VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERPRESTASI, BERMORAL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP

Sabtu

COMPUTER BASED TEST (CBT)

Ujian CBT di Kelas Unggulan
SMP Negeri 2 Banyuwangi


CBT Kelas Unggulan SMP Negeri 2 Banyuwangi
     Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK/CBT berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.
     Penyelenggaraan UNBK/CBT pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK/CBT pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK/CBT dengan mengikutsertakan sebanyak 555 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 378 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri.
Penyelenggaraan UNBK/CBT saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
     Karena CBT ini merupakan sistem yang baru diterapkan di dunia pendidikan di Indonesia maka kelas unggulan SMP Negeri 2 Banyuwangi hadir berinisiatif membantu siswa-siswi lebih mengenal sistem tes CBT yang bekerjasama dengan kedunginfo.com sebagai penanggung jawab kegiatan dari pihak sekolah di komandani oleh bapak Muisman, M.Pd selaku Koordinator Bidang Pengembangan dan Peningkatan Mutu Pendidikan. Kegiatan CBT ini dilaksanakan mulai hari Jumat, 27 Mei hingga Senin, 30 Mei 2016 kegiatannya dilaksanakan di kelas unggulan masing-masing dengan berbagai peralatan yang dipergunakan berupa tab, laptop ataupun smartphone yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan CBT ini diikuti oleh siswa kelas 7dan 8 kelas umggulan yang terdiri dari total 80 siswa yang tersebar di kelas 7A dan 8B. Materi yang di CBT kan adalah materi ujian nasional yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.
 


Selasa

PERPISAHAN 2016

Perpisahan SMP Negeri 2 Banyuwangi
"Secercah Harapan Menyongsong Masa Depan"

Penghargaan untuk 10 siswa berprestasi
     Tepat pukul 07.30 WIB hari Selasa, 17 Mei 2016 di Hall Pondok Wina Banyuwangi prosesi perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 2 Banyuwangi ditandai dengan gending "kebo giro dan lantunan lagu terima kasihku" satu persatu peserta acara perpisahan memasuki ruangan resepsi perpisahan dengan diawali kawalan pembawa panji-panji, kepala sekolah beserta wakasek, dan disusul bapak/ibu guru beserta staf tata usaha dan disambung dengan rombongan siswa-siswai kelas sembilan yang dipandu oleh anggota OSIS menempati tempat duduk yang telah disediakan.
     Selanjutnya lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali pembukaan dan dengan dilanjutkan tarian Jejer Gandrung turut membawa suasana dalam kesakralan. Dihadiri oleh 310 siswa kelas sembilan dan juga para undangan yang terdiri dari bapak/ibu Kasi Dikmen mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pengawas Sekolah serta Anggota Komite Sekolah acara semakin meriah ketika dalam kegiatan apresiasi seni panitia menghadirkan rombongan undangan dari peserta Banyuwangi Etno Carnival (BEC) dimana diantara peserta hadir Mohammad Rafi salah satu siswa SMP Negeri 2 Banyuwangi yang selalu hadir dan selalu berkompetisi dalam kegiatan fashion di dalam dan di luar kabupaten.
     Berbagai kegiatan apresiasi yang dihadirkan panitia sangat beragam, diantaranya berbagai jenis tarian gandrung seperti Tari Mapag Panen yang merupakan hasil reka cipta Ibu Titik Suci Rahayu dimana tarian ini mewakili Kabupaten Banyuwangi dalam lomba Tingkat Propinsi Jawa Timur, ada juga Fashion Batik Festival, Tari Saman, Lagu daerah Banyuwangi, atraksi Karate dan pencak silat serta seni akuistik yang ditampilkan oleh siswa kelas sembilan dengan lagu yang dipopulerkan oleh Iwan Fals "Bongkar".
     Dalam sambutannya ketua pelaksana, bapak Joni Pramudana, M.Pd mengungkapkan acara perpisahan bukan sekedar pesta atau acara rutinitas setiap tahun akan tetapi perpisahan memiliki tujuan yang sangat mulia dan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Sambutan juga diberikan oleh bapak Subiyantoro, M.Pd selaku kepala sekolah dalam sambutannya beliau turut memberikan suport kepada siswa untuk tetap semangat dan senantiasa memegang teguh visi misi sekolah yang berprestasi dan bermoral. Disela setelah bapak kepala sekolah memberikan sambutan dilakukan acara serah terima siswa kelas sembilan yang diwakili nanda Januarta dan dinda Rosa yang diserahkan dari kepala sekolah sebagai wakil sekolah kepada wakil orang tua yang diwakili oleh bapak Catur selaku Komite Sekolah. Sambutan yang diberikan oleh bapak Catur sebagai anggota komite mengapresiasikan rasa terima kasih kepada bapak/ibu guru yang dengan sabar memberikan pendidikan bermutu pada siswa kelas sembilan hingga harapannya kedepan siswa SMP Negeri 2 Banyuwangi menjadi siswa yang mampu bersaing di Kabupaten Banyuwangi. Apa yang diungkapkan oleh bapak Catur, senada juga dengan sambutan yang disampaikan oleh Kasi Dikmen bapak Sutikno yang mewakili bapak Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi yang mengharapkan di antara sekian banyak siswa SMP Negeri 2 Banyuwangi nantinya ada yang dapat dan sukses melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan mampu membuktikan pendidikan di Banyuwangi lebih maju serta mendukung program pendidikan Banyuwangi Cerdas.
    Pada kesempatan ini juga pihak sekolah memberikan penghargaan untuk sepuluh siswa kelas sembilan yang berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik. Tepat pukul 11.30 WIB acara resepsi perpisahan kelas sembilan berakhir. Semoga alumni SMP Negeri 2 Banyuwangi menjadi generasi penerus yang cerdas, berilmu, beriman dan bertaqwa dan berguna bagi negara dan agamanya....Amin.
Dari kiri ke kanan Kasi Dikmen, pengawas, anggota komite, kepala sekolah

