukan evaluasi serta musyawarah bersama dalam rangka perbaikan serta mengupayakan adanya peningkatan mutu sekolah.
    Bertepatan dengan hari guru nasional, berbagai agenda acara dan lomba sekolah telah diikuti. Saat ini sekolah mengirimkan Inez siswa kelas tujuh untuk mengikuti selekasi tingkat propinsi dalam nomor cabang atletik lari 1000 meter. Untuk kegiatan olah raga lainnya yang dilakukan di Banyuwangi adalah lomba dayung, dalam lomba dayung ini sekolah mengirimkan empat atlit andalan dan berhasil meraih Juara I untuk Aldi Saputra kelas 9D dan Ananda Aura Fatwa kelas 9G sebagai Juara III. Semoga saja dalam kegiatan kompetisi non akademis, sekolah juga mampu mengantarkan salah satu siswa menjadi atlit yang membawa nama harum Indonesia, seperti atlit lari Nurrohman yang merupakan atlit seleksi dari sekolah hingga lolos menjadi atlit nasional dan mampu membawa nama harum bangsa di tingkat Internasioal.
    Berbagai kegiatan mulai tanggal 25 sampai 26 November yang lainnya adalah kegiatan Senam Sehat dan Peace Campaign di Taman Blambangan, kegiatan senam tanggal 26 November 2017 ini diikuti oleh bapak ibu guru beserta anggauta OSIS dan sangga kerja PRAMUKA. Sementara itu di tanggal yang sama sebelas guru mengikuti kegiatan apel akbar di Gelora Delta Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, HUT PGRI. dan Hari Aksara Internasional 2017.
    Hasil dari rapat akbar tersebut menghasilkan tiga poin penting dari ketua umum PGRI salah satunya adalah, mengembalikan kedaulatan guru dengan tidak disibukkan oleh berbagai urusan administrasi. Khusus untuk PGRI Provinsi Jawa Timur berhasil memperjuangkan pembuatan Surat Keputusan oleh Bupati/Walikota/Gubernur untuk memberikan honor yang layak bagi GTT/PTT. Terakhir ketua umum PGRI mengharapkan guru harus bisa bekerja dan mengabdi secara profesional, inovatif dengan  membangun kesadaran kolektif dalam pendidikan yang berkarakter.
SMP Negeri 2 Banyuwangi Juara 1 Dayung a/n Aldi Saputra dan Juara 3 a/n Ananda Aura Fatwa
Kerja Bakti SMP Negeri 2 Banyuwangi
Satukan Energi SMP Negeri 2 Banyuwangi Bersama Orang Tua
SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam Senam Sehat & Peace Campaign
SMP Negeri 2 Banyuwangi Tetap Semangat Dalam Kebersamaan
Satukan Visi Misi SMP Negeri 2 Banyuwangi
Diplomasi Bahasa Gaul SMP Negeri 2 Banyuwangi
SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 72 di Sidoarjo
PGRI Ranting SMP Negeri 2 Banyuwangi yang Muda yang Tua Tetap Semangat
PGRI Ranting SMP Negeri 2 Banyuwangi bersama di Tanggul Lumpur Lapindo Sidoarjo


 

BES 2017

Jambore Banyuwangi Eco School 2017

Banyuwangi Eco School
    Sumpah Bersama Menjadikan Sekolahku Hijau dan Bersih, merupakan tema dalam Jambore Banyuwangi Eco School. Kegiatan yang dilakukan pada hari Senin, 20 November 2017 di GOR Tawangalun ini, merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi. Melalui Dinas Lingkungan Hidup bupati Banyuwangi mendorong semua sekolah agar selalu bersih, indah dan asri dengan program Banyuwangi Eco School.
    Jambore Banyuwangi Eco School diikuti sebanyak sepuluh sekolah yang aktif dalam menyuarakan kepedulian tentang pentingnya lingkungan hidup, selain itu pula dalam Banyuwangi Eco School ini juga merupakan gabungan dari sekolah-sekolah yang memiliki label sebagai sekolah Adiwiyata. Dalam tubuh Banyuwangi Eco School SMP Negeri 2 Banyuwangi terdapat pembimbing dan lima belas anggota Banyuwangi Eco School yang terbagi atas tiga tim yaitu tim An Organik, tim Organik dan tim Jurnalistik.
    Masing-masing tim memiliki tugas yang sama sebagai pejuang, pelopor lingkungan hidup. Tim An Organik merupakan tim yang melopori bagaimana memanfaatkan barang-barang limbah an organik yang tidak dapat di perbaharui dan sulit untuk lapuk ini menjadi barang yang memiliki nilai seni, nilai fungsi/manfaat dan nilai jual. Tim Organik, memelopori gerakan untuk mengolah sampah-sampah yang mudah terurai oleh tanah menjadi satu produk yang bermanfaat untuk menambah gizi tanah berupa kompos serta menjadi pejuang lingkungan atas bersih dan asrinya lingkungan sekolah. Tim Jurnakistik, sebagai bagaian dari tim yang memiliki kemampuan tugas untuk melakukan pemberitaan, penulisan tentang aktifitas sekolah dalam menjalankan program Banyuwangi Eco School.
    Isi dari kegiatan Jambore Banyuwangi Eco School terdiri dari paparan Banyuwangi Eco School, Pameran Hasil Pengolahan Sampah, Lomba Yel-Yel dan Deklarasi Bersama. Berbagai kegiatan yang telah ada, semuanya dilakukan dengan baik. Dalam gelar pameran produk yang di hasilkan, BES SMP Negeri 2 Banyuwangi menampilkan berbagai karya yang di buat siswa yang berupa kerajinan tangan dari berbagai bahan-bahan bekas seperti bungkus kopi, kain perca, botol-botol air mineral dan sebagainya. Adapun saat presentasi BES SMP Negeri 2 Banyuwangi membawakan tema Darurat Perang Melawan Sampah.
Pembimbing BES SMP Negeri 2 Banyuwangi
Action BES SMP Negeri 2 Banyuwangi
Pejuang Lingkungan SMP Negeri 2 Banyuwangi
Antusias Tim BES SMP Negeri 2 Banyuwangi

