VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERPRESTASI, BERMORAL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP

Sabtu

FESTIVAL PERKUSI

FESTIVAL PERKUSI
(LARLARE ORKESTA)

Sabtu, 1 Agustus 2015 di Gesibu Blambangan telah diadakan acara yang bertajuk Festival Perkusi dan Larlare Orkesta. Festival yang dimulai pukul 18.30 WIB ini dihadiri berbagai elemen pendidik yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Melihat istilah perkusi barangkali kita mengingat salah satu atau mungkin gambaran kita terfokus pada salah satu peralatan musik di sekitar kita.

Instrumen Perkusi pada dasarnya merupakan benda apapun yang dapat menghasilkan suara baik karena dipukul, dikocok, digosok, diadukan atau dengan cara apapun yang dapat membuat getaran pada benda tersebut. Istilah instrumen perkusi biasanya digunakan pada benda yang digunakan sebagai pengiring dalam suatu permainan musik.


Minggu

BUDI PEKERTI LUHUR

Menyemai Budi Pekerti Luhur Di Sekolah

Musyawarah Mufakat Sebagai aplikasi Budi Pekerti
     Melalui Permendikbud No. 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti Luhur, Mendiknas Anis R. Baswedan menginginkan sekolah sebagai taman subur untuk tumbuhnya budi pekerti yang luhur. Mengingat saat ini sekolah masih sering menjadi bulan-bulanan tawuran antar pelajar sampai masalah pelecehan seksual meskipun tidak semua sekolah di kota, kabupaten, propinsi mesti selalu ada kasus tindak kekerasan. Melihat produk permendiknas tersebut setidaknya peraturan yang mulai degarakkan pada awal ajaran baru 2015/2016 ini bagi sekolah tidaklah begitu asing karena ada beberapa poin yang sudah jauh-jauh hari dilakukan oleh sekolah-sekolah misalnya di SMP Negeri 2 Banyuwangi setiap pukul 06.45 WIB melakukan kegiatan menyimak bacaan ayat suci Al-Quran bagi yang muslim serta bagi non muslim menyimak/membaca kitab suci masing-masing di ruangan tersendiri, tiap pagi guru serta anggota OSIS melakukan pembiasaan senyum, salam, sapa di pintu gerbang sekolah, dan pada hari jumat melakukan pembiasaan berupa jumat taqwa, jumat cerdas, dan jumat bersih.
     Ada juga pembiasaan yang baru seperti menyanyikan lagu kebangsaan pada awal pelajaran serta lagu nasional/daerah yang memiliki semangat patriotik pada akhir kegiatan, berikut ini kriteria penumbuhan budi pekerti kegiatan yang wajib dilakukan sekolah:

KEGIATAN HARIAN:
  • Membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
  • Berdoa bersama dipimpin seorang teman secara bergantian.
  • Sesudah berdoa menyanyikan lagu Indonesia Raya.
  • Pada akhir pelajaran menyanyikan lagu daerah, lagu wajib nasional, dan lagu terbaru yang bernuansa patriotik.
  • Kegiatan akhir kegiatan berdoa bersama dengan pemimpin doa secara bergantian.

KEGIATAN MINGGUAN:
  • Upacara Bendera tiap hari Senin
KEGIATAN TAHUNAN:
  • Mengadakan pertemuan di awal tahun ajaran baru untuk mensosialisasikan visi, aturan, materi dan rencana capaian belajar siswa.
  • Melaksanakan Upacara Bendera pada pembukaan MOPDB untuk jenjang SMP dan SMA/SMK.
  • Mengadakan pameran akhir tahun dengan mengundang orangtua dan masyarakat.
KEGIATAN PERIODIK:
  • Membiasakan belajar kelompok sepengetahuan guru dan orangtua.
  • Membiasakan efisien dalam penggunaan air, listrik, telepon,dsb.
  • Menyelenggarakan kantin yang memenuhi standar kesehatan.
  • Membangun budaya bersih di bangku masing-masing siswa.
TARGET PROGRAM:
  • Internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual.
  • Penenaman nilai kebangsaan  dan kebinekaan.
  • Interaksi positif dengan sesama siswa.
  • Interaksi positif dengan guru dan orang tua.
  • Penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak.
  • Pemeliharaan lingkungan sekolah.
  • Pelibatan orang tua dan masyarakat.
     Diatanya tentang alasan urusan budi pekerti sampai diwajibkan dan diatur dalam peraturan menteri, beliau mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk karakter budi luhur. Karakter budi luhur terdiri atas moral dan kinerja. Moral berwujud jujur, kesopanan, beriman dan sejenisnya. Kinerja berwujud tangguh, tuntas, pantang menyerah, rajin dan berpengetahuan. Antara budi pekerti dan ilmu pengetahuan jangan dipisahkan, ujar Anis R. Baswedan. Selanjutnya beliau melanjutkan, budi pekerti bukan urusan moral saja. Keduanya harus disatukan karena sama-sama tujuan pendidikannya. Tentu kita tidak menginginkan siswa yang jujur tetapi tidak berpengetahuan budi pekerti.