Wakasek SMP Negeri 2 Banyuwangi

Senin

UJIAN NASIONAL

Ujian Nasional 2016
SMP Negeri 2 Banyuwangi

Wawancara Bupati Banyuwangi
    Pelaksanaan Ujian Nasional 2016 hari pertama tanggal 9 Mei 2016 di SMP Negeri 2 Banyuwangi berbeda dengan hari-hari pertama Ujian Nasional karena pada hari pertama ini SMP Negeri 2 Banyuwangi menjadi salah satu sekolah tujuan sidak Bupati dalam Ujian Nasional 2016, denga ditemani pejabat struktural Pemerintah Daerah serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Bapak Abdullah Azwar Anas menelusuri serta meninjau berlangsungnya kegiatan Ujian Nasional 2016.
     Dalam kegiatan dinasnya Bupati Banyuwangi terlihat semangat dan antusias mendengarkan paparan-paparan perubahan pembangunan di sekolah yang terletak di Jalan Ranggawuni ini yang kebetulan posisi sekolah berdekatan dengan kediaman bapak bupati atau satu kelurahan yaitu Kelurahan Kebalenan. Memang pembangunan fisik sekolah pada saat Ujian Nasional tahun lalu bila dibandingkan dengan Ujian Nasional 2016 saat ini berbedah jauh untuk saat ini perubahan itu terlihat pada pembangunan sarana gedung baru atau rehab gedung untuk ruang guru, ruang tata usaha dan ruang kepala sekolah, selanjutnya kelas unggulan merupakan kelas yang di tahun pertama ini mengikuti Ujian Nasional.
     Ujian Nasional 2016 di SMP Negeri 2 Banyuwangi masih mempergunakan paper base test (PBT), seperti yang ditulis di Radar Banyuwangi karena pada tahun 2016 ini belum ada sekolah untuk tingkat SMP yang siap menyelenggarakan ujian menggunakan komputer, maka untuk tahun ini seluruh pelaksanaan masih menggunakan media kertas atau PBT. Di Banyuwangi ada 25.692 siswa dari jenjang SMP, MTs, SMPLB dari paket B yang siap mengikuti Ujian Nasional di tahun ini.
Bupati Banyuwangi Melakukan Sidak UN 2016 di SMP Negeri 2 Banyuwangi

Kepala Dinas Pendidikan, Bupati dan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Banyuwangi (dari kiri)


   

Selasa

ISTIGHOSAH 2016

Keluarga Besar SMP Negeri 2 Banyuwangi
Memantabkan Hati Menjelang Ujian Nasional 2016

Kegiatan Khataman Al Quran
     Bertempat di halaman sekolah seluruh siswa kelas IX melakukan kegiatan istighosah dalam rangka mempersiapkan diri menjelang Ujian Nasional tanggal 9 Mei 2016 yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Kegiatan istighosah ini bukan kegiatan religi yang pertama kali saja, kegiatan istighosah sudah dilakukan saat siswa selesai melakukan Ujian Sekolah. Selain itu kegiatan pembiasaan yang dilakukan secara menyeluruh adalah Sholat Dhuha dan pembiasaan baca kitab suci sebelum berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
     Istighosah merupakan kegiatan yang cenderung banyak mengandung dimensi ibadah di dalamnya dan ada unsur bermunajat kepada Allah merupakan salah satu jalan yang cocok untuk mengisi rasa percaya diri siswa. Istighosah yang dilakukan pada hari Selasa, 3 Mei ini merupakan satu rangkaian dari kegiatan akhir kelas sembilan yang selanjutnya pada tanggal 4 Mei 2016 siswa dibekali motivasi untuk belajar yang dibimbing oleh Bapak Singgih yang merupakan triner asli Banyuwangi. kegiatan ini dilaksanakan di gedung guru.
     Sebelum kegiatan Motivasi Belajar di gedung guru, pagi harinya siswa kelas 7 dan kelas 8 menjalankan kegiatan Khataman Al-Quran 3000 kali yang merupakan agenda dari Banyuwangi Festival. Total dari siswa yang mengikuti kegiatan Khataman Alquran ini ada kurang lebih enam ratus siswa terlibat di dalamnya. Dengan mengenakan baju bernuansa Islami seluruh rangkaian acara kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB.
Kegiata Istighosah di SMP Negeri 2 Banyuwangi
ESQ SMP Negeri 2 Banyuwangi: Foto bersama motivator Bapak Aris Singgih dari Unej