Minggu

MENDULANG PRESTASI

Prestasi Mengukir Nama Sekolah
SMP Negeri 2 Banyuwangi

Juara Vokal
     Mengukir nama sekolah dapat melalui berbagai cara, apakah melalui jalur akademis ataukah jalur non akademis. Bagi SMP Negeri 2 Banyuwangi mengukir nama sekolah melalui jalur non akademis merupakan satu prestasi yang dapat diunggulkan karena di sekolah yang terletak di Jalan Ranggawuni ini memiliki segudang prestasi serta sumber daya siswa berbakat yang tidak terhitung jumlahnya. 
     Dengan memiliki berbagai macam ekskul yang terdiri dari berbagai cabang seperti ekskul Olah Raga terdiri dari Futsal, Hocky, Volly, Basket. Ekskul Seni terdiri dari Seni Tari, Seni Gamelan dan Seni Vokal ditambah lagi ekskul Pramuka dan PMR membuat semakin semarak kegiatan positif di SMPNegeri 2 Banyuwangi, belum lagi ditambah dengan kegiatan ekskul yang sifat dari kegiatan siswanya dititipkan di klub luar sekolah seperti basket, dan berbagai jenis aliran bela diri.
     Kesibukan pembina ekskul pun bertambah banyak ketika siswa mewakili sekolah untuk berlaga dalam sebuah kompetisi. Kegiatan kompetisi pada minggu ketiga tanggal 18 Nopember 2017 ini adalah Lomba Vokal Lagu Daerah yang bertempat di Lippo Mall diadakan oleh BAPERWIL Jember  dalam kegiatan HUT Propinsi Jawa Timur ke 72. Lomba yang diikuti peserta dari tujuh kota/kabupaten ini masing-masing mewakilkan peserta terpilih di wilayahnya sebanyak dua peserta.
     Khusus Kabupaten Banyuwangi mengirimkan satu perwakilan saja yaitu Lintang Kurnia, siswi yang saat ini duduk di bangku kelas sembilan SMP Negeri 2 Banyuwangi dan cukup banyak memiliki prestasi dalam olah vokal ini mampu meraih prestasi Juara II dengan menyanyikan lagu wajib Lan Bulanan dan untuk lagu pilihan Lintang memilih membawakan lagu Sayu Wiwit serta lagu perjuangan dengan judul Sapu Tangan dari Bandung Selatan. Sementara itu sekolah juga mengirimkan peserta untuk mengikuti kejuaraan daerah Tarung Derajat di Kota Malang, sampai saat tulisan ini di buat wakil dari sekolah masih melakukan kegiatan.
     Pada tanggal 16 sampai dengan 18 Nopember 2017, ekskul PMR pun melakukan kegiatan latihan gabungan dengan sekolah-sekolah yang berada di kota Banyuwangi dan sekitarnya. Ekskul yang dibina oleh ibu nina Rahmawati dan ibu Mulyastuti Sunar ini pun mampu menjalankan tugas dalam latgab yang bertempat di Camping Ground Wana Wisata Sumber Manis.
SMP Negeri 2 Banyuwangi: Lintang Juara II Vokal Lagu Daerah Jatim
SMP Negeri 2 Banyuwangi: Sang Juara dengan Pembina
Selamat Datang PMR SMP Negeri 2 Banyuwangi

Wana Wisata Sumber Manis Banyuwangi
I Love SMP Negeri 2 Banyuwangi
SMP Negeri 2 Banyuwangi: Penyerahan Tropi Juara Untuk Sekolah
SMP Negeri 2 Banyuwangi: Medali Juara II Vokal Lagu Daerah dan Juara III Kejurda Hockey Jawa Timur