VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERPRESTASI, BERMORAL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP

Senin

HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2016

SMP Negeri 2 Banyuwangi
Menyambut Hari Pendidikan Nasional

Penghargaan Untuk Siswa Berprestasi
     Bertepatan di hari Senin, 2 Mei 2016 merupakan hari sakral bagi seluruh masyarakat Indonesia dimana pada hari Pendidikan ini dikenang sebagai tonggak lahirnya sang tokoh Ki Hajar Dewantara dalam mewujudkan perjuangan yang ber Tut Wuri Handayani, sebagai salah satu pahlawan nasional bangsa ini kegigihan dan keuletan dalam memikirkan pendidikan nasional bangsa serta cita-cita luhur yang memimpikan pendidikan adalah sebagai taman untk mendidik anak.
     Pernyataan tersebut merupakan sekilas terlecut di dalam sambutan hari pendidikan nasional pada tahun 2015. Di tahun 2016 ini hari pendidikan nasional di rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya, manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa.
     Dalam sebagaian teks sambutanya Menteri Pendidikan menyampaikan bahwa setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Hal ini tersurat karena secara langsung anak yang baru lahir pasti memiliki kemampuan dan rasa untuk ingin tahu hingga anak tersebut beranjak menjadi anak dewasa. Untuk itu sudah menjadi tugas seorang guru untuk memastikan tidak padamnya rasa keingin tahuan, api untuk selalu berkarya tetap menyalah sehingga sudah menjadi tugas guru untuk memajukan dirinya, memajukan masyarakat, memajukan budaya bangsa dengan jalam memberikan jalan bagi anak-anak bangsa. Tema dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional ini adalah "Nyalakan Pelita, Terangkan Sita-Cita".
     SMP Negeri 2 Banyuwangi pada kesempatan di Hari Pendidikan Nasional memberikan penghargaan pada bapak/ibu guru yang terpilih menjadi guru favorit anak, dan juga memberikan penghargaan pada siswa-siswi dengan menghasilkan karya-karya terbaik di mading serta memberikan penghargaan bagi siswa yang terbanyak meminjam buku di perpustakaan sekolah.

Rabu

Program Indonesia Pintar

Program Indonesia Pintar
SMP Negeri 2 Banyuwangi

     Program Indonesia Pintar (PIP) melaui Kartu Indonesia Pintar ini merupakan kelanjutan dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang mencakup siswa dari jenjang pendidikan SD/MI,SMP/MTs,SMA/SMK/MA, dan siswa/warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar (PKBM)/lembaga Kursus dan pelatihan hingga anak usia sekolah seperti anak jalanan, pekerja anak, anak-anak yang berada di panti asuhan dan anak-anak difabel dari rumah tangga/keluaraga dengan status ekonomi terendah secara nasional yaitu 15,5 juta Rumah Tangga.
     Tujuan dari Program Indonesia Pintar (PIP) melaui Kartu Indonesia Pintar ini antara lain adalah sebagai berikut: 
  1. Meningkatkan akses bagi anak usia 6-21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun. 
  2. Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi. 
  3. Menarik siswa putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) maupun Lembaga Kursus dan Pelatihan.
     Sasaran Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) diprioritaskan kepada diantaranya adalah 
  1. Penerima BSM 2014 Pemegang KPS yang ada dalam Dapodik;
  2. Siswa/anak dari keluarga pemegang KPS/(Kartu Keluarga Sejahtera) KKS yang belum menerima BSM 2014;
  3. Siswa/anak dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) non KPS;
  4. Siswa/anak yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari Panti Sosial/Panti Asuhan;
  5. Siswa/anak yang terkena dampak bencana alam; 
  6. Anak usia 6-21 tahun yang tidak bersekolah (drop-out) yang diharapkan kembali bersekolah; 
  7. Siswa/anak dari keluarga miskin/rentan miskin yang terancam putus sekolah;
  8. Siswa/anak dengan pertimbangan khusus lainnya seperti kelainan fisik, korban musibah berkepanjangan, siswa dari orang tua terkena PHK, siswa di daerah konflik sosial, siswa dari keluarga terpidana, anak berada di LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan), dan siswa memiliki lebih dari 3 (tiga) saudara tinggal serumah; 
  9. Siswa dari SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian (bidang Agrobisnis dan Agroteknologi) Perikanan, Peternakan, kehutanan dan Pelayaran/Kemaritiman  *) Baik siswa sekolah formal maupun anak didik dari lembaga pendidikan non formal (SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan)
     SMP Negeri 2 Banyuwangi yang merupakan lembaga sekolah negeri untuk tahun 2016 ini mendapatkan Program Indonesia Pintar sangatlah membantu dalam hal meringankan beban orang tua. Untuk saat ini sekolah mendapatkan Program Indonesia Pintar sebanyak 185 siswa yang terdiri dari kelas 7 hingga kelas 9.


HARI KARTINI

Makna Hari Kartini
Bagi Generasi Perempuan Modern

SMP Negeri 2 Banyuwangi: Hari Kartini di sekolah
     Hari Kartini yang diperingati tanggal 21 April setiap tahunnya merupakan salah satu hari nasional yang dirasa spesial bagi sekolah karena banyak makna pesan yang tersampaikan di dalamnya. Banyak pesan yang disampaikan lewat perjuangan yang telah dibangun oleh seorang Kartini muda semasa hidupnya. Bagi wanita masa kini, peran adanya peringatan hari tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena Kartini menjadi pelopor untuk sebuah kemajuan wanita terutama di Indonesia. Dengan hal itu makna hari Kartini bukan hanya menjadi upacara perayaan semata.
     Kartini merupakan sosok perempuan Indonesia yang berusaha untuk bisa meningkatkan derajat perempuan agar bisa lebih baik dari segi pendidikan. Dampak dari perjuangannya tersebut hingga kini masih terasa. Beberapa hal berikut menjadikan makna hari Kartini begitu bermanfaat bagi seorang perempuan, yang di tulis ulang dari artikel.web.id

SMP Negeri 2 Banyuwangi: Kartini masa kini
Mendapatkan pendidikan yang setara
     Seorang perempuan memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Itulah juga yang merupakan inti dari perjuangan Kartini dalam membebaskan kaum perempuan dari kebodohan. Kini hal tersebut tampak nyata dari banyaknya perempuan yang telah mengenyam pendidikan yang tinggi dan akhirnya memiliki profesi yang sangat baik di bidangnya. Hal ini bahkan menjadi sebuah kebanggaan bagi Indonesia karena memiliki perempuan hebat yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Kesetaraan pendidikan juga berlaku mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan tak jarang seorang perempuan memiliki kegigihan yang lebih tinggi dibandingkan dengan para pria. Sehingga banyak dari mereka yang memiliki prestasi terbaik di bidang akademik. Oleh karena itu jangan remehkan peran perempuan dalam kemajuan Indonesia.

Mendapatkan perlakuan yang sama dalam segi kehidupan
     Makna hari Kartini menjadi moment tersendiri bagi mereka yang merasa ditindas di keluarga atau di lingkungannya berada. Dengan adanya semangat Kartini, kaum perempuan memiliki hak untuk melawan dari berbagai tindakan kekerasan seperti yang terjadi dalam rumah tangga. Hukum pun menjamin kebebasan perempuan tersebut sehingga bagi mereka yang berani menyakiti perempuan dapat dikenai pasal hukum yang berat. Hal ini sungguh jauh berbeda dengan jaman dulu dimana wanita lebih banyak ditindas dan diremehkan.
Dengan adanya semangat yang besar dari para perempuan di Indonesia, makna Hari Kartini  akan sangat spesial terutama mereka yang mendapat perlakuan tidak sewajarnya dan memperbudak kaum perempuan dalam kekuasaannya. Oleh sebab itu perempuan harus mulai bangkit untuk memperjuangkan hidupnya sekaligus memberikan citra baik bagi bangsa dan negara.
     Patutlah kita bangga dengan apa yang saat ini kita capai merupakan hasil jerih payah anak bangsa dengan dedikasi tinggi mampu merubah pandangan tentang posisi wanita di era modern. Walaupun demikian tidaklah semudah kita menerjemahkan makna hari Kartini dikaitkan dengan segala bentuk kebebasan wanita merupakan inisiatif perjuangan beliau. Kita haruslah mampu memberikan porsi kedudukan, hak dan kewajiban wanita sesuai dengan norma-norma masyarakat Indonesia.