Senin

MOS 2015

Masa Orientasi Siswa 2015

Pembukaan Pra MOS
Bertempat di halaman upacara SMP Negeri 2 Banyuwangi pada tanggal 13 Juli 2015 bertepatan di hari Senin berkumpul sebanyak 288 siswa baru untuk menjalani Pra Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dibuka oleh Urusan Kesiswaan Bapak Winarno dan didampingi oleh Pembina OSIS Bapak Ahmad Amin Udin, kegiatan Pra MOS yang dilakukan sebagai salah satu cara mengenalkan lingkungan yang serba baru ini terdiri dari beberapa season MOS yaitu Pra MOS I tanggal 13 Juli, Pra MOS II tanggal 25 Juli 2015 dan MOS dilaksanakan pada tanggal 27 sampai dengan 29 Juli 2015.

Dalam kegiatan Pra MOS ini siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah barunya terutama dengan guru, kakak OSIS serta potensi di SMP Negeri 2 Banyuwangi yang masih belum sepenuhnya diketahui oleh siswa. Misalnya saat Pra MOS kedatangan siswa baru sudah disambut sejak pukul 06.30 oleh kakak OSIS serta guru masih banyak dijumpai siswa masih belum terbiasa saling tegur, sapa, senyum dan sapa padahal kebiasaan ini harus terbawah sejak siswa masuk pertama kali di SMP Negeri 2 Banyuwangi. Dengan lingkungan sekolah baru dengan adat berbeda tentunya menjadi satu kewajiban OSIS dan guru berperan di bagaian depan untuk mengenalkan budaya yang pasti berbeda dengan saat di sekolah dasar.

Mencairkan Suasana Kelas MOS
Kegiatan MOS sendiri dititik beratkan pada kegiatan yang tanpa adanya perpeloncoan siswa digiring untuk menjalani MOS dengan  perasaan senang. Selama kegiatan Pra MOS siswa diperkenalkan juga dengan Mars Sekolah dan lagu-lagu Nasional tidak hanya bernyanyi siswa juga diajak melakukan dan mempraktikan salam sekolah sebagai sarana untuk mencairkan suasana. barangkali suasana kelas juga masih tidak terlalu bergairah karena pada Pra MOS ini banyak dari satu siswa dengan siswa lainnya masih belum saling kenal sehingga dari OSIS melakukan kegiatan menyenangkan berupa permainan untuk saling mengenalkan diri.

Bila dilihat pertama kali bisa dikata siswa baru masih terlihat tidak teratur misalkan bagaimana dengan potongan rambutnya, sehingga dalam Pra MOS ini berbagai aturan untuk siswa juga disampaikan yaitu untuk perempuan mengenakan pita warna hijau dengan dikepang dua, sedangkan lelaki diharuskan bercukur dengan rapi. Untuk memudahkan interaksi antar siswa baru posisi duduk pun diatur dengan membentuk 6 kelompok sehingga dengan jumlah per kelas 36 tentunya dapat terbentuk 6 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa baru.

Dalam acara penutupan MOS 2015 pembina OSIS selaku ketua pelaksana MOS mengungkapkan harapannya agar setelah mengikuti masa orientasi siswa, siswa baru dapat meneladani perjuangan dan nilai-nilai luhur Pancasila dengan harapan terciptanya generasi emas yang kedepan menjadi insan berprestasi bermoran dan senantiasa sadar akan pentingnya keseimbangan lingkungan hidup. Hal ini senada dengan dikumpulkannya pohon palm dalam rangka sedekah oksigen.
 

Selasa

PPDB SMP BANYUWANGI 2015

Informasi PPDB
Di SMP Negeri 2 Banyuwangi

Suasana Belajar
     Penerimaan Peserta Didik Baru dimulai tanggal 1 - 4 Juli 2015, seperti diberitakan sebelumnya pada tahun 2015 ini sekolah di seluruh Kabupaten Banyuwangi melaksanakan kegiatan PPDB secara bersamaan sesuai dalam draf perbup penerimaan peserta didik baru kelas VII SMP/SMPLB menggunakan sistem skoring terpadu (SST) dengan dua jalur yaitu Jalur Mandiri dan Jalur Reguler. Porsinya masih sama dengan tahun lalu yaitu Jalur Mandiri 20%, Jalur Reguler 80%. Sesuai waktunya yan dilaksanakan secara bersamaan, maka untuk kedua jalur ini pendaftarannya dilakukan secara online dengan alamat website KLIK DISINI (banyuwangi.ppdb.kemdikbud.go.id)
     Jalur Mandiri SMP seleksinya dilaksanakan dengan mempertimbangkan Tes Potensi Akademik (TPA) bobot 40%, jarak tempat tinggal ke sekolah bobot 25%, prestasi olahraga/seni/IPTEK (KIR) bobot 25%, ekonomi lemah dengan bobot 10% dan usia calon peserta didik baru dengan usia maksimal 18 tahun di awal tahun ajaran baru. Khusus untuk Jalur Mandiri peserta didik baru hanya diperbolehkan memilih 1 (satu) satuan pendidikan pada sekolah tempat mendaftar.
   Jalur Reguler PPDB dilaksanakan secara serempak menggunakan sistem aplikasi online dengan menggunakan pertimbangan Jumlah Nilai Ujian Sekolah (Bahasa Indonesia, Matematika, IPA) bobot 50%, Rerata Nilai Ujian Sekolah (PKn dan IPS) bobot 30%, Rerata Rapor Semester VII sampai semester XI dengan bobot 20%. Khusus pendaftar dari SD yang satu sekolah dengan SMP Satu Atap apabila mendaftar langsung diterima di kelas VII. Untuk PPDB di SMP Negeri 2 Banyuwangi dilaksanakan tanggal 1 - 4 Juli 2015 dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB baik Jalur Mandiri maupun Jalur Reguler. Khusus untuk pendaftar yang berasal dari luar kabupaten dan pendaftar yang bukan lulusan tahun 2015 harus mendaftarkan diri ke dinas pendidikan untuk diinput datanya.

Jalur Mandiri dengan menyerahkan berkas pendaftaran:
  1. Mengisi Formulir
  2. KSK/KK Asli
  3. Piagam Kejuaraan Asli
  4. Kartu Pengendali Sosial (KPS) / Kartu Banyuwangi Belajar Asli
  5. Mengikuti Tes Potensi Akademik, tanggal 6 Juli 2015
Jalur Reguler dengan menyerahkan berkas:
  1. Mengisi Formulir
  2. Ijazah/SKL/SKHUN/SKHUS Asli
  3. Raport Asli

Jumat

ALAM LAUT BANGSRING

Scout SMP Negeri 2 Banyuwangi 
on Bangsring Underwater

Penghijauan: Menanam bibit kelapa
     Hari Rabu, 3 Juni 2015 sebanyak 50 anggota PRAMUKA SMP Negeri 2 Banyuwangi melakukan kegiatan mengenal lingkungan bawah lau di BUNDER (Bangsring Underwater) Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan kegiatan akhir pelajaran 2014/2015 yang berakhir di bulan Juni ini, untuk itu kegiatan  akhir PRAMUKA yang difokuskan di Bangsring ini diharapkan menjadi momen yang tepat bagi anggota PRAMUKA untuk melakukan intropeksi diri tentang potensi laut Indonesia secara khusus yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Selain itu juga anggota PRAMUKA juga melakukan kegiatan penanaman bibit pohon kelapa sebagai gerakan simbolis PRAMUKA turut peduli pada lingkungan, baik lingkungan di darat maupun leingkungan yang berada di lautan.
     Seperti yang dijelaskan oleh bapak Haji Ikhwan sebagai salah seorang pemuda pelopor tahun 2013 mengungkapkan pusat konservasi bawah laut ini meliputi kegiatan konservasi terumbu karang, dengan semakin berkembang dan suburnya terumbu karang diharapkan biota laut semakin lestari dan dapat menjadikan sumber ekonomi wargasekitar. Perlu diketahui selain konservasi bawah laut, juga telah dilakukan konservasi ikan Hiu.
Snoorkling: menyelam sambil lihat biota laut
     Dari pusat kota Banyuwangi, Bangsring Underwater jauhnya kuranglebih 25 km yang dapat dijangkau dengan berbagai kendaraan. Hanya saja ketika kita sampai di Bangsring Underwater tidak akan tampak seperti alam wisata lainnya, yaitu tanpa baliho, tanpa penunjuk arah yang jelas, ketika ditanyakan ke petugas tujuannya adalah untuk mempertahankan suasana alami.
     Bangsring Underwater merupakan konservasi bawah laut yang dikelolah mandiri oleh Kelompok Nelayan Bangsring, sarana yang terlihat adalah beberapa boat yang menjadi alat transportasi untuk menuju ke kolam apung dengan waktu menyeberang tidak lebih dari 3 menit sudah sampai pada kolam apung yang di dalamnya terdapat kolam berisi beberapa jenis ikan hiu ukuran dewasa dan kecil. Untuk kolam yang berisi hiu kecil para pengunjung diperbolehkan berenang bersama hiu kecil. Untuk pengunjung yang ingin menyelam juga diperkenankan melakukan penyelaman dengan peralatan selam yang sudah disediakan.