     

Senin

HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2016

SMP Negeri 2 Banyuwangi
Menyambut Hari Pendidikan Nasional

Penghargaan Untuk Siswa Berprestasi
     Bertepatan di hari Senin, 2 Mei 2016 merupakan hari sakral bagi seluruh masyarakat Indonesia dimana pada hari Pendidikan ini dikenang sebagai tonggak lahirnya sang tokoh Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan perjuangan yang ber Tut Wuri Handayani, sebagai salah satu pahlawan nasional bangsa ini kegigihan dan keuletan dalam memikirkan pendidikan nasional bangsa serta cita-cita luhur yang memimpikan pendidikan adalah sebagai taman untk mendidik anak.
     Pernyataan tersebut merupakan sekilas terlecut di dalam sambutan hari pendidikan nasional pada tahun 2015. Di tahun 2016 ini hari pendidikan nasional di rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya, manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa.
     Dalam sebagaian teks sambutanya Menteri Pendidikan menyampaikan bahwa setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Hal ini tersurat karena secara langsung anak yang baru lahir pasti memiliki kemampuan dan rasa untuk ingin tahu hingga anak tersebut beranjak menjadi anak dewasa. Untuk itu sudah menjadi tugas seorang guru untuk memastikan tidak padamnya rasa keingin tahuan, api untuk selalu berkarya tetap menyalah sehingga sudah menjadi tugas guru untuk memajukan dirinya, memajukan masyarakat, memajukan budaya bangsa dengan jalam memberikan jalan bagi anak-anak bangsa. Tema dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional ini adalah "Nyalakan Pelita, Terangkan Sita-Cita".
     SMP Negeri 2 Banyuwangi pada kesempatan di Hari Pendidikan Nasional memberikan penghargaan pada bapak/ibu guru yang terpilih menjadi guru favorit anak, dan juga memberikan penghargaan pada siswa-siswi dengan menghasilkan karya-karya terbaik di mading serta memberikan penghargaan bagi siswa yang terbanyak meminjam buku di perpustakaan sekolah.

Rabu

Program Indonesia Pintar

Program Indonesia Pintar
SMP Negeri 2 Banyuwangi

Program Indonesia Pintar: Pertemuan dengan Wali Murid
     Program Indonesia Pintar (PIP) melaui Kartu Indonesia Pintar ini merupakan kelanjutan dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang mencakup siswa dari jenjang pendidikan SD/MI,SMP/MTs,SMA/SMK/MA, dan siswa/warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar (PKBM)/lembaga Kursus dan pelatihan hingga anak usia sekolah seperti anak jalanan, pekerja anak, anak-anak yang berada di panti asuhan dan anak-anak difabel dari rumah tangga/keluaraga dengan status ekonomi terendah secara nasional yaitu 15,5 juta Rumah Tangga.
     Tujuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) melaui Kartu Indonesia Pintar ini antara lain adalah sebagai berikut: 
  1. Meningkatkan akses bagi anak usia 6-21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun. 
  2. Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi. 
  3. Menarik siswa putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) maupun Lembaga Kursus dan Pelatihan.
Program Indonesia Pintar: Suasana validasi data penerima PIP
     Sasaran Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) diprioritaskan kepada diantaranya adalah 
  1. Penerima BSM 2014 Pemegang KPS yang ada dalam Dapodik;
  2. Siswa/anak dari keluarga pemegang KPS/(Kartu Keluarga Sejahtera) KKS yang belum menerima BSM 2014;
  3. Siswa/anak dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) non KPS;
  4. Siswa/anak yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari Panti Sosial/Panti Asuhan;
  5. Siswa/anak yang terkena dampak bencana alam; 
  6. Anak usia 6-21 tahun yang tidak bersekolah (drop-out) yang diharapkan kembali bersekolah; 
  7. Siswa/anak dari keluarga miskin/rentan miskin yang terancam putus sekolah;
  8. Siswa/anak dengan pertimbangan khusus lainnya seperti kelainan fisik, korban musibah berkepanjangan, siswa dari orang tua terkena PHK, siswa di daerah konflik sosial, siswa dari keluarga terpidana, anak berada di LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan), dan siswa memiliki lebih dari 3 (tiga) saudara tinggal serumah; 
  9. Siswa dari SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian (bidang Agrobisnis dan Agroteknologi) Perikanan, Peternakan, kehutanan dan Pelayaran/Kemaritiman  *) Baik siswa sekolah formal maupun anak didik dari lembaga pendidikan non formal (SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan)
     SMP Negeri 2 Banyuwangi yang merupakan lembaga sekolah negeri untuk tahun 2016 ini mendapatkan Program Indonesia Pintar sangatlah membantu dalam hal meringankan beban orang tua. Untuk saat ini sekolah mendapatkan Program Indonesia Pintar sebanyak 185 siswa yang terdiri dari kelas 7 hingga kelas 